Pelatih Kecewa dengan Performa Fajar/Rian pada SEA Games 2019

Kompas.com - 10/12/2019, 19:20 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan bawah) dan Muhammad Rian Ardianto (atas) mengembalikan kok ke arah ganda putra Malaysia Aaron Chia Teng Fong dan Soh Wooi Yik dalam final bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANGanda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan bawah) dan Muhammad Rian Ardianto (atas) mengembalikan kok ke arah ganda putra Malaysia Aaron Chia Teng Fong dan Soh Wooi Yik dalam final bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

KOMPAS.com - Rangkaian pertandingan bulu tangkis SEA Games 2019 sudah selesai digelar pada Senin (9/12/2019).

Indonesia berhasil meraih tiga medali emas dan dua medali perak dari nomor beregu dan perorangan.

Medali emas pertama dari bulu tangkis diraih oleh tim beregu putra usai mengalahkan Malaysia 3-1 dalam final beregu SEA Games 2019.

Sementara dua medali emas lainnya diraih oleh ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Adapun medali perak diraih oleh tim beregu putri dan tunggal putri Ruselli Hartawan.

Baca juga: Final SEA Games 2019 Indonesia Vs Vietnam, Asa Merah Putih Tambah Emas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari sektor ganda putra, Indonesia membawa pulang medali perunggu dari pasangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Pencapaian tersebut merupakan hasil terbaik yang diraih ganda putra setelah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi unggulan satu terhenti pada babak perempat final.

Dalam babak semifinal, Wahyu/Ade dihentikan oleh unggulan kedua asal Malaysia yakni Aaron Chia/Soh Wooi Yik usai bermain tiga gim dengan skor 12-21, 21-18, 19-21.

Melihat hasil baik yang diraih Wahyu/Ade, kepala pelatih ganda putra menyebut permainan kedua anak asuhnya sudah baik dan maksimal.

"Menurut saya mereka main sudah benar dan maksimal. Walaupun kalah saya surprise dengan penampilan mereka," kata Herry Iman Pierngadi, dikutip dari Badminton Indonesia.

"Karena kan main bagus tidak selalu menang, atau main jelek pasti kalah. Mereka hanya kurang beruntung pada poin tertentu," lanjutnya.

Herry juga mengatakan bahwa Wahyu/Ade memiliki potensi untuk tampil lebih baik pada masa depan.

Dia juga menyebut bahwa level permainan Wahyu/Ade juga tidak berbeda jauh dengan dua ganda putra terbaik yang Indonesia miliki saat ini yakni Marus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

"Level mereka tidak terlalu jauh dengan ganda putra terbaik yang kita miliki saat ini. Tapi memang karena ranking mereka terlalu jauh, jadi saat turnamen pada babak-babak awal drawing-nya sudah ketemu pemain papan atas," ucap Herry.

Meski demikian, Herry tetap menegaskan bahwa Wahyu/Ade masih butuh latihan untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.

Berbeda dengan Wahyu/Ade, Herry justru mengatakan bahwa dia merasa tidak puas dengan performa Fajar/Rian selama SEA Games 2019.

Pasangan yang diandalkan untuk nomor perorangan justru tidak bisa mengeluarkan permainan maksimal mereka di lapangan.

Baca juga: Chelsea Vs Lille, Laga Hidup Mati The Blues

"Buat Fajar/Rian, penampilan mereka tidak baik dan terus merosot. Mereka harus memperbaiki semuanya. Baik dari segi teknik, mental, dan semuanya," ucap Herry.

"Kalau enggak tahun depan mereka bisa tersusuk Wahyu/Ade atau bahkan sama Leo (Rolly Carnando)/Daniel (Marthin). Karena tahun depan kesempatan akan terus terbuka," lanjutnya.

Herry mengungkapkan bahwa hasil SEA Games ini menjadi warning bagi Fajar/Rian. Pasalnya, mereka kini berada di lima besar dunia tetapi kualitas permainannya belum cukup baik.

"Ini warning buat mereka sendiri. Karena mereka saat ini sudah masuk lima besar dunia, tetapi kualitas permainannya masih kurang sesuai. Saya kecewa sekali dengan penampilan mereka di SEA Games saat ini," tegas Herry.

Kepala pelatih ganda putra tersebut juga akan terus membantu Fajar/Rian untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika bertanding.

"Kepercayaan diri mereka masing-masing harus ditingkatkan. Waktu beregu penampilan Rian di bawah performa sekali. Begitu main perorangan sudah lumayan, tetapi gantian Fajarnya yang kurang," kata Herry.

"Jadi gantian terus. Dua-duanya harus introspeksi diri masing-masing," ucap Herry menutup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Internasional
Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Badminton
Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Sports
Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Sports
Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Liga Indonesia
Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Badminton
Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Sports
Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Badminton
Kata Olivier Giroud soal Duet dengan Ibrahimovic dan Takdir AC Milan

Kata Olivier Giroud soal Duet dengan Ibrahimovic dan Takdir AC Milan

Liga Italia
komentar di artikel lainnya