Kompas.com - 27/02/2020, 17:06 WIB
 
The Tokyo Tower, pusat, berdiri di belakang bangunan sebuah senja di Tokyo. Harga rata-rata lahan di Tokyo, Osaka dan Nagoya naik 0,8 persen pada tanggal 1 Juli, dari 0,1 persen dari kenaikan tahun sebelumnya, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis hari ini. Tutup TOMOHIRO OHSUMI/BLOOMBERG The Tokyo Tower, pusat, berdiri di belakang bangunan sebuah senja di Tokyo. Harga rata-rata lahan di Tokyo, Osaka dan Nagoya naik 0,8 persen pada tanggal 1 Juli, dari 0,1 persen dari kenaikan tahun sebelumnya, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis hari ini. Tutup

TOKYO, KOMPAS.com - Perhelatan Maraton Tokyo 2020 akan berlangsung pada Minggu (1/3/2020).

Pada perhelatan kegiatan ini, jumlah peserta dibatasi hanya 200 orang.

Hal ini dilakukan lantaran merebaknya virus corona di Jepang.

Lazimnya, Maraton Tokyo diikuti oleh sekitar 38.000 orang.

Baca juga: Tokyo Marathon 2020 Hanya Diikuti 200 Peserta, Ini Alasannya

Laman kyodonews.net menulis, Maraton Tokyo 2020 akan diawali di depan kantor Pemerintah Kota Tokyo di Shinjuku Pass.

Pelari-pelari akan melewati kawasan-kawasan yang menjadi ikon Kota Tokyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Termasuk yang tertera sebagai lintasan Maraton Tokyo 2020 adalah Kaminarimon Thunder Gate di Asakusa dan Menara Tokyo.

Suasana Harajuku yang ramai dengan anak mudaNational Geographic Indonesia/Didi Kaspi Kasim Suasana Harajuku yang ramai dengan anak muda

Atlet pengungsi

Tokyo Marathon 2019.  EPA-EFE/KIYOSHI OTAKIYOSHI OTA Tokyo Marathon 2019. EPA-EFE/KIYOSHI OTA

Berkenaan dengan Maraton Tokyo 2020, Yonas Kinde, kini berstatus pengungsi ketika pada lima tahun lalu terbang dari negeri asalnya, Kenya, menuju Luksemburg lantaran alasan politik.

Kinde yang tengah berlatih untuk persiapan Maraton Tokyo saat ini bergabung dengan tim atletik Univesitas Tokorozawa, di dekat Tokyo.

Artis Alya Rohali, salah satu selebritas peserta Pocari Sweat Born To Sweat Runners 2019 selain Zee Zee Shahab, Soraya Larasati, dan Sahila Hisyam. Alya yang punya pengalaman mengikuti Tokyo Marathon 2016 dan Chicago Marathon 2018 akan mengikuti Tokyo Marathon pada 3 Maret 2019. Kompas.com/Josephus Primus Artis Alya Rohali, salah satu selebritas peserta Pocari Sweat Born To Sweat Runners 2019 selain Zee Zee Shahab, Soraya Larasati, dan Sahila Hisyam. Alya yang punya pengalaman mengikuti Tokyo Marathon 2016 dan Chicago Marathon 2018 akan mengikuti Tokyo Marathon pada 3 Maret 2019.

Kinde, atlet maraton berusia 39 tahun, pernah berlaga pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

"Sekarang saya dalam kondisi yang baik," ujar Kinde.

"Saya berharap cuaca di Tokyo bersahabat dan saya bisa menemukan catatan waktu terbaik," katanya menambahkan.

Tergabung dengan Tim Pengungsi, Kinde berkarib dengan sesama atlet tim tersebut.

"Ada 10 atlet dengan berbagai latar belakang olahraga," ujarnya.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

Para atlet itu, terang Kinde, berasal dari Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Suriah, dan sebagainya.

"Kami ikut ambil bagian pada olahraga judo, atletik, dan renang," ujar Kinde.

"Di dalam tim, saya seperti menemukan keluarga," kata Kinde.

"Padahal, kami datang dari berbagai negara dan berbicara dengan beragam bahasa," ucap Kinde lagi.

Ilustrasi larishutterstock Ilustrasi lari

Pada 2018, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan memasukkan Tim Pengungsi untuk ikut pada Olimpiade Tokyo 2020.

IOC menyediakan juga beasiswa untuk atlet, termasuk Kinde agar bisa ikut ambil bagian dalam perhelatan olahraga multicabang terbesar di dunia itu.

IOC pada Juni akan mengumumkan siapa saja dari atlet Tim Pengungsi yang bisa berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

ilustrasi larishutterstock ilustrasi lari

"Saya menyiapkan diri agar bisa terpilih dalam seleksi tersebut," kata Kinde.

Kinde menambahkan, dirinya tetap bisa menerima keadaan bila ternyata tak lolos seleksi.

"Masih ada atlet dari Tim Pengungsi yang bisa menjadi wakil orang-orang seperti saya yang berstatus pengungsi," katanya.

Terkait maraton, Kinde mengatakan pencapaian terbaik dia soal waktu adalah 2 jam, 17 menit, dan 12 detik pada Maraton Tokyo lalu.

Maraton Tokyo 2020 akan diikuti lebih sedikit peserta lantaran merebaknya virus corona di Jepang.

Ilustrasi virus corona covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Kyodo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Internasional
Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Badminton
Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Sports
Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Internasional
Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul 'Head to Head' atas Wakil India, tetapi...

Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul "Head to Head" atas Wakil India, tetapi...

Badminton
Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Badminton
Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Liga Inggris
Semifinal Indonesia Open 2021: Dominasi Greysia/Apriyani atas Wakil Thailand

Semifinal Indonesia Open 2021: Dominasi Greysia/Apriyani atas Wakil Thailand

Badminton
Profil Agus Prayogo, Atlet Lari Jarak Jauh Indonesia dengan Segudang Prestasi

Profil Agus Prayogo, Atlet Lari Jarak Jauh Indonesia dengan Segudang Prestasi

Sports
Menuju Man United, Daya Tarik Rangnick Lebih dari Sekadar Pelatih Interim dan Konsultan

Menuju Man United, Daya Tarik Rangnick Lebih dari Sekadar Pelatih Interim dan Konsultan

Liga Inggris
Rekor Duel Jonatan Christie Vs Axelsen: Kans Jojo Raih Tiket Final Indonesia Open

Rekor Duel Jonatan Christie Vs Axelsen: Kans Jojo Raih Tiket Final Indonesia Open

Badminton
Hasil Elite Race Borobudur Marathon 2021 Putri: Senyum Merekah Odekta Naibaho

Hasil Elite Race Borobudur Marathon 2021 Putri: Senyum Merekah Odekta Naibaho

Sports
Ditanya soal Rangnick ke Man United, Guardiola Malah Bicara Tidur Siang

Ditanya soal Rangnick ke Man United, Guardiola Malah Bicara Tidur Siang

Liga Inggris
Ralf Rangnick Segera ke Man United, Juergen Klopp Mulai Waswas

Ralf Rangnick Segera ke Man United, Juergen Klopp Mulai Waswas

Liga Inggris
Ronaldo Jagoan Playoff, Tragedi Italia 'Hilang' di Piala Dunia Berlanjut?

Ronaldo Jagoan Playoff, Tragedi Italia "Hilang" di Piala Dunia Berlanjut?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.