4 Cabor Non-Olimpiade yang Jadi Tambang Emas Filipina pada SEA Games

Kompas.com - 12/12/2019, 21:21 WIB
Defile kontingen Indonesia dalam pembukaan SEA Games 2019 di Philippine Arena, Bulacan, Filipina, Sabtu (30/11/2019). Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 11 Desember 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDefile kontingen Indonesia dalam pembukaan SEA Games 2019 di Philippine Arena, Bulacan, Filipina, Sabtu (30/11/2019). Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 11 Desember 2019.

KOMPAS.com - SEA Games 2019 telah usai dan ditutup pada Rabu (11/12/2019).

Tuan rumah Filipina tampil sebagai juara umum, situasi yang hampir rutin terjadi dalam SEA Games.

Selama SEA Games 20 tahun terakhir, hanya ada empat tuan rumah yang gagal menjadi juara umum.

Keempatnya yakni Brunei Darussalam pada 1999, Laos 2009, Myanmar 2013, dan Singapura 2015.

Keempat SEA Games tersebut dimenangkan oleh Thailand.

Thailand tercatat menjadi satu-satunya negara yang bisa menjadi juara umum di luar negaranya sendiri selama 20 tahun terakhir SEA Games.

Baca juga: 16 Tahun SEA Games, Indonesia Sulit Ungguli Thailand dan Vietnam

Khusus di Filipina tahun 2019, tercatat ada 56 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Jumlah tersebut menjadikan SEA Games 2019 sebagai edisi dengan jumlah cabor paling banyak dalam sejarah.

Lima puluh enam cabor yang dipertandingkan di Filipina ini juga jauh lebih banyak dibanding yang ada di Olimpiade.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

—Hari ini (11/12) kontingen Merah Putih telah mengemas total 266 medali dengan rincian 72 medali emas, 83 medali perak, dan 111 medali perunggu. Dengan perolehan tersebut, maka Indonesia meraih posisi ke - 4 pada SEA Games ke - 30 tahun 2019 ini. . . Terlepas dari hasil akhir yang diperoleh hari ini, yang perlu kita ingat adalah bahwa atlet kita telah berjuang, segala upaya terbaik telah dikerahkan. Adalah wajar hadirnya kalah dan menang dalam suatu pertandingan, namun bukan berarti evaluasi tidak akan dilakukan. . . SEA Games tahun ini memang sudah berakhir, akan tetapi dukungan akan terus mengalir, untuk perjuangan-perjuangan yang akan kalian lalui di tiap - tiap panggung olahraga dunia. . . Mengemban tugas besar untuk mengharumkan nama bangsa tidaklah mudah. Atas segala sumbangsih, masyarakat Indonesia mengucapkan TERIMA KASIH. . Teruntuk Para Pahlawan Olahraga, Tetaplah Semangat Meraih Prestasi untuk Indonesia! . #Kemenpora #SEAGames2019 #PemudaMajuOlahragaJaya.

A post shared by Kemenpora RI (@kemenpora) on Dec 10, 2019 at 8:09pm PST

Jika mengacu ke Olimpiade 2020 di Tokyo, hanya ada 33 cabor yang akan dipertandingkan.

Dari beberapa cabor non-Olimpiade yang dipertandingkan dalam SEA Games 2019, tercatat ada empat yang menjadi tambang emas Filipina.

Secara keseluruhan, Filipina menjadi juara umum dengan koleksi 149 emas.

Filipina unggul atas Vietnam yang menjadi runner-up dengan 98 emas, disusul Thailand dengan 92 emas.

Indonesia harus puas berada di peringkat keempat dengan 72 emas.

Berikut 4 cabor non olimpiade yang menjadi tambang emas Filipina:

1. Arnis

Arnis adalah seni bela diri tradisional Filipina yang menggunakan senjata berupa tombak atau pedang.

Pada SEA Games 2019, hanya ada empat negara yang berpartisipasi pada cabor ini, yakni Filipina, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam.

Dari 20 emas yang diperebutkan, 14 diantaranya berhasil disabet Filipina. Sisanya dibagi, masing-masing 4 untuk Vietnam, dan Myanmar dan Kamboja memperoleh masing-masing 1 emas.

2. Dansa

Dansa menjadi cabor non-Olimpiade lainnya yang menjadi tambang emas Filipina.

Cabor ini hanya diikuti lima negara, masing-masing Filipina, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Dari 13 medali emas yang diperebutkan, 10 disabet Filipina. Vietnam hanya mendapat 2 emas, dan 1 emas sisanya diraih Malaysia.

3. Obstacle Race

Obstacle race atau lari halang rintang ekstrim merupakan cabor yang memadukan latihan dasar militer. Peserta harus mampu melewati segala rintangan untuk menuju garis finis.

Pada SEA Games 2019, hanya ada empat negara yang mengikuti cabor ini, salah satunya Indonesia.

Selain tuan rumah, dua negara lainnya adalah Malaysia dan Laos.

Filipina berhasil memborong habis 6 medali emas yang diperebutkan.

4. Wushu

Meski dipertandingkan dalam Asian Games, wushu bukanlah cabor yang ada di Olimpiade.

Pada SEA Games 2019, hampir seluruh negara peserta mengikuti cabor ini, kecuali Kamboja dan Timor Leste.

Dari 16 medali emas yang diperebutkan, 7 diantaranya berhasil disabet Filipina. Adapun Indonesia hanya meraih 2 emas.

Suasana pembukaan SEA Games 2019 di Philippine Arena, Bulacan, Filipina, Sabtu (30/11/2019). Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 11 Desember 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suasana pembukaan SEA Games 2019 di Philippine Arena, Bulacan, Filipina, Sabtu (30/11/2019). Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 11 Desember 2019.

Selain 4 cabor non-Olimpiade, sebenarnya masih ada beberapa cabor Olimpiade yang menjadi tambang emas Filipina.

Cabor tersebut seperti atletik dengan 11 emas, tinju dengan 7 emas, skateboard dengan 6 emas, dan Taekwondo dengan 8 emas.

SEA Games akan berlangsung kembali pada tahun 2021 mendatang. Kali ini giliran Vietnam yang akan menjadi tuan rumah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya