ARRC 2019, Pebalap AHRT Harus Belajar dari Pengalaman untuk Hadapi Race 2

Kompas.com - 01/12/2019, 06:44 WIB
Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Awhin Sanjaya (2 dari kanan), berusaha mengejar pebalap Thailand, Muklada Sarapuech (nomor motor 44) dalam Race 1 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production (AP) 250cc di Sirkuit Chang Internasional, Buriram, Thailand, Sabtu (30/11/2019). Race 1 ini dimenangi Andy Muhammad Fadly (kiri), disusul Awhin dan Muklada. AHRTPebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Awhin Sanjaya (2 dari kanan), berusaha mengejar pebalap Thailand, Muklada Sarapuech (nomor motor 44) dalam Race 1 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production (AP) 250cc di Sirkuit Chang Internasional, Buriram, Thailand, Sabtu (30/11/2019). Race 1 ini dimenangi Andy Muhammad Fadly (kiri), disusul Awhin dan Muklada.

BURIRAM, KOMPAS.com - Tiga pebalap Tim Astra Honda Racing Team (AHRT) yang tampil pada ajang Asia Road Racing Championship ( ARRC) 2019 kelas Asia Production (AP) 250cc akan melakoni laga hidup-mati pada Race 2, Minggu (1/12/2019), pukul 14.05 WIB.

Tiga pebalap tersebut adalah Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya dan Lucky Hendriansya. Mereka akan melakoni balapan terakhir pada seri pamungkas ARRC 2019 di Sirkuit Chang Internasional, Buriram, Thailand.

Dibilang hidup-mati karena ini menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk mewujudkan target meraih gelar juara ARRC 2019 sekaligus membawa AHRT meraih hat-trick alias gelar ketiga secara beruntun kelas AP250 ajang tersebut.

Baca juga: Gagal Juara Race 1 ARRC 2019, AHRT Hadapi Situasi Pelik untuk Cetak Hattrick

Sejatinya, hanya Irfan dan Awhin yang memiliki peluang menyegel gelar juara karena kans Lucky sudah tertutup. Meski demikian, Lucky punya misi sendiri karena dia ingin bertahan di posisi lima besar.

"Target dalam musim pertama saya ini berusaha bisa bertahan di top five. Kalau target musim depan sih harus lebih baik lagi," ujar Lucky dalam wawancara usai Race 1, Sabtu (30/11/2019).

Saat ini, Irfan menempati peringkat kedua klasemen sementara ARRC 2019 dengan koleksi 187 poin dari 13 balapan yang sudah dilakoni. Dia terpaut 14 angka dari rivalnya asal tim Manual Tech KYT Kawasaki Racing, Andy Muhammad Fadly, yang menjuarai Race 1.

Sementara itu, Awhin, yang menjadi runner-up Race 1 kemarin, menempati peringkat ketiga di papan tabel. Dia tertinggal 16 angka dari Fadly.

Dengan demikian, tiga pebalap AHRT tersebut tak boleh lagi membuat kesalahan dalam Race 2 yang menjadi balapan terakhir dalam kalender ARRC 2019. Khusus Irfan dan Awhin, mereka wajib finis di depan Fadly untuk menjaga asa meraih gelar juara.

Meskipun peluang itu (menjadi juara) kian tipis setelah gagal membendung Fadly pada Race 1, Manajer Motorsport AHM, Rizky Christianto, masih tetap optimistis timnya bisa mempertahankan gelar. Hal terpenting adalah para pebalap belajar dari pengalaman.

Nah, bagaimana Rizky memotivasi tiga pebalapnya tersebut sehingga melupakan hasil Race 1 dan fokus menghadapi Race 2?

Baca juga: Kecelakaan dan Sempat Ditandu, Awhin Dipastikan Tetap Ikut Balapan ARRC 2019

"Saya memotivasi para pebalap agar belajar dari pengalaman, karena saat ini sudah semakin sulit meraih kemenangan. Contohnya Awhin, harus belajar dari apa yang terjadi pada tikungan terakhir," ujar Rizky.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X