Cerita Pesawat Presiden dan Duel Persiraja Vs Persipura di Shopee Liga 1 2020

Kompas.com - 29/11/2019, 15:00 WIB
Ilustrasi peta Indonesia ShutterstockIlustrasi peta Indonesia
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi Shopee Liga 1 2020 tahun depan hampir dipastikan akan diramaikan dua kontestan dari dua wilayah paling barat dan paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedunya adalah Persiraja Banda Aceh yang berasal dari Provinsi Aceh dan Persipura Jayapura dari Papua.

Persiraja sudah memastikan promosi ke Shopee Liga 1 2020 dengan status tim peringkat ketiga Liga 2 2019.

Sementara itu, Persipura kini menempati peringkat ketiga Shopee Liga 1 2019. Persipura mengoleksi 44 poin dari 29 laga.

Kendati secara matematis belum aman dari zona degradasi, Persipura diprediksi masih akan bertahan dalam kancah persaingan Shopee Liga 1 2020 musim depan.

Jarak Banda Aceh ke Jayapura maupun sebaliknya dipastikan menjadi jarak laga away terjauh dalam sejarah kompetisi sepak bola satu wilayah di Indonesia.

Pada Liga Indonesia musim 2007, memang ada klub asal Aceh yang berkompetisi, yakni PSSB Bireun.

Namun, PSSB Bireun ketika itu tak sama sekali bersua klub-klub Papua yang diwakili Persipura dan Persiwa Wamena.

Pasalnya, kompetisi masih menggunakan format dua wilayah.

"Setelah 12 tahun, akhirnya musim ini mewakili wajah sepak bola Indonesia. Karena sekarang ada klub dari Aceh sampai Papua," kata Direktur PT Liga Indonesia Baru, Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri saat memberi sambutan dalam Press Conference & Launching Shopee Liga 1 2020, Senin (24/02/2020).

Baca juga: Sukacita dan Harapan Pemain Asal Aceh Setelah Persiraja Lolos Liga 1 2020

Banda Aceh dan Papua tercatat terpisah dalam jarak garis lurus mencapai sekitar 5.121 kilometer.

Jarak tersebut bahkan lebih jauh dibanding jarak yang harus ditempuh klub-klub London apabila harus away Liga Champions ke Moskwa.

Ibu Kota Inggris dan Ibu Kota Rusia itu tercatat "hanya" terpisah jarak garis lurus sekitar 2.540 kilometer.

Stadion Mandala, Jayapura, Kamis (9/5/2019)twitter.com/PERSIPURA Stadion Mandala, Jayapura, Kamis (9/5/2019)

Cerita Awal Mula Ide Pembelian Pesawat Kepresidenan

Betapa jauhnya jarak Banda Aceh ke Jayapura ini seperti mengingat kembali cerita presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, tentang pesawat kepresidenan.

Pesawat Kepresidenan diketahui dibeli dan mulai digunakan di tahun 2014, tepatnya di pengujung pemerintahan SBY.

Namun, rencana untuk membelinya diketahui sudah ada sejak masa awal SBY memerintah pada 2004, tepatnya saat bencana tsunami di Aceh.

Saat bencana tsunami terjadi di Aceh, SBY diketahui tengah berada di Papua untuk menghadiri kegiatan Natal Bersama.

Pada 2014 lalu, SBY pernah menceritakan pengalamannnya tak bisa dengan cepat berpindah dari Papua ke Aceh karena belum adanya pesawat kepresidenan yang mumpuni.

Pengalaman itu diceritakannya lewat sebuah tulisan berjudul "DARI DUKA KITA BANGKIT : 10 Tahun Tsunami Aceh dan Nias".

Baca juga: Ini Cerita SBY Ketika Menangani Bencana Tsunami Aceh

Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo beserta rombongan dalam kunjungan meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/8/2019). Presiden berharap, bandara dengan kapasitas terminal seluas 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun tersebut dapat menarik minat kunjungan ke DIY sekaligus wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.SETPRES/AGUS SUPARTO Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo beserta rombongan dalam kunjungan meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/8/2019). Presiden berharap, bandara dengan kapasitas terminal seluas 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun tersebut dapat menarik minat kunjungan ke DIY sekaligus wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

"Sebagaimana yang diketahui oleh banyak kalangan, pesawat kepresidenan yang saya naiki adalah jenis RJ 85, yang tidak bisa terbang langsung ke Lhokseumawe. Pesawat harus singgah di Makassar dan kemudian Batam untuk pengisian bahan bakar," tulis SBY.

"Tentu saja saya harus menambah waktu sekitar 3-4 jam. Keadaan inilah yang waktu itu memunculkan gagasan saya bahwa seharusnya pesawat Presiden Indonesia bisa terbang ke mana pun di wilayah Indonesia, maksimal 8 jam, tanpa harus melakukan 'refueling'."

