Kompas.com - 24/12/2019, 23:40 WIB
Pelatih kepala Chelsea, Inggris, Frank Lampard, memberi isyarat pada touchline selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Everton dan Chelsea di Goodison Park Pelatih kepala Chelsea, Inggris, Frank Lampard, memberi isyarat pada touchline selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Everton dan Chelsea di Goodison Park

 

KOMPAS.com - Bek Chelsea, Antonio Rudiger, menjadi sasaran komentar pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho.

Karena Rudiger, anak asuh Mourinho, Son Heung-min diganjar kartu merah oleh wasit saat pertandingan Tottenham Hotspur vs Chelsea di pentas Liga Inggris yang berkesudahan 0-2 untuk kemenangan tim tamu.

Son diusir dari lapangan pada menit ke-62 karena dianggap menendang perut Rudiger.

"Saya harap Rudiger akan sembuh dari patah tulang rusuk karena dia sudah pasti akan mengalami patah tulang rusuk," sindir Mourinho dikutip Mirror.

Baca juga: Tottenham Vs Chelsea, Lampard Jelaskan Perubahan ke 3-4-3

"Rudiger sudah pasti sedang menjalani pemindaian di rumah sakit karena patah tulang rusuk karena itu adalah situasi yang sangat keras," tambah Mou, sapaan akrab Jose Mourinho.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal demikian, pelatih Chelsea, Frank Lampard, buka suara.

Lampard mengungkapkan rasa kecewanya terhadap komentar Mourinho soal Rudiger karena ulah Son Heung-min.

Menurut eks pemain Chelsea dan Manchester City itu, Mou menuduh Rudiger bermain-main agar Son dapat kartu merah.

"Sangat umum, tentu saja apa yang saya dengar dalam komentar dan refleksi pascalaga adalah bahwa insiden Son (Heung-min) adalah kartu merah," kata Lampard dikutip Sportskeeda.

Baca juga: Tottenham Vs Chelsea, Mourinho Mengakui Keunggulan Sang Mantan

"Itu tidak brutal tetapi secara naluriah dan itu menjamin kartu merah di zaman modern," sambung dia.

"Sudah cukup jelas itulah masalahnya. Saya tidak akan mempertanyakan integritas Toni (Antonio Rudiger) tentang itu," tandasnya.

Sebaliknya, Lampard mengungkapkan Tottenham Hotspur juga bermain "kotor" untuk mendapatkan hadiah penalti.

"Saya pikir ada beberapa insiden dalam 15 menit terakhir pertandingan, di mana para pemain Tottenham bermain di kotak mencoba untuk memenangi penalti," beber dia.

Baca juga: 5 Fakta Tottenham vs Chelsea, Noda Mourinho hingga Kartu Merah Son

"Jadi kita bisa membuka debat itu, bukan hanya kartu merah tapi pada insiden mini di banyak pertandingan. Saya benar-benar membela Toni," kata Lampard lagi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.