Juara Malaysia Masters 2020, Lee Yong-dae Siap Ikut Jejak Ahsan/Hendra?

Kompas.com - 12/01/2020, 20:56 WIB
Pebulu tangkis asal Korea Selatan, Lee Yong-dae, menghadiri konferensi pers Djarum Superliga Badminton 2019, di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/2/2019). KOMPAS.com/NUGYASA LAKSAMANAPebulu tangkis asal Korea Selatan, Lee Yong-dae, menghadiri konferensi pers Djarum Superliga Badminton 2019, di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/2/2019).

KOMPAS.com - Lee Yong-dae memberikan kejutan pada awal tahun ini. Salah satu pebulu tangkis paling sukses tersebut sukses menembus partai puncak turnamen Malaysia Masters 2020.

Bersama Kim Gi-jung, Lee Yong-dae tampil pada laga final turnamen tersebut yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/1/2020).

Malaysia Masters 2020 menjadi turnamen pertama yang diikuti pasangan tersebut.

Ternyata, Kim Gi-jung/Lee Yong-dae mampu menunjukkan kembali kelasnya dengan mengalahkan dua unggulan ganda putra pada babak perempat final dan semifinal.

Baca juga: Rekap Malaysia Masters 2020, China 3 Gelar hingga Kejutan Awal Tahun Lee Yong-dae

Setelah mengalahkan unggulan keempat, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) pada babak perempat final, kejutan berlanjut pada babak semifinal ketika Kim/Lee menuntaskan perlawanan unggulan kelima asal Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Ganda putra peringkat ke-36 dunia itu pun melanjutkan sensasi ketika tampil pada partai puncak.

Mereka mengakhiri puasa gelarnya setelah mengalahkan unggulan ketiga asal China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen, dengan skor 21-14, 21-16.

Kemenangan tersebut bisa saja menjadi tanda kebangkitan ganda putra Korea Selatan itu.

Ya, sejak Lee Yong-dae memutuskan rehat dari dunia bulu tangkis Internasional pada 2016, Korea Selatan seperti tidak punya tempat di pentas persaingan ganda putra dunia.

Sesekali muncul kejutan dari ganda putra Korea Selatan, tetapi belum ada yang mampu menyamakan karier dan pencapaian Lee Yong-dae dan pasangan-pasangan pendahulunya.

Yong-dae kembali ke pentas bulu tangkis pada September 2017 dengan tandem lamanya, Yoo Yeon-seong.

Lee Yong-dae/Yoo Yeon-song yang sempat digdaya pada era 2013-2016 gagal mengulangi prestasi tersebut. Mereka gagal kembali ke persaingan bulu tangkis dunia.

Pada 2018, Lee Yong-dae berhasil meraih dua gelar juara level Super 300 yakni Spain Masters dan Macau Open dengan pasangan barunya, Kim Ki-jung.

Baca juga: Menanti Berlanjutnya Kejutan Lee Yong-dae...

Secara perlahan, keduanya mulai naik peringkat. Pada pengujung 2018, Kim/Lee menduduki peringkat 71 dunia, dari sebelumnya berada di luar 100 besar.

Sepanjang musim 2019 lalu, Yong-dae/Ki-jung mengikuti 16 turnamen, 13 di antaranya hanya berakhir pada babak pertama dan babak kedua.

Pencapaian terbaik keduanya ketika berhasil melaju ke babak semifinal dalam tiga turnamen yakni Russia Open (Super 100), US Open (Super 300), dan Swiss Open (Super 300).

Kesukesan Yong-dae dan Ki-jung meraih gelar juara Malaysia Masters 2020 bisa dinilai menjadi ancaman sekaligus bisa meramaikan peta persaingan ganda putra dunia saat ini.

Pasalnya, Yong-dae punya segudang pengalaman dengan titel sebagai salah satu pemain ganda putra terbaik Korea Selatan pada eranya.

Yong-dae yang disebut sebagai raja superseries itu juga sempat membukukan rekor sebagai ganda putra nomor satu dunia selama 117 minggu bersama Yoo Yeon-seong, sebelum akhirnya dipatahkan oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.  

Meski sudah berumur 31 tahun, bukan berarti Yong-dae tak mampu lagi bersaing di dunia bulu tangkis internasional.

Sudah ada beberapa atlet bulu tangkis yang justru semakin gemilang pada usianya yang menginjak kepala tiga.

Baca juga: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Menjadi Motivasi untuk Lee Yong Dae

Salah satunya adalah pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang kembali menunjukkan taringnya sepanjang musim 2019.

Ahsan/Hendra berhasil meraih tiga gelar juara bergengsi pada tahun 2019 yakni All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals.

Diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com, prestasi Ahsan/Hendra itulah yang menjadi salah satu motivasi Yong-dae untuk bisa kembali meraih gelar juara pada turnamen level atas.

"Saya juga dapat belajar dari penampilan mereka (Ahsan/Hendra) dan terus berkompetisi dengan pemikiran bahwa saya masih mampu meraih gelar-gelar besar," kata Yong-dae.

Dengan defense yang rapat dan cerdik dalam memainkan strategi di lapangan, tampaknya Yong-dae dan Gi-jung tak lama lagi bisa mengikuti jejak Ahsan/Hendra yang mampu bersaing dengan para pemain yang jauh lebih muda dari mereka.

Bukan tak mungkin juga kita bisa melihat Lee Yong-dae kembali berduel dengan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan mempertontonkan permainan-permainan mengesankan seperti saat mereka masih menjadi rival abadi.

Selanjutnya, Lee Yong-dae/Kim Gi-jung terdaftar dalam turnamen Indonesia Masters 2020 yang berlangsung pekan depan. 

Lee Yong-dae/Kim Gi-jung akan memulai perburuan gelarnya di Indonesia Masters 2020 melalui babak kualifikasi melawan wakil Kanada, Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X