Kerusuhan di Bukit Jalil, Indonesia Dihukum Lebih Berat dari Malaysia

Kompas.com - 09/01/2020, 02:00 WIB
Mohamadou Sumareh (tengah) berduel dengan Bayu Gatra (kanan) dan Gavin Kwan Adsit  pada laga Malaysia Vs Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa 19 November 2019, AFP/ KAMARUL AKHIRMohamadou Sumareh (tengah) berduel dengan Bayu Gatra (kanan) dan Gavin Kwan Adsit pada laga Malaysia Vs Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa 19 November 2019,

Selain itu, laga Malaysia vs Indonesia itu sekaligus menjadi akhir dari masa jabatan pelatih Simon McMenemy.

Simon memilih untuk tidak mendampingi timnas Indonesia di pinggir lapangan karena dikabarkan kecewa dengan keputusan PSSI yang memecatnya.

Pelatih asal Skotlandia tersebut mendapat kabar dipecat dua hari setelah Ketum PSSI yang baru, Mocahmmad Iriawan, terpilih.

Pada akhirnya Indonesia kalah 0-2 dari Malaysia dan harus merelakan tempat di Piala Dunia 2022 setelah tak bisa lagi bersaing dengan para kontestan lain di grup.

Setelah lima laga berlalu, Indonesia tak meraih satu pun poin kemasukan tiga gol dan kebobolan 13 dengan tiga laga masih harus dimainkan.

Halaman:


Sumber FIFA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X