5 Hal Menarik dari Laga Manchester United Vs Tottenham

Kompas.com - 05/12/2019, 21:45 WIB
Jose Mourinho memerhatikan timnya bertanding pada pertandingan Manchester United vs Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford 4 Desember 2019. AFP/OLI SCARFFJose Mourinho memerhatikan timnya bertanding pada pertandingan Manchester United vs Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford 4 Desember 2019.

KOMPAS.com - Jose Mourinho tumbang pada laga pertamanya kembali ke Old Trafford setelah menjadi manajer Tottenham Hotspur, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB.

Manchester United menang 2-1 untuk merusak comeback pelatih asal Portugal tersebut. Dua gol Marcus Rashford hanya dapat dibalas sekali oleh Dele Alli.

Hasil tersebut membuat Man United mengoleksi 21 poin, melompati Tottenham Hotspur (20 poin) di klasemen sementara Liga Inggris.

Berikut adalah lima hal menarik dari pertandingan medio pekan Premier League tersebut.

1. Manchester United Menghadirkan Permainan Terbaik Melawan Tim Terbaik

Musim ini, pasukan Ole Gunnar Solskjaer tampil gemilang di kandang sendiri kala menghadapi tim-tim papan atas. 

Sebelum mengalahkan Tottenham, Man United juga menang 1-0 atas Leicester City dan menjinakkan Chelsea 4-0 pada laga pertama musim.

Baca juga: Manchester United Masih Ingin Beli Pemain Super Bintang, tetapi...

Kedua tim tersebut menghuni empat besar klasemen. Bahkan, Leicester City asuhan Brendan Rodgers ini menghuni peringkat kedua klasemen sementara melewati Manchester City.

Kendati tak menang, Marcus Rashford cs juga bermain brilian kala menahan Liverpool 1-1 pada 20 Oktober 2019.

Man United berhasil mematahkan rentetan 18 kemenangan liga Liverpool dengan hasil tersebut dan bahkan bisa menang apabila tidak karena gol Adam Lallana lima menit sebelum bubar.

2. Marcus Rashford Jangan Sampai Cedera (Setidaknya sampai Januari)

Marcus Rashford mencetak gol kedelapan dan kesembilannya di Liga Inggris musim ini pada laga melawan Manchester United.

Ia mencetak jumlah gol sama dengan tiga pemain berikutnya di daftar pencetak gol terbanyak Man United, yakni Anthony Martial, Daniel James, dan Scott McTominay.

Padahal, Marcus Rashford hanya bisa mencetak satu gol open play dari 18 pertandingan bersama Man United hingga awal Oktober 2019.

Baca juga: Ditanya Soal Jack Grealish, Ini Jawaban Ole Gunnar Solskjaer

Performa mengkhawatirkan Rashford ketika itu sampai membuat legenda Man United, Gary Neville, berbicara. Mantan bek kanan ini meminta Rashford untuk diistirahatkan karena sang pemain terlihat letih dan kehilangan rasa percaya diri.

Dengan kebugaran Anthony Martial yang jauh dari prima, Man United tak bisa kehilangan jasa Marcus Rashford setidaknya sampai jendela transfer Januari dibuka.

3. Scott McTominay dan Fred Kombinasi Prima di Tengah

Kembalinya Scott McTominay untuk mendampingi Fred menjadi salah satu alasan Man United begitu mendominasi Spurs di lapangan tengah untuk sejam pertama pertandingan.

Fred, sebagai pemain terakhir di depan gawang David De Gea, juga sempat mengeblok tembakan Son Heung-min saat Man United tengah bertahan.

Namun, ia juga pemain yang paling banyak melepas operan (15) pada sepertiga serangan Manchester United sepanjang pertandingan dengan akurasi umpan 94 persen.

Hal ini menunjukkan betapa ia sangat mobile melahap ruang di Old Trafford.

Baca juga: Freddie Ljungberg di Arsenal, Si Cerdas dan Anti Alkohol

Seperti Fred, peran McTominay juga luar biasa kontra Spurs. Sang gelandang bertahan hanya sekali dilewati lawan sepanjang pertandingan dan ia memberikan keseimbangan di lini tengah Setan Merah.

Pemain berusia 22 tahun itu cepat mendekati sosok gelandang kelas dunia yang dibutuhkan Manchester United di tengah absensinya Paul Pogba.

4. Jose Mourinho Bermain Ofensif di Kandang Tim Rival

Jose Mourinho hanya berhasil mencetak satu gol dari tujuh laga tandang pertamanya ke tim-tim big six saat menukangi Manchester United. 

Namun, Mourinho tampil dengan line up menyerang di Old Trafford. Timnya praktis bermain tanpa gelandang bertahan murni. Ia memilih Moussa Sissoko untuk mendampingi Harry Winks di tengah lapangan.

Mou menurunkan kuartet Harry Kane, Dele Alli, Son Heung-min, dan Lucas Moura di lini depan.

Keputusan ini menjadi salah satu alasan kenapa Man United begitu mendominasi di tengah lapangan apalagi dengan positioning Moussa Sissoko lebih sering ke kanan untuk melapisi lari-lari overlapping Serge Aurier.

Padahal, Mourinho memiliki Eric Dier dan Juan Foyth yang bisa turun sebagai gelandang untuk melapisi pertahanannya. Kedua pemain itu melewati 90 menit di bangku cadangan.

5. Dele Alli Gantikan Peran Harry Kane

Dele Alli mencetak gol indah pada malam hari itu di Old Trafford. Gol tersebut merupakan yang keempat dari tiga penampilan terakhirnya bersama Tottenham setelah ia hanya mencetak 2 gol dari 24 pertandingan sebelumnya.

Sebaliknya, Harry Kane hampir tak bisa berbicara apa-apa di Teater Impian. Bahkan, dalam empat laga terakhir, Harry Kane hanya berhasil mencatatkan 5 tembakan di dalam kotak penalti.

Jumlah itu hanya ke-14 terbaik di Premier League dalam periode waktu sama dan kalah jauh dari nama pertama di daftar tersebut, Raul Jimenez (18 tembakan).

Dari empat laga terakhir, Harry Kane hanya berhasil mencetak satu gol padahal dalam rentang itu Spurs menghadapi Sheffield United, West Ham, dan Bournemouth sebelum laga kontra Man United.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X