Freddie Ljungberg di Arsenal, Si Cerdas dan Anti Alkohol

Kompas.com - 29/11/2019, 20:20 WIB
Mantan pemain Arsenal, Fredrick Ljungberg, dalam sesi interaktif dengan para penggemar selama peluncuran perlengkapan klub sepak bola Arsenal di Bangalore pada 12 Agustus 2014. MANJUNATH KIRAN/AFPMantan pemain Arsenal, Fredrick Ljungberg, dalam sesi interaktif dengan para penggemar selama peluncuran perlengkapan klub sepak bola Arsenal di Bangalore pada 12 Agustus 2014.

"Ia selalu punya slot waktu dengan fisioterapis atau tukang pijat klub setiap malamnya - jika ia sampai telat 20 menit pun dari janjinya, Ljungberg akan kesal. Ia selalu menginterogasi staf medis mengenai kandungan dan tujuan setiap pil yang harus ia konsumsi," lanjut artikel tersebut.

Hal ini berlanjut ke kehidupan di luar lapangan latihan.

Ljungberg memiliki restoran Italia langganan di mana ia kerap makan malam. Ia bahkan sering makan di dapur dengan para koki agar tidak menarik perhatian dari para tamu restoran tersebut.

"Gambaran dia di luar lapangan mungkin membuat Anda berpikir bahwa ia sedikit gila dan flamboyan. Akan tetapi, Freddie jauh lebih intelektual dari itu," tutur mantan rekan setimnya, Lee Dixon.

Baca Juga: Arsenal Pecat Unai Emery, Freddie Ljungberg Jadi Pelatih Interim

"Anda tidak bisa berlari sebagus dia hanya dengan asal lari. Kecerdasan bermainnya akan membuat ia sebagai pelatih yang mumpuni," ujarnya.

Freddie Ljungberg memulai petualangan melatihnya di Arsenal sebagai pelatih di tim U-23 Gunners pada Juni 2018.

Atensi Ljungberg ke detail, sesuatu yang telah ia lakukan sepanjang hidupnya, merupakan kekuatan utama sang pria dalam melatih tim akademi Arsenal tersebut.

Ljungberg dilaporkan menghabiskan waktu lama demi mengasah skill individu para pemain U-15 dan U-16 di lapangan latihan.

Ia tertarik dengan perkembangan teknis di aspek taktis dan mengaplikasikan hal tersebut ke tim akademi Arsenal.

Cohen Bramall, mantan pemain akademi Arsenal yang kini telah dilepas The Gunners, mengatakan bahwa Ljungberg adalah pemain yang terobsesi dengan kesempurnaan.

"Ia selalu meluangkan waktu untuk mengajari saya soal postur di lapangan, sentuhan pertama, cara menendang, cara mengoper. Bagaimana melihat orang lain di lapangan. Selalu kritik yang konstruktif," tuturnya.

Baca juga: David Moyes dan Nuno Espirito Santo Dibidik Dua Klub London

"Dengan Freddie, semua harus sempurna. Operan kami harus tepat, kita harus bisa menemukan ruang kala berbelok, dan bermain tinggi, berotasi pada waktu tepat. Apabila para pemain bisa mengamalkan itu, kami tak bisa dihentikan," lanjut bek kiri yang kini bermain bagi Colchester United tersebut.

Pendekatan ini pun terbukti sukses.

Pada musim lalu, tim U-23 Arsenal asuhan Freddie Ljungberg finish peringkat kedua di Premier League 2 dan mencetak 17 gol lebih banyak ketimbang Everton sang juara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suarez 'Kalahkan' Covid-19, Siap Ikut Latihan Jelang Lanjutan Liga Spanyol

Suarez "Kalahkan" Covid-19, Siap Ikut Latihan Jelang Lanjutan Liga Spanyol

Liga Spanyol
Tottenham Vs Arsenal, Mourinho Cemas Soal Kondisi Kane

Tottenham Vs Arsenal, Mourinho Cemas Soal Kondisi Kane

Liga Inggris
Anthony Joshua Tentang Kubrat Pulev: Dia Membawa Harapan Bangsanya, tetapi...

Anthony Joshua Tentang Kubrat Pulev: Dia Membawa Harapan Bangsanya, tetapi...

Sports
Anthony Joshua Soal Suporter di Duel Kontra Kubrat Pulev: Akan Jadi Skenario Intim

Anthony Joshua Soal Suporter di Duel Kontra Kubrat Pulev: Akan Jadi Skenario Intim

Sports
Laporta: Masalah Messi Bukan soal Uang, untuk Neymar Saya Tak Acuh

Laporta: Masalah Messi Bukan soal Uang, untuk Neymar Saya Tak Acuh

Liga Spanyol
Sejarah Hari Ini, Timnas Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 1991

Sejarah Hari Ini, Timnas Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 1991

Liga Indonesia
Robek Otot Kaki, Erling Haaland Terpaksa Absen hingga Januari 2021

Robek Otot Kaki, Erling Haaland Terpaksa Absen hingga Januari 2021

Bundesliga
LASK Vs Tottenham, Gareth Bale Catatkan 200 Gol Sepanjang Karier

LASK Vs Tottenham, Gareth Bale Catatkan 200 Gol Sepanjang Karier

Sports
Arteta Soal 2000 Fans di Stadion Emirates: Mereka Memberikan Energi

Arteta Soal 2000 Fans di Stadion Emirates: Mereka Memberikan Energi

Sports
Jadwal Liga Spanyol Akhir Pekan Ini: Hadangan Berat Menanti Real Madrid

Jadwal Liga Spanyol Akhir Pekan Ini: Hadangan Berat Menanti Real Madrid

Liga Spanyol
Catatan Gol Tendangan Bebas Calhanoglu, Hanya Messi yang Bisa Menandingi

Catatan Gol Tendangan Bebas Calhanoglu, Hanya Messi yang Bisa Menandingi

Sports
Resmi, Duel Anthony Joshua Vs Kubrat Pulev Dihadiri 1.000 Penonton

Resmi, Duel Anthony Joshua Vs Kubrat Pulev Dihadiri 1.000 Penonton

Sports
Ironi Arsenal: Sempurna di Liga Europa, Terpuruk di Liga Inggris

Ironi Arsenal: Sempurna di Liga Europa, Terpuruk di Liga Inggris

Liga Lain
Hasil Drawing Semifinal UEFA Nations League: Italia Vs Spanyol, Belgia Vs Perancis

Hasil Drawing Semifinal UEFA Nations League: Italia Vs Spanyol, Belgia Vs Perancis

Internasional
Pemulihan Marquez Mundur, Repsol Honda Bisa Berpaling ke Dovizioso

Pemulihan Marquez Mundur, Repsol Honda Bisa Berpaling ke Dovizioso

Motogp
komentar di artikel lainnya
Close Ads X