Kompas.com - 20/12/2019, 07:39 WIB
Ayi Farid Wajdi, Chief of Distribution and Broadcast Mola TV, berbicara pada acara peluncuran kerja sama Mola TV dengan Matrix TV dan MIX di Jakarta, Kamis (18/7/2019).
KOMPAS.com/Firzie A. IdrisAyi Farid Wajdi, Chief of Distribution and Broadcast Mola TV, berbicara pada acara peluncuran kerja sama Mola TV dengan Matrix TV dan MIX di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Akan tetapi, upaya-upaya sebagaimana disebutkan di atas tetap diabaikan.

“Kami sudah bersikap kooperatif dan melakukan upaya persuasif, namun mereka tetap melanggar. Terpaksa kami harus tegas. Langkah ini sebagai bukti bahwa kami tidak mau neko-neko terkait penegakan hukum," kata Uba Rialin kepada wartawan.

"Bukan hanya dari sisi pidana dan ekonomi, nama Indonesia juga bisa tercoreng karena kami sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal," katanya.

Baca juga: Mola TV Pegang Hak Siar Euro 2020 dan Kualifikasi Piala Asia U-16

“Pihak Liga Inggris kerap mendeteksi pelanggaran hak intelektual atas penayangannya di Indonesia dan mereka akan terus meningkatkan usaha mereka untuk menindak mereka yang melanggar hak intelektual ini," tuturnya lagi.

Pelaku pelanggaran, menurut Rialin, dapat dijerat Pasal 113 Ayat (3) jo. Pasal 9 huruf ayat (1) Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana maksimal hingga 4 (empat) tahun penjara dan denda hingga Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Lebih lanjut, tim kuasa hukum MOLA TV menyatakan bahwa selain illegal streaming, pihaknya juga sudah melaporkan sejumlah operator TV kabel di daerah yang 'mencuri' siaran (menayangkan konten) Liga Inggris tanpa izin tertulis dari MOLA TV ataupun tanpa bekerja sama secara resmi dengan MOLA TV.

Sama dengan pelaku illegal streaming, terhadap para operator TV kabel tersebut di atas, pihak MOLA TV sudah melayangkan somasi terlebih dahulu.

Sayangnya, mereka tidak bersikap kooperatif.

"Perlu dipahami, kami bertindak sesuai prosedur karena pada dasarnya saat melayangkan somasi, kami sebenarnya membuka pintu dialog dan kerja sama. Ternyata mereka juga menganggap angin lalu," ujar Rialin.

Baca juga: Mola TV Pegang Hak Siar Euro 2020 dan Kualifikasi Piala Asia U-16

Pada kesempatan itu, Rialin mengingatkan pihak-pihak yang selama ini telah dan masih terus menayangkan siaran Liga Inggris secara ilegal atau tanpa izin tertulis dari MOLA TV untuk segera menghentikan kegiatannya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.