Pengusiran Suporter Jepang di Jerman, Ketakutan Virus Corona Malah Picu Isu Rasial

Kompas.com - 04/03/2020, 23:00 WIB
Red Bull Arena, markas RB Leipzig saat menjamu tim lain. Foto diambil saat Bundesliga Media Visit, 25 Februari 2019. KOMPAS.com/JALU W WIRAJATIRed Bull Arena, markas RB Leipzig saat menjamu tim lain. Foto diambil saat Bundesliga Media Visit, 25 Februari 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

"Sayangnya, dalam contoh ini, di tengah ketidakpastian besar seputar wabah corona, di mana kami saat ini juga terpengaruh, kesalahan telah dilakukan pada pihak kami sehubungan dengan tamu-tamu Jepang kami.

"Mengingat kesalahan ini, kami ingin menyampaikan permintaan maaf kami. Kami sudah mencoba untuk menghubungi para penggemar yang bersangkutan untuk mengundang mereka ke pertandingan kandang kami berikutnya untuk mencoba dan memperbaiki kesalahan atas kejadian tersebut.

"Adapun penanganan kami terhadap masalah virus corona, kami akan terus bekerja secara menyeluruh setiap hari dengan pihak berwenang untuk mencoba mencapai solusi terbaik untuk semua tamu kami. Selain itu, RB Leipzig juga sudah mengonfirmasi telah bertemu dengan sekelompok fans Jepang tersebut dan telah meminta maaf atas insiden pada laga kontra Bayer Leverkusen kemarin."

Dikutip dari laman Daily Mail, seorang suporter yang diusir bernama Taichi Hayashikawa mengatakan bahwa staf keamanan yang mengusir mereka sempat mengeluarkan pernyataan berbau rasial.

Menurut Hayashikawa, ia dan rekan-rekannya dari Jepang pada awalnya diizinkan masuk ke stadion tanpa masalah.

"Namun, setelah pertandingan dimulai, seorang penjaga keamanan di Red Bull Arena mengatakan kepada saya bahwa saya dapat terinfeksi virus corona karena saya orang Jepang. Saya dikeluarkan setelah sepuluh menit pertama pertandingan," tulis Hayashikawa di Twitter yang kemudian dihapusnya.

Para pengguna Twitter kemudian ramai-ramai mengecam RB Leipzig dan menuduh sudah melakukan kebijakan yang berbau rasial.

Baca juga: RESMI, Laga Persija Vs Persebaya Ditunda karena Virus Corona

Seorang pengguna bernama Kosuke Okahara menulis di Twitternya: "Ini disebut rasialisme. Sebagai mantan penduduk Leipzig dan masih menjadi penggemar RB Leipzig, saya sangat kecewa dengan mentalitas seperti itu," tulis Okuhara.

Pihak RB Leipzig menolak dianggap sudah melakukan tindakan yang berbau rasial.

Pihak klub menyatakan bahwa mereka mendukung toleransi, integrasi, dan sepenuhnya menentang rasialisme atau diskriminasi dalam bentuk apapun.

"Tim kami menyatukan para pemain dari 14 negara dan berbagai budaya berbeda, hal ini merupakan sesuatu yang kami banggakan," lanjut pernyataan klub.

Setelah menjamu Leverkusen, RB Leipzig baru akan kembali melakoni laga kandang berikutnya saat menjamu Tottenham Hotspur pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, 11 Maret mendatang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petenis Putri Nomor Satu Dunia Ini Tak Ikut Karantina untuk Australia Open 2021

Petenis Putri Nomor Satu Dunia Ini Tak Ikut Karantina untuk Australia Open 2021

Sports
Hasil Piala FA Southampton Vs Arsenal, Gol Bunuh Diri Gabriel Buat The Gunners Kalah

Hasil Piala FA Southampton Vs Arsenal, Gol Bunuh Diri Gabriel Buat The Gunners Kalah

Liga Inggris
Dikabarkan Bakal Tarik Achraf Hakimi dari Inter Milan, Real Madrid Beri Klarifikasi

Dikabarkan Bakal Tarik Achraf Hakimi dari Inter Milan, Real Madrid Beri Klarifikasi

Sports
Lama Tak Bertanding Tenis, Ini Harapan Ashleigh Barty di Australia Open 2021

Lama Tak Bertanding Tenis, Ini Harapan Ashleigh Barty di Australia Open 2021

Sports
Sepasang Rekor Buruk Ancam Langkah Rossoneri dl Laga AC Milan Vs Atalanta

Sepasang Rekor Buruk Ancam Langkah Rossoneri dl Laga AC Milan Vs Atalanta

Liga Italia
Ahsan/Hendra Kalah pada Semifinal Thailand Open II, Pelatih Sebut Faktor Stamina dan Usia

Ahsan/Hendra Kalah pada Semifinal Thailand Open II, Pelatih Sebut Faktor Stamina dan Usia

Badminton
Alaves Vs Real Madrid - Sudah Tanpa Zidane, Los Blancos Juga Tak Diperkuat 5 Pemain

Alaves Vs Real Madrid - Sudah Tanpa Zidane, Los Blancos Juga Tak Diperkuat 5 Pemain

Liga Spanyol
Luis Suarez Bakal Dapat Kenaikan Gaji jika Capai 15 Gol

Luis Suarez Bakal Dapat Kenaikan Gaji jika Capai 15 Gol

Liga Spanyol
Alaves Vs Real Madrid - Ambil Alih Tugas Zidane, David Bettoni Pimpin Benzema cs

Alaves Vs Real Madrid - Ambil Alih Tugas Zidane, David Bettoni Pimpin Benzema cs

Liga Spanyol
Duel Petinju Legendaris Vs YouTuber Ditunda dan Dijadwal Ulang

Duel Petinju Legendaris Vs YouTuber Ditunda dan Dijadwal Ulang

Sports
Juventus Incar Gelar Selanjutnya Usai Juara Piala Super Italia, Scudetto?

Juventus Incar Gelar Selanjutnya Usai Juara Piala Super Italia, Scudetto?

Sports
Martin Odegaard, Bisa Apa Gelandang Buangan Real Madrid di Arsenal?

Martin Odegaard, Bisa Apa Gelandang Buangan Real Madrid di Arsenal?

Liga Inggris
Prediksi Susunan Pemain Udinese Vs Inter, Kans Lukaku Akhiri Puasa Gol di Liga Italia

Prediksi Susunan Pemain Udinese Vs Inter, Kans Lukaku Akhiri Puasa Gol di Liga Italia

Sports
Legenda AC Milan Dukung Juventus Raih Scudetto, Ini Alasannya

Legenda AC Milan Dukung Juventus Raih Scudetto, Ini Alasannya

Sports
Australia Open 2021, Harapan Petenis Putri Nomor Satu Dunia

Australia Open 2021, Harapan Petenis Putri Nomor Satu Dunia

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X