Anak Evander Holyfield Akan Menjadi Bintang Serial Dokumenter

Kompas.com - 09/01/2020, 00:05 WIB
Pose kemenangan Evan Holyfield setelah wasit Robert Hoyle menyatakannya menang TKO atas Nick Winstead di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, 2 November 2019. AFP/STEVE MARCUSPose kemenangan Evan Holyfield setelah wasit Robert Hoyle menyatakannya menang TKO atas Nick Winstead di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, 2 November 2019.

KOMPAS.com - Kedua anak Evander Holyfield, Evan dan Elijah, akan menjadi bintang acara dokumenter berjudul "Legacy" yang akan dibuat oleh Vudu, layanan video digital Walmart, serta Whistle, sebuah perusahaan hiburan dan media Amerika Serikat.

Legacy akan mengikuti kehidupan sehari-hari atlet muda berbakat yang memiliki satu kesamaan: Mereka adalah anak atlet terkenal yang tengah membangun namanya di dunia olahraga.

Evan Holyfield mengikuti langkah bapaknya dalam turun ke dunia tinju profesional sementara Elijah banting setir untuk menjajal karier sebagai atlet NFL.

Baca juga: Media Malaysia Puji Kemenangan Magis Man/Tan Atas Praveen/Melati

Selain Evan dan Elijah, dokumenter yang akan berlangsung delapan episode ini juga akan mengikuti kehidupan Zaire Wade, anak dari pebasket Amerika Serikat Dwyane Wade, serta Vashti Cunningham, anak Randall Cunningham, atlet lompat tinggi yang akan bersaing di Olimpiade 2020.

"Saya bangga bisa menjadi bagian dari Legacy dan menghadirkan perjalanan olahraga anak saya ke atlet-atlet muda berbakat lainnya," tutur Dwyane Wade yang 13 kali terpilih ke dalam tim NBA All-Star tersebut di Boxingscene.com.

Baca juga: Apa Motivasi Jesse Lingard Bekerja Sama dengan Mino Raiola?

"Saya harap serial dokumenter ini akan memberi inspirasi kepada para penonton sehingga mereka terinspirasi dan bisa bekerja keras serta menunjukkan dedikasi tinggi yang diperlukan untuk mengubah mimpi menjadi realita," lanjutnya.

Anak Evan Holyfield telah menjalani dua pertarungan profesional sejak melakukan debutnya pada November 2019.

Pertama, petinju berusia 22 tahun ini hanya membutuhkan 16 detik untuk mengalahkan Nick Winstead pada partai perdananya sebelum mengalahkan Henry Mendez dengan TKO kurang dari sebulan kemudian.

Kemenangan Evan pada debutnya cukup mengundang kontroversi.

Partai Evan Holyfield vs Nick Winstead di kelas super welterweight merupakan undercard jelang duel akbar Saul "Canelo" Alvarez vs Sergey Kovalev.

Baca juga: Anthony Joshua Sindir Deontay Wilder: Kenapa Dia Tak Bisa Unifikasi Gelar?

Keputusan wasit Robert Hoyle yang tergesa-gesa untuk menghentikan pertarungan membuat kemenangan debut Evan Holyfield ini dianggap kontroversial.

Evan Holyfield melepaskan serangkaian pukulan yang menyebabkan Winstead terjatuh hanya 12 detik pada pertarungan yang dijadwalkan berlangsung empat ronde tersebut.

Evan melepaskan pukulan keras kanan ke badan, tiga pukulan kanan ke kepala, hook kiri, dan pukulan tangan kanan ke kepala yang membuat Winstead goyang lalu terjatuh.

Winstead (0-2) berusaha bangun tetapi wasit Robert Hoyle lebih dulu menghentikan pertarungan pada detik ke-16 kendati pemuda asal Louisiana ini sempat bangkit.

"Sudah berakhir? Anda seharusnya memberi Nick kesempatan bukan?" Ujar komentator pertarungan di DAZN.

"Ya, ia seharusnya mendapat kesempatan. Evan keluar dengan kuat tetapi Winston juga tangguh, ia ingin menghentak dunia hari ini," tutur komentator satunya.

Baca juga: Bob Arum: Wilder Itu Petinju Terburuk tetapi Dia Punya Tangan Laser

Steve Smoger, wasit tinju profesional asal Amerika Serikat yang menjadi bagian dari tim siaran DAZN, mengatakan hal sama.

Ia bahkan bilang bahwa sang pengadil melakukan kesalahan elementer.

"Sangat prematur. Wasit seharusnya memberi Winstead kesempatan untuk bertarung. Robert Hoyle adalah wasit junior, ini tahun pertamanya mewasiti dan ia membuktikan diri kurang berpengalaman," tutur Smoger.

"Ia benar-benar tidak memberi anak muda itu kesempatan untuk bangkit." Hal serupa juga dikatakan banyak penggemar tinju di media sosial, yang mengatakan kalau Evan Holyfield mendapatkan privilese berkat nama besar ayahnya.

Evan Holyfield memilih Main Events untuk mewakilinya, promoter sama yang berhasil mengorbitkan nama sang ayah di dunia tinju profesional.

Evander Holyfield merupakan juara dunia tinju kelas berat 5 kali dan seorang legenda tulen di dalam ring.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X