Kelemahan Dasar Pemain Indonesia, Bukan Hanya Shin Tae-yong yang Mengkritik

Kompas.com - 21/02/2020, 15:00 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong dalam tim nasional Indonesia memunculkan banyak cerita baru yang mungkin selama ini tak banyak terungkap.

Salah satunya, kritik pelatih asal Korea Selatan itu terhadap kemampuan level dasar para pemain timnas Indonesia, di antaranya cara mengoper bola.

Tak tanggung-tanggung, Shin bahkan menilai kualitas passing para pemain timnas Indonesia tak lebih baik dari anak sekolah dasar.

”Kalian ini mengoper (bola) saja tidak bisa. Anak sekolah dasar saja bisa passing seperti ini. Kalian ini, kan, pemain timnas. Apa tidak malu dengan predikat ini?” teriak Shin melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, saat sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Jika mundur ke belakang, Shin ternyata bukan pelatih asing pertama yang secara blak-blakan mengkritik kelemahan dasar pemain Indonesia.

Baca juga: Pemain Indonesia Sudah Salah sejak Level Dasar, dari Teknik hingga Nutrisi

Pada 2004, kritikan serupa juga pernah datang dari Peter Withe.

Withe adalah pelatih asal Inggris yang pernah menukangi timnas Indonesia pada periode 2004-2007.

Ia datang ke Indonesia setelah berhasil membawa Thailand dua kali menjuarai Piala Tiger (kini dikenal sebagai Piala AFF).

Jelang Piala AFF 2004, Withe pernah mengeluarkan unek-unek soal pengalaman yang mungkin belum pernah ia alami sebelumnya.

Saat mempersiapkan skuad timnas Indonesia untuk Piala AFF 2004, mantan penyerang Aston Villa itu mengungkapkan bahwa ia harus mengajarkan terlebih dahulu teknik dasar kepada para pemainnya.

Baca juga: 4 Aturan Ketat yang Diterapkan Shin Tae-yong bagi Timnas Indonesia

“Masak seorang pelatih tim nasional masih harus memberikan latihan dasar kepada para pemain? Tapi, itulah yang saya lakukan di sini,” kata Withe, dikutip dari Tabloid Soccer.

Pada Piala Tiger 2004, timnas Indonesia mengakhiri turnamen di posisi kedua, usai kalah dari Singapura di final.

Ketika itu, Indonesia mencatatkan rekor menjadi runner up Piala Tiger selama tiga kali berturut-turut.

Withe masih memimpin timnas Indonesia sampai Piala Tiger berikutnya.

Namun, pada edisi 2006, ia gagal membawa timnas Indonesia lolos dari fase grup.

Setelah turnamen tersebut, kontrak Withe berakhir.

Mengajarkan lagi para pemain timnas kemampuan level dasar tak cuma dialami Withe.

Luis Milla diketahui juga mengalami hal serupa.

Milla adalah juru taktik asal Spanyol yang menukangi timnas pada periode 2017-2018.

Milla sendiri tak pernah melontarkan kritik atau keluhan.

Namun, Bima Sakti yang pernah mengungkapkannya.

Bima adalah asisten Milla selama menukangi timnas Indonesia.

Baca juga: Semoga Shin Tae-yong Tak Menjadi Korban Tagar #Out Berikutnya...

Pada Piala AFF 2018, Bima adalah orang yang ditunjuk PSSI untuk jadi pengganti Milla.

Dengan pengalaman melatih yang masih minim, Bima akhirnya belum bisa membawa timnas Indonesia lolos dari fase grup.

Usai laga Indonesia vs Filipina di GBK yang menjadi laga terakhir tim Garuda, Bima pernah menceritakan kekurangan pemain timnas yang bisa jadi kendala bagi Milla selama melatih.

Menurut Bima, selama melatih timnas Indonesia, Milla sering mengajarkan para pemainnya kemampuan dasar, sesuatu yang seharusnya bukan lagi jadi tanggung jawab pelatih tim nasional.

Bima menilai apa yang terjadi bisa jadi karena salahnya pola pengajaran di tingkat SSB, dan minimnya kompetisi usia dini.

Ketika itu, Bima sempat mencontohkan dua pemainnya, Febri Haryadi dan Riko Simanjuntak.

"Saya sempat bertanya ke Febri dulu di SSB ngapain aja. Dia bilang cuma lari 50-100 meter. Namun, dia tidak merasakan kompetisi yang bagus," ucap Bima di GBK, Minggu (25/11/2018).

Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan) memberikan instruksi kepada Muhammad Hargianto pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra Bahrain di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4/2018)
HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLASPORT.COM Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Luis Milla (tengah), beserta asisten pelatih Bima Sakti (kanan) memberikan instruksi kepada Muhammad Hargianto pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra Bahrain di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4/2018)

Setelah dilatih Milla, Bima menyebut Febri mulai memiliki kualitas tembakan dan passing yang lebih baik.

"Kalau Riko, dulu dia beruntung belajar di futsal. Sebelumnya, dia hanya ngejar layangan. Inilah pentingnya kompetisi usia dini," kata Bima.

Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI sudah mulai berbenah.

Kompetisi usia dini mulai digalakkan, dimulai dari adanya kompetisi berjenjang, mulai dari Elite Pro Academy U-16 dan U-18, serta Liga 1 U-20.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerakan Spesifik pada Aba-aba Start Jongkok

Gerakan Spesifik pada Aba-aba Start Jongkok

Sports
Apa Itu Pelanggaran Walking dalam Bola Basket?

Apa Itu Pelanggaran Walking dalam Bola Basket?

Sports
Mengenal Silat Khas Betawi: Maen Pukulan

Mengenal Silat Khas Betawi: Maen Pukulan

Sports
Transfer Casemiro dari Real Madrid ke Man United Kian Nyata

Transfer Casemiro dari Real Madrid ke Man United Kian Nyata

Liga Inggris
Nilai Saham MU Melonjak

Nilai Saham MU Melonjak

Liga Inggris
Calon Pembeli Potensial MU Pernah Gagal

Calon Pembeli Potensial MU Pernah Gagal

Liga Inggris
Pemilik MU Kena Kritik tentang Old Trafford

Pemilik MU Kena Kritik tentang Old Trafford

Liga Inggris
Ini Akibat Tingkah Elon Mask terhadap MU

Ini Akibat Tingkah Elon Mask terhadap MU

Liga Inggris
Utang Bersih MU Tumbuh 11 Persen

Utang Bersih MU Tumbuh 11 Persen

Liga Inggris
Fungsi Mengayunkan Kaki Sebelum Menendang Bola dalam Permainan Sepak Bola

Fungsi Mengayunkan Kaki Sebelum Menendang Bola dalam Permainan Sepak Bola

Sports
Timnas Indonesia Tak Boleh Kena 'Star Syndrome' Usai Juara Piala AFF U16 2022

Timnas Indonesia Tak Boleh Kena "Star Syndrome" Usai Juara Piala AFF U16 2022

Liga Indonesia
Sponsor Baru PBSI Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Sponsor Baru PBSI Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Badminton
MotoGP Austria 2022: Bagnaia Siap Lanjutkan Hasil Positif di Red Bull Ring

MotoGP Austria 2022: Bagnaia Siap Lanjutkan Hasil Positif di Red Bull Ring

Sports
Contoh Gerakan Senam Kegel untuk Pria dan Wanita

Contoh Gerakan Senam Kegel untuk Pria dan Wanita

Sports
Pemilik MU di Bawah Tekanan

Pemilik MU di Bawah Tekanan

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.