"Tetapi, pesawat yang saya maksud baru terwujud 10 tahun kemudian. Pertama, saya sadar bahwa saya harus menunggu kemampuan ekonomi negara dan ketersediaan anggaran pemerintah. Sedangkan yang kedua proses politiknya ternyata panjang dan tidak mudah. Ada pro dan kontra. Dianggapnya sebuah pemborosan."

Baca juga: Puan: Wacana Jual Pesawat Kepresidenan Bukan Sikap Resmi PDI-P

"Padahal jika Presiden selalu menggunakan pesawat Garuda biayanya justru jauh lebih mahal, dan juga bisa mengacaukan jadwal penerbangan Garuda sendiri. Namun, bagaimanapun saya bersyukur karena pesawat itu dapat disediakan sekitar 5 bulan sebelum saya mengakhiri tugas saya sebagai Presiden."

"Saya senang karena Presiden Jokowi dan presiden-presiden berikutnya bisa terbang ke mana pun tanpa harus berhenti di jalan karena mesti mengisi bahan bakar," kenang SBY.

Pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 TNI Angkatan Udara melakukan escort (perlindungan udara) pada pesawat kepresidenan yang ditumpangi kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atas wilayah Purwodadi, Jawa Tengah, saat berkunjung ke Madiun, Jawa Timur, Senin (18/1/2010). Perlindungan udara sering dilakukan pesawat-pesawat tempur di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terutama untuk pesawat yang mengangkut pejabat tinggi negara.Letkol Pnb Fajar Adriyanto Pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 TNI Angkatan Udara melakukan escort (perlindungan udara) pada pesawat kepresidenan yang ditumpangi kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atas wilayah Purwodadi, Jawa Tengah, saat berkunjung ke Madiun, Jawa Timur, Senin (18/1/2010). Perlindungan udara sering dilakukan pesawat-pesawat tempur di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terutama untuk pesawat yang mengangkut pejabat tinggi negara.

Duel Persiraja Vs Persipura

Persiraja dan Persipura tercatat belum pernah saling bersua dalam sebuah kompetisi resmi satu wilayah di Indonesia.

Saat masa-masa awal Liga Indonesia, kompetisi masih menggunakan format per wilayah, belum kompetisi penuh seperti saat ini.

Seiring berjalannya waktu, saat kompetisi sudah menggunakan format satu wilayah, kedua tim memiliki nasib yang bertolak belakang.

Persipura punya reputasi sebagai salah satu tim kuat di kompetisi kasta tertinggi, Persiraja lebih banyak berkutat di divisi bawah.

Tak heran, banyak pemain kelahiran Aceh yang justru lebih dikenal sebagai legenda klub yang ada di daerah lain.

Baca juga: Hujatan Netizen Indonesia ke Andri Syahputra yang Bela Timnas Qatar

Misalnya, Fakhri Husaini yang lebih identik dengan Pupuk Kaltim Bontang, ataupun Ismed Sofyan yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Persija Jakarta.

Karena itu, pengalaman away Jayapura ke Banda Aceh belum pernah dirasakan anggota skuad Mutiara Hitam, julukan Persipura.

Suasana laga timnas Indonesia kontra Brunei dalam Aceh World Solidarity Cup 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (2/12/2017).BolaSport.com/Segaf Abdullah Suasana laga timnas Indonesia kontra Brunei dalam Aceh World Solidarity Cup 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (2/12/2017).

Semasa masih aktif bermain sampai akhirnya melatih, pelatih Persipura, Jacksen F Tiago menyebut laga away terjauh yang pernah dilakoninya hanya di kota-kota lain di Sumatera.

"Tapi saya rasa itu bagus untuk kompetisi di Indonesia, karena sekarang benar-benar dari Sabang sampai Merauke. Kalimat itu sekarang dibenarkan betul," ujar Jacksen saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Sementara itu, pelatih Persiraja, Hendri Susilo, belum mau bicara banyak soal persiapan tim menatap Shopee Liga 1 2020.

Setelah memastikan lolos ke Shopee Liga 1 2020, Hendro mengaku masih ingin rehat sejenak untuk sekadar meregangkan otot. Ia mengatakan membutuhkan waktu untuk melepas penat seusai satu musim yang melelahkan.

Oleh karena itu, dia masih belum mau memikirkan hal yang macam-macam. Yang pasti, Hendro menegaskan siap dengan segala kemungkinan yang ada.

"Saya belum berpikir lebih jauh, setelah ini yang jelas saya bakal seperti pelatih-pelatih Eropa, liburan dulu setelah kompetisi berakhir. Liga 2 kompetisi yang berat," kata Hendro seusai perebutan tempat ketiga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (25/11/2019).

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X