3 Kekuatan dan Kelemahan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong

Kompas.com - 13/01/2020, 06:15 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam acara konferensi pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12/2019) KOMPAS.com/FARAHDILLA PUSPAPelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam acara konferensi pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12/2019)

KOMPAS.com - Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, merupakan sosok yang relatif asing di mata para penggemar sepak bola lokal sebelum ia ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia untuk jangka waktu empat tahun ke depan.

Shin Tae-yong resmi dikontrak PSSI untuk menukangi Timnas U19, Timnas U23, dan Timnas Senior Indonesia.

Shin Tae-yong akan dihadapkan dengan sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dan Piala Asia U19.

Selain itu, akan ada Piala AFF 2020 yang akan dihelat pada 23 November hingga 31 Desember. Setelah itu Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U21 2021.

Baca juga: Shin Tae-yong Berencana ke Italia untuk Pantau Pemain Garuda Select

Shin Tae-yong ditargetkan juara Piala AFF dan lolos dari grup pada Piala Dunia U-20 tahun depan.

Menurut Steve Han, jurnalis Goal asal Korea Selatan, kekuatan dan kelemahannya dapat dijabarkan secara sederhana.

"Menurut saya, kekuatannya adalah: 1. Keinginan untuk mengambil risiko, baik dalam pemilihan taktik dan pemain; 2. Sikap progresif dalam hal kepribadian dan gaya bermain sepak bola; 3. Kemampuan uniknya untuk menemukan keseimbangan antara menjadi pemimpin karismatik dan seorang figur yang bersahabat di ruang ganti pemain," tutur Steve lewat email kepada Kompas.com.

Jurnalis Goal Korea Selatan, Steve Han, saat diwawancara oleh BBC.ISTIMEWA Jurnalis Goal Korea Selatan, Steve Han, saat diwawancara oleh BBC.

Steve Han mengatakan bahwa Shin Tae-yong merupakan seorang sosok yang terbuka kepada para pemain dan berani beradaptasi dengan hal baru apabila menurutnya akan memberi tim keuntungan di lapangan.

"Ia bisa bergaul dengan para pemain dan terbuka kepada ide-ide baru dan perubahan," tuturnya lagi.

"Saya yakin ia akan terbuka untuk beradaptasi dengan gaya yang cocok bagi sepak bola Indonesia," lanjutnya.

Baca juga: 5 Hal Menarik dari Kemenangan Liverpool Atas Tottenham

Langkah pertama menuju adaptasi mulus bagi sang pelatih terlihat dengan permintaan Shin untuk mengikuti les Bahasa Indonesia kepada PSSI.

Akan tetapi, Steve pun mengatakan bahwa sang pelatih masih memiliki beberapa kelemahan yang mungkin akan kita lihat dalam beberapa waktu ke depan.

"Bagi kelemahannya, menurut saya: 1. Reputasi sebagai pelatih yang kurang mempunyai detail rumit dalam metoda latihan taktikal; 2. Membuat pernyataan-pernyataan publik yang bisa mempunyai dampak negatif ke skuad; 3. Kurang pengalaman di luar Korea," tuturnya.

Baca juga: Shin Tae-Yong Bicara Prospek Timnas Indonesia Empat Tahun ke Depan

Shin Tae-yong memang kaya pengalaman di level domestik Korea Selatan dan bersama tim nasional Negeri Ginseng.

Shin pernah membawa Seongham Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia 2020 dan Piala FA Korea pada 2011.

Ia menukangi Timnas U23 Korea Selatan pada 2016-2017 sebelum melenggang ke Timnas U20 Korea Selatan.

Shin terakhir menangani timnas senior Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga Jerman Pekan Ini, Peluang Erling Haaland Pertajam Rekor

Jadwal Liga Jerman Pekan Ini, Peluang Erling Haaland Pertajam Rekor

Bundesliga
Persebaya Vs Persik, Arahan Aji Santoso untuk Supriadi

Persebaya Vs Persik, Arahan Aji Santoso untuk Supriadi

Liga Indonesia
Tolak Bayaran Tyson Fury, Deontay Wilder Siap Aktifkan Klausul Trilogi

Tolak Bayaran Tyson Fury, Deontay Wilder Siap Aktifkan Klausul Trilogi

Sports
Perubahan Besar Madura United Buat Jaimerson Optimistis Tatap Liga 1 2020

Perubahan Besar Madura United Buat Jaimerson Optimistis Tatap Liga 1 2020

Liga Indonesia
Rio Haryanto Siap Dukung Pengembangan Digital Motor Sports Akademi

Rio Haryanto Siap Dukung Pengembangan Digital Motor Sports Akademi

Sports
All England 2020, Gregoria Harus Bisa Atasi Kelemahannya Ini

All England 2020, Gregoria Harus Bisa Atasi Kelemahannya Ini

Badminton
Andai Terima Tantangan Ayah Tyson Fury, Haye yang Jagokan Wilder Kehilangan Rp 1,8 Miliar

Andai Terima Tantangan Ayah Tyson Fury, Haye yang Jagokan Wilder Kehilangan Rp 1,8 Miliar

Sports
Arsenal Vs Olympiakos, Kekalahan Menyakitkan bagi The Gunners

Arsenal Vs Olympiakos, Kekalahan Menyakitkan bagi The Gunners

Liga Lain
Persebaya Vs Persik, Pelatih Akui Persiapan Persik Sedikit Terkendala

Persebaya Vs Persik, Pelatih Akui Persiapan Persik Sedikit Terkendala

Liga Indonesia
Man United Vs Club Brugge, Mimpi Besar Ighalo yang Jadi Kenyataan

Man United Vs Club Brugge, Mimpi Besar Ighalo yang Jadi Kenyataan

Liga Lain
VIDEO - Arsenal Vs Olympiakos, Kegagalan Aubameyang Depan Gawang

VIDEO - Arsenal Vs Olympiakos, Kegagalan Aubameyang Depan Gawang

Sports
Persebaya Vs Persik, Rapor Pramusim Kedua Tim Jelang Liga 1 2020

Persebaya Vs Persik, Rapor Pramusim Kedua Tim Jelang Liga 1 2020

Liga Indonesia
Jelang Shopee Liga 1 2020, Persaingan Kiper Persib Masih Ketat

Jelang Shopee Liga 1 2020, Persaingan Kiper Persib Masih Ketat

Liga Indonesia
5 Hal Menarik dari Babak 32 Besar Liga Europa, Ajax dan Arsenal Keok

5 Hal Menarik dari Babak 32 Besar Liga Europa, Ajax dan Arsenal Keok

Liga Lain
Persib Vs Persela, Maung Bandung Pantang Terpeleset di Laga Perdana

Persib Vs Persela, Maung Bandung Pantang Terpeleset di Laga Perdana

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X