PB Persani Sanksi Tegas Pelatih yang Pulangkan Atlet karena Alasan Tak Perawan

Kompas.com - 29/11/2019, 19:03 WIB
Logo SEA Games 2019 di Filipina. Philippine Sports CommissionLogo SEA Games 2019 di Filipina.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa pemilihan dan pencoretan atlet menjadi hak penuh pengurus cabor.

Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden No.95 Tahun 2017 tentang peningkatan presitas olahraga nasional.

"Kami sudah melaporkan kepada pak menteri bahwa promosi dan degradasi atlet adalah hak semua cabang olahraga. Itu tertuang pada Peraturan Presiden, bukan KONI bukan Kemenpora," kata Gatot.

Baca juga: Indonesia Tunggu Emas Pertama dari Polo Air Putra di SEA Games 2019

Sesmenpora juga menegaskan bahwa pemulangan atlet SA karena sudah tidak perawan bukan suatu standar yang baik dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Seoarang atlet, masih gadis atau tidak itu bukan suatu standar, tidak ada alasan seperti itu," ujar Sesmenpora.

Gatot S Dewa Broto juga berharap kepada seluruh cabor di Indonesia untuk lebih objektif jika ingin melakukan pencoretan atlet dari suatu kejuaraan atau timnas cabor itu sendiri.

"Kepada semua cabor untuk hati-hati seandainya ada pencoretan (atlet) karena tingkat kegaduhannya sangat tinggi sekali. Jika pun ada pencoretan harus berdasarkan alasan yang objektif," tutupnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya