Kisah Hakan Sukur, Sederet Rekor di Puncak Dunia Sampai Jadi Sopir Uber

Kompas.com - 15/01/2020, 09:00 WIB
Kapten Timnas Turki, Hakan Sukur, menghibur para pemain Korea Selatan seusai laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2002 di Daegu, Korea Selatan, pada Piala Dunia 2002. AFP/JIMIN LAIKapten Timnas Turki, Hakan Sukur, menghibur para pemain Korea Selatan seusai laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2002 di Daegu, Korea Selatan, pada Piala Dunia 2002.

Akan tetapi, pria kelahiran 1 September 1971 ini juga mempunyai ikatan dengan Fethullah Gulen, seorang cendekiawan Muslim yang juga menjadi rival Erdogan.

Presiden Turki itu secara gamblang menyatakan bahwa Gulen bersama para pendukungnya menjadi motor di balik usaha kudeta pada 2016 dan dicap sebagai gerakan teroris.

Baca juga: Pernah Main di Inter Milan, Hakan Sukur Kini Jadi Sopir Taksi Uber

Pada Februari 2016, pemerintahan Turki mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Sukur setelah dia menghina Presiden Erdogan di Twitter.

Sukur kemudian melarikan diri dari Turki dan mengasingkan diri di Amerika Serikat.

"Ketika saya pergi, mereka menangkap ayah saya dan menyita semuanya."

"Saya tidak punya apa-apa lagi. Erdogan telah merampas semuanya: hak untuk merdeka, berekspresi, dan bekerja," kata Sukur kepada media asal Jerman, Welt am Sonnt.

"Di Amerika saya membuka sebuah restoran. Akan tetapi, terkadang ada orang-orang aneh datang dan mereka memainkan musik Dombra."

Sukur menganggap kejadian itu sebagai provokasi karena musik Dombra didaulat oleh partai AKP sebagai musik asli Turki.

"Kini, saya menyetir bagi Uber dan menjual buku," tutur Sukur.

Pria yang kini berusia 48 tahun itu telah menolak segala tudingan yang mengarah kepadanya.

"Saya dituduh sebagai kaki tangan sebuah upaya kudeta? Jika demikian, apa peran saya?"

"Sampai sekarang tidak ada yang menjelaskannya kepada saya. Di negara saya, saya hanya melakukan sesuatu yang tidak melanggar hukum. Saya musuh pemerintah, bukan musuh negara. Saya mencintai Turki," ujar Sukur lagi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X