Imbas Virus Corona, Para Pemain Serie A Pertimbangkan Mogok Kerja

Kompas.com - 08/03/2020, 22:39 WIB
Suporter Napoli saat mendukung tim kebanggaan kontra Genoa di Liga Italia, 9 November 2019. MATTEO CIAMBELLI/NURPHOTOSuporter Napoli saat mendukung tim kebanggaan kontra Genoa di Liga Italia, 9 November 2019.

KOMPAS.com - Wabah virus corona ( Covid-19) di Italia mencapai babak baru setelah Pemerintah Italia berencana menutup hampir seperempat populasi negara tersebut demi mencegah penyebaran ke bagian lain Negeri Pizza.

Pemerintah Italia berencana mengunci region utara negara tersebut, Lombardy, demi menghentikan penyebaran virus corona.

Italia menjadi negara Eropa dengan penyebaran Covid-19 terburuk dengan total terinfeksi hingga Minggu (8/3/2020) 5.883 orang dan 233 kematian.

Baca juga: UFC 248 - Kepala Bengkak Petarung Polandia Usai Hadapi Zhang Weili

Jumlah kematian tersebut merupakan yang terburuk kedua di dunia setelah di Provinsi Hubei, China, di mana wabah ini pertama menjalar.

Hampir semua region di Italia telah melarang event yang mengumpulkan orang banyak.

Namun, pekan ini Serie A dimainkan di belakang pintu tertutup dengan prosedur mitigasi anti penyebaran penyakit menular yang ketat.

Kendati demikian, hal ini tetap menimbulkan kekhawatiran di antara para pemain.

Seperti di laporan Gazzetta dello Sport, Presiden AIC (Asosiasi Pesepak Bola Italia) Damiano Tomassi, dikatakan siap untuk mengadakan mogok kerja.

Baca juga: Gestur Luar Biasa Juventus di Tengah Wabah Virus Corona di Italia

Hal ini datang dari rilis pers yang beredar bahwa AIC siap mengumumkan para pemain bakal berhenti merumput mengingat langkah-langkah ketat pemerintah dan keputusan untuk menutup sebagian region Italia.

Setidaknya, opsi tersebut belum akan dieksekusi akhir pekan ini.

Menurut laporan TMW, Lega Serie A masih akan menunggu keputusan pemerintah pada 10 Maret yang akan menentukan apakah Liga Italia bakal tetap bergulir atau dihentikan.

"Saya tak ingin berkomentar tentang apakah keputusan untuk bermain sekarang benar atau tidak," tutur Marco Bucciantini, jurnalis olahraga senior Italia, di Sky Italia.

"Di kondisi darurat seperti ini, kita perlu negara untuk menjadi kompas. Negara harus jelas, tak boleh ada konflik internal, tak boleh terganggu oleh pihak-pihak oportunis, dan menghasilkan keputusan inkonsisten."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X