Kompas.com - 29/11/2019, 12:00 WIB
Pemain Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain Timnas Singapura Irfan Fandi Ahmad dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (28/11/2019). Indonesia mengalahkan Singapura dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPemain Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain Timnas Singapura Irfan Fandi Ahmad dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (28/11/2019). Indonesia mengalahkan Singapura dengan skor 2-0.
|

KOMPAS.com – Pelatih Singapura Fandi Ahmad buka suara terkait kekalahan timnya dari timnas U-23 Indonesia pada laga SEA Games 2019.

Pertandingan SEA Games 2019 Filipina antara timnas U-23 Indonesia vs Singapura berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Garuda Muda.

Duel timnas U-23 Indonesia vs Singapura berlangsung pada Kamis (28/11/2019) di Stadion Rizal Memorