Ferrari Pesimistis Jelang F1 2020, Apa Tanggapan Mercedes?

Kompas.com - 23/02/2020, 15:00 WIB
Pebalap Ferrari Sebastian Vettel (depan) memacu mobilnya di depan pebalap Mercedes Valtteri Bottas saat menjalani balapan Formula 1 (F1) GP Jerman yang berlangsung di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Minggu (22/7/2018). Kemenangan diraih pebalap Mercedes Lewis Hamilton secara dramatis setelah mengawali balapan dari urutan ke-14. AFP PHOTO/ANDREJ ISAKOVICPebalap Ferrari Sebastian Vettel (depan) memacu mobilnya di depan pebalap Mercedes Valtteri Bottas saat menjalani balapan Formula 1 (F1) GP Jerman yang berlangsung di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Minggu (22/7/2018). Kemenangan diraih pebalap Mercedes Lewis Hamilton secara dramatis setelah mengawali balapan dari urutan ke-14.
Penulis Alsadad Rudi
|

Bagi pabrikan Jerman itu, hasil tes pramusim tidak bisa dijadikan patokan atas kondisi saat kompetisi sudah berlangsung.

"Tidak seorang pun yang mau bersikap konyol mengklaim bahwa mereka lebih cepat daripada tim lain, karena mereka tidak pernah tahu pasti apa yang disembunyikan atau apa yang akan terjadi selanjutnya," bunyi rilis tersebut, dikutip dari Crash.net.

“Misalnya, apakah Red Bull akan membawa paket upgrade signifikan untuk pengujian kedua. Mengapa Ferrari menghabiskan tes ini menjalankan power unit mereka secara konsisten pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada tim mitra (satelit) mereka?" sebut rilis Mercedes.

Vettel sendiri mengakui pihaknya belum melakukan pengujian maksimal atas performa mobil balap SF1000.

"Saya pikir saat ini targetnya bukan untuk membuktikan kekuatan maksimum mesin, targetnya adalah melakukan putaran sebanyak mungkin," kata Vettel.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

How about that for a top 5? . #F1 #Formula1 #F1Testing #Bottas #LewisHamilton #Raikkonen #Ocon #LanceStroll

A post shared by FORMULA 1® (@f1) on Feb 22, 2020 at 7:30am PST

Menurut Vettel, kalaupun ingin menguji performa secara maksimal, maka Ferrari tidak akan menunjukannya dalam tes pramusim.

“Tentu saja tidak menunjukkan kepada semua orang. Itu tidak ada dalam agenda sejauh yang saya tahu," ucap pebalap asal Jerman itu.

Team Principal Ferrari, Mattia Binotto menyatakan pihaknya memang mengubah pendekatan dibanding musim 2019.

Musim lalu, Ferrari tampil dominan pada tes pramusim. Namun, pada seri pertama, Mercedes lah yang akhirnya jadi pemenang lewat Vallteri Bottas.

Mercedes bahkan mampu mendominasi musim 2019 dengan memenangkan 15 balapan dari total 21 seri.

Baca juga: DAS, Sistem Kemudi Baru di Mobil Balap Mercedes yang Tuai Perdebatan

Pebalap andalan Mercedes, Lewis Hamilton akhirnya jadi juara dunia untuk ketiga kali secara beruntun atau keenam sepanjang kariernya.

"Pesaing kami tampaknya sangat kuat, tetapi saya pikir kita tidak boleh melupakan sejarah tahun lalu. Mari kita tunggu dulu minggu depan (tes pramusim kedua) dan Australia untuk lebih memahami gambaran sebenarnya," ujar Binotto.

Tes pramusim F1 kedua akan kembali berlanjut pada 26-28 Februari mendatang.

Lokasi tes kedua masih berlangsung di Catalunya.

Halaman:


Sumber Crash.net
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X