Seri Kontra Aston Villa, Kebusukan Man United Muncul Lagi

Kompas.com - 02/12/2019, 15:20 WIB
Ekspresi Ole Gunnar Solskjaer usai Manchester United ditahan imbang AZ Alkmaar pada hari Kamis (3/10/2019). Solskjaer akan memimpin timnya di laga Man United vs Liverpool di Old Trafford, Minggu (20/10/2019). twitterEkspresi Ole Gunnar Solskjaer usai Manchester United ditahan imbang AZ Alkmaar pada hari Kamis (3/10/2019). Solskjaer akan memimpin timnya di laga Man United vs Liverpool di Old Trafford, Minggu (20/10/2019).

KOMPAS.com - Manchester United hanya dapat bermain 2-2 kontra tim promosi Aston Villa pada Minggu (1/12/2019). Pertandingan tersebut memunculkan beberapa kelemahan sama yang telah menghantui pasukan Setan Merah sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer.

Hasil di Old Trafford tersebut membuat Manchester United terjebak dengan 18 poin dari 14 laga, perolehan terburuk setelah 14 pertandingan sejak musim 1988-1989.

Sebagai perspektif, dari semua pemain Man United yang turun pada laga kontra Aston Villa tersebut, hanya Juan Mata yang telah lahir pada musim saat Man United akhirnya finish peringkat ke-11 di Liga Inggris tersebut.

Perolehan 18 poin juga masih membuat Man United lebih dekat ke Southamptoon di zona merah (6 poin) ketimbang ke Liverpool di puncak klasemen (22 poin).

Baca Juga: Petinju Kelas Berat China Comeback dan Menang dengan Keputusan Mutlak

Man United hanya mengambil 26 poin dari 22 laga Liga Inggris sejak Ole Gunnar Solskjaer menjadi nakhoda, hasil dari enam kemenangan, delapan seri, dan delapan kekalahan.

Manchester Evening News (MEN) menyoroti kalau lini tengah lagi-lagi menjadi topik pembicaraan dan kebusukan terbesar bagi Man United saat ini.

Absensi Scott McTominay dan Paul Pogba menciptakan lubang menganga.

Kata-kata seperti "lini tengah yang tak terlihat", "didominasi lawan", "penampilan buruk", "krisis", menjadi deskripsi MEN saat menggambarkan lini tengah Setan Merah.

Selain itu, MEN juga menyoroti taktik dan manajemen pertandingan dari Ole Gunnar Solskjaer.

Baca Juga: Mike Tyson Anggap Keputusan Andy Ruiz Menguruskan Diri karena Faktor Narsis

Mereka menitik beratkan bagaimana kesalahan taktik dan pemilihan pemain pada laga kontra Sheffield United akhir pekan lalu berujung ke-70 menit terburuk Man United sejauh ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X