Borneo FC Vs Persib, Robert Rene Alberts Tolak Anggapan Persib Inkonsisten

Kompas.com - 11/12/2019, 12:40 WIB
Para pemain Persib Bandung merayakan gol pertama ke gawang Arema FC, saat kedua tim bertemu pada laga tunda pekan ke-21 Liga 1 2019, Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPara pemain Persib Bandung merayakan gol pertama ke gawang Arema FC, saat kedua tim bertemu pada laga tunda pekan ke-21 Liga 1 2019, Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/11/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Performa Persib Bandung jelang berakhirnya Liga 1 2019 dinilai sedang menurun.

Jelang laga Borneo FC vs Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019) nanti, Maung Bandung tercatat gagal menang dalam 4 laga terakhir.

Dalam 4 laga tersebut, Persib mencatatkan hasil dua kali imbang dan dua kekalahan.

Persib ditahan imbang Barito Putera dan PSS Sleman dengan skor identik 0-0. Adapun kekalahan mereka didapat saat jumpa Bali United (2-3) dan Persela Lamongan (0-2).

Baca juga: Pesan Ketum PSSI untuk Timnas U23 Indonesia Usai Kalah dari Vietnam

Padahal, sebelumnya Persib sempat tak terkalahkan dalam enam pertandingan beruntun, dengan hasil lima kali menang dan satu imbang.

Melihat performa Persib yang menukik saat ini, banyak pihak menganggap performa mereka inkonsisten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Performa minor mereka belakangan ini dinilai tidak jauh berbeda dengan kiprah saat putaran pertama lalu.

Kendati demikian, Robert Rene Alberts menolak anggapan timnya mengalami inkonsistensi performa.

Menurut Robert, timnya hanya mengalami permasalahan mental ketika berhadapan dengan ekspektasi publik.

"Saya sangat tidak setuju dengan anggapan permainan kami yang inkonsistensi. Ketika kami kalah, kami tidak bisa memikul ekspektasi tinggi sehingga tidak bermain dengan baik," kata Alberts, Selasa (10/12/2019).

Dalam empat laga terakhir yang dilakoni Persib, Alberts menilai timnya tak selalu tampil inferior.

Ia mengambil contoh ketika kalah dari Bali United, Persib sejatinya tampil baik dan mampu mengimbangi permainan tuan rumah.

Hanya saja, dalam laga tersebut, Persib harus menelan kekalahan lantaran beberapa faktor.

Salah satunya yakni pertandingan yang digelar terlalu malam. Menurut dia, konsentrasi pemain buyar pada menit akhir karena kelelahan.

Begitu pula saat ditahan imbang PSS. Menurut Alberts, Persib bisa mendominasi jalannya pertandingan.

Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat Maung Bandung gagal mengamankan kemenangan.

"Kami bisa bermain dengan baik ketika melawan Sleman dan begitu pula ketika di Bali. Tetapi penurunan performa terjadi karena kick-off digelar pada 21.30 dan itu terlalu malam," ucap Alberts.

"Bukan saya mencari alasan, kami melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi ada sedikit kesalahan dan agak kurang konsisten dalam memainkan sepak bola."

Meski begitu, Alberts tak menampik bahwa Persib tampil di bawah performa saat melawan Persela.

Menurut pelatih asal Belanda itu, saat kalah dari Persela, Omid Nazari dkk tampil sangat mengecewakan.

Alberts juga mengatakan bahwa performa yang ditunjukkan anak asuhnya saat melawan Persela merupakan performa terburuk yang ditunjukkan Persib sepanjang musim ini.

"Kami bermain buruk hanya ketika melawan Lamongan di kandang, jadi saya tidak setuju dengan anggapan kami bermain inkonsisten," tutur Alberts.

"Kami bermain baik, tetapi tidak bisa mencetak gol dan saya yakin bisa meraih hasil yang lebih baik," ujar dia.

Baca juga: Kejutan dari Pemain Chelsea untuk Bintang Timnas U-19 Indonesia

Persib sendiri bertekad untuk menghentikan paceklik kemenangannya saat bertandang ke markas Borneo FC, dalam lanjutan pertandingan pekan ke-32 Liga 1 2019.

Pertandingan antara Borneo FC vs Persib akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada hari ini pukul 17.45 WIB.

Maung Bandung menargetkan kemenangan dalam laga tersebut, untuk menjaga peluang untuk mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 di posisi lima besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama '2020' meski Digelar 2021?

Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama "2020" meski Digelar 2021?

Sports
Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Badminton
Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Liga Lain
Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Sports
Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Badminton
Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sports
Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Sports
Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Badminton
Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Badminton
Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Badminton
5 Klub Kompak Desak Bergulirnya Liga 1 2021

5 Klub Kompak Desak Bergulirnya Liga 1 2021

Liga Indonesia
Thrill Bicycle, Sepeda Buatan Indonesia yang Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

Thrill Bicycle, Sepeda Buatan Indonesia yang Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Terhenti di Semifinal, Kevin Cordon Harus Akui Ketangguhan Viktor Axelsen

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Terhenti di Semifinal, Kevin Cordon Harus Akui Ketangguhan Viktor Axelsen

Badminton
Perjuangan di Olimpiade Tokyo Selesai, Ahsan Kirim Pesan Menyentuh

Perjuangan di Olimpiade Tokyo Selesai, Ahsan Kirim Pesan Menyentuh

Badminton
Kapan Transfer Raphael Varane ke Manchester United Tuntas?

Kapan Transfer Raphael Varane ke Manchester United Tuntas?

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X