Shin Tae-yong di Mata Jurnalis Korsel, Humoris dan Tidak Otoritatif

Kompas.com - 13/01/2020, 04:00 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Dok. PSSIPelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

KOMPAS.com - Pelatih baru Timnas Indonesa, Shin Tae-yong, dikatakan sebagai sosok humoris dan pintar bergaul di kalangan media Korea Selatan. Ia juga dibilang tak takut terhadap perubahan dan selalu ingin menjelajahi ide-ide anyar.

Hal tersebut disampaikan oleh jurnalis Goal Korea Selatan, Steve Manseoung Han, kepada Kompas.com.

Shin Tae-yong diberi amanah tidak mudah dari PSSI. Ia dituntut memberikan prestasi bagi sepak bola Indonesia dan ditunjuk untuk menangani Timnas U19, Timnas U23, dan Timnas Senior sekaligus.

Pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut mendapat kontrak terhitung panjang bagi seorang pelatih Timnas Indonesia, yakni empat tahun.

Baca juga: PSSI Hormati Sikap Fakhri Husaini Tolak Jadi Asisten Shin Tae-yong

Shin Tae-yong ternyata sosok yang terkenal ramah dan tidak menjaga jarak dengan kru media.

"Ia populer di antara jurnalis-jurnalis Korsel sebagai seseorang yang sangat ramah dan tidak kaku. Ia salah satu sosok manajer papan atas Korsel yang tidak takut mempunyai hubungan dekat dengan pers," tutur Steve Han dalam korespondensi surat elektronik bersama Kompas.com.

Steve juga mengatakan kalau sang pelatih sangat hangat dan terbuka dengan siapa pun.

"Kami melihat dia sebagai sosok humoris. Ia juga bukan figur otoritatif, ini nilai lebih di masyarakat Korea. Ia bisa bergaul dengan para pemain dan terbuka kepada ide-ide baru dan perubahan," tuturnya.

Baca juga: Kakak Beradik Emas, Inzaghi Bersaudara Menggebrak Serie A dan Serie B

Kepribadian Shin yang terbuka tersebut membuatnya juga reseptif terhadap pemikiran-pemikiran anyar walau pun pengalaman melatihnya murni di kompetisi domestik Korea Selatan atau timnas Negeri Ginseng.

"Saya yakin ia akan terbuka untuk beradaptasi dengan gaya yang cocok bagi sepak bola Indonesia," ujar Steve lagi.

"Bahkan, ia sendiri yang meminta ke KFA (PSSI-nya Korea Selatan) untuk menunjuk asisten-asisten pelatih asing dan yang lebih berpengalaman," tutur pria yang telah bekerja sebagai jurnalis olahraga di Goal sejak 2008 tersebut.

Hal inilah yang membuat mantan asisten Real Madrid, Toni Grande, dan kolega-koleganya dari Spanyol bergabung dengan staff Shin di timnas Korsel.

"Shin sadar bahwa ia perlu seorang pelatih lebih berpengalaman untuk memberinya pendapat kedua," lanjutnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X