Kisah Pilu Masa Lalu Takumi Minamino, Pemain Baru Liverpool Asal Jepang

Kompas.com - 10/01/2020, 21:20 WIB
Pemain baru Liverpool, Takumi Minamino, saat berada di Anfield pada laga The Reds vs Sheffield United, Jumat (3/1/2020) dini hari WIB. AFP/PAUL ELLISPemain baru Liverpool, Takumi Minamino, saat berada di Anfield pada laga The Reds vs Sheffield United, Jumat (3/1/2020) dini hari WIB.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Terhitung sejak 1 Januari 2020, Takumi Minamino sudah resmi menjadi bagian dari skuad Liverpool.

Ia pindah dari Red Bull Salzburg, klub yang dibelanya saat berhadapan dengan Liverpool pada laga Liga Champions, Oktober 2019.

Minamino ditebus Liverpool dari RB Salzburg dengan mahar "hanya" 7,25 juta pounds (sekitar Rp 131 miliar).

Berasal dari Jepang, Minamino menyimpan kisah pilu pada masa lalu.

Ia belum genap berusia satu hari saat gempa besar mengguncang Kobe, wilayah di bagian Barat Daya Jepang, pada 17 Januari 1995 pagi.

Minamino lahir pada 16 Januari di Izumisano, salah satu daerah yang hanya berjarak 50 mil dari pusat gempa.

Baca juga: Dua Detail Penting Kedatangan Takumi Minamino ke Liverpool

Gempa Kobe, yang dijuluki Great Hanshin, tercatat memiliki kekuatan 6,9 skala richter.

Gempa tersebut menewaskan 6.434 orang dan disebut menjadi gempa terbesar kedua yang terjadi pada abad ke-20.

Di kampung halaman Minamino, ada 70.000 gedung yang hancur.

Ia pun harus tumbuh di lingkungan dengan infrastruktur yang porak poranda dan memerlukan proses pembangunan kembali yang memakan waktu tidak sebentar.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber The Sun,AS
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X