Saat Duel Iran Vs Amerika Serikat Terjadi di Arena Sepak Bola

Kompas.com - 10/01/2020, 08:04 WIB
Para suporter yang menyaksikan langsung laga penyisihan grup F Piala Dunia 1998 antara timnas Iran vs Amerika Serikat di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998. Patrick Kovarik/AFP/Getty ImagesPara suporter yang menyaksikan langsung laga penyisihan grup F Piala Dunia 1998 antara timnas Iran vs Amerika Serikat di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Iran dan Amerika Serikat adalah dua negara yang saling bermusuhan sejak tahun 1979.

Selama kurun waktu 40 tahun terakhir, tensi hubungan keduanya sempat beberapa kali memanas, termasuk sejak penghujung 2019 hingga awal Januari 2020 kali ini.

Selain terlibat konfrontasi di bidang politik dan ekonomi, Iran dan Amerika Serikat juga sempat berduel di arena olahraga, tepatnya di sepak bola.

Pada Piala Dunia 1998 di Perancis, timnas Iran dan AS harus terlibat duel karena sama-sama tergabung di grup F.

Pertandingan antara Iran vs AS berlangsung di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.

Meski keduanya bukan tim elite dalam kancah persepakbolaan dunia, duel antara Iran vs AS banyak menarik perhatian karena latar belakang hubungan kedua negara.

Bahkan, sampai ada yang menjuluki pertandingan tersebut sebagai mother of all games ataupun most politically charged game in World Cup history.

Dikutip dari The Guardian, duel melawan timnas AS jadi motivasi tersendiri bagi pemain Iran.

"Kami tidak akan kalah," kata penyerang Iran di masa itu, Khodadad Azizi.

"Banyak keluarga martir mengharapkan kita untuk menang," lanjutnya, merujuk pada banyaknya warga Iran yang tewas dalam perang antara Iran dengan negara tetangganya, Irak, yang ketika itu didukung oleh AS.

Baca juga: Kemenlu Nilai Konflik Iran-AS Belum Mengeskalasi, WNI Belum Perlu Dievakuasi

"Kami akan menang demi mereka," ucap Azizi.

Di kamp timnas AS, suasananya sedikit berbeda. Berbeda dengan pemain Iran, para pemain AS hanya menganggap laga tersebut sebagai pertandingan sepak bola biasa.

"Saya pikir itu lebih penting bagi mereka daripada kita," kata gelandang timnas AS, Tab Ramos.

"Saya belum pernah mendengar ada yang mengatakan, 'mari kita kalahkan Iran, mari kita lakukan untuk Bill Clinton," ucapnya.

Para pemain timnas Iran dan Amerika Serikat berfoto bersama sebelum laga kedua tim pada babak penyisihan grup F Piala Dunia 1998 di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.Via Goal.com Para pemain timnas Iran dan Amerika Serikat berfoto bersama sebelum laga kedua tim pada babak penyisihan grup F Piala Dunia 1998 di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.

Sementara itu, pelatih kedua tim, yakni Jalal Talebi dan Steve Sampson sangat berhati-hati memberikan pernyataan.

Keduanya berupaya menghindari topik pembicaraan di luar sepak bola.

“Saya bisa saja berbicara tentang politik tetapi itu bukan waktu yang tepat. Itu adalah Piala Dunia. Itu bukan tempat yang tepat," kata Talebi.

Sampson secara khusus diperintahkan untuk berhati-hati dengan kata-katanya.

"FIFA dan federasi sepakbola AS meminta saya untuk tidak mempolitisasi pertandingan," katanya.

“Mereka tidak ingin saya menanamkan kekerasan dan menjadikannya lebih dari apa adanya. Tapi olahraga dan politik saling terkait. Fakta bahwa kami memiliki warga Amerika yang ditawan oleh pemerintah Iran untuk jangka waktu yang lama," ucap Sampson.

"Saya sudah cukup umur untuk tahu tentang itu dan memahaminya. Tapi sebagian besar pemain terlalu muda untuk menghargai pentingnya hal itu terjadi," kata dia.

Dalam laga di Lyon, AS bertindak sebagai tim tuan rumah, sedangkan Iran sebagai tim tamu.

Menurut peraturan FIFA, tim tamu harus berjalan menuju tim tuan rumah saat sesi jabat tangan sebelum pertandingan.

Namun, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dilaporkan memberikan perintah tegas bahwa tim Iran tidak boleh berjalan melewati para pemain timnas AS.

Baca juga: Di Balik Sikap Trump yang Akhirnya Pilih Menarik Diri dari Peluang Perang dengan Iran...

Perangkat pertandingan bernegosiasi dengan tim AS. Akhirnya, tim negeri Paman Sam yang berjalan menuju pemain Iran.

Selama seremonial jelang laga yang ditata dengan sangat hati-hati, para pemain Iran sempat menghadiahkan mawar putih kepada lawan mereka itu sebagai simbol perdamaian.

Pemain kedua tim sempat berbaur dan berfoto bersama.

"Saya akan ingat foto itu selama sisa hidup saya," kata Talebi.

“Kami bukan musuh. Kita bisa bermain bersama, saling menghormati, saling berjabat tangan, bertukar selamat, dan beralih ke permainan berikutnya"

"Kami melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa kami memiliki sejarah membanggakan untuk diri kami sendiri. Kami tidak ada di sana untuk bertarung. Kami ada di sana untuk pertandingan olahraga," pungkas Talebi.

Para pemain timnas Iran merayakan gol ke gawang Amerika Serikat pada laga penyisihan Grup F Piala Dunia 1998 di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.fifamuseum.com Para pemain timnas Iran merayakan gol ke gawang Amerika Serikat pada laga penyisihan Grup F Piala Dunia 1998 di Stade de Gerland, Lyon, 21 Juni 1998.

Pertandingan Iran vs AS pada akhirnya berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim Negeri Para Mullah.

Dua gol kemenangan Iran dicetak Hamid Reza Estili (41') dan Mehdi Mahdavikia (83').

Adapun satu-satunya gol tim AS dicetak Brian McBride (87').

Pada akhir fase grup, baik Iran dan AS sama-sama harus tersingkir karena gagal bersaing dengan Jerman dan Yugoslavia.

Namun, kemenangan atas AS membuat Iran terhindar jadi juru kunci grup F.

Sejak 1998 hingga saat ini, timnas Iran dan AS belum pernah lagi bertemu dalam sebuah turnamen resmi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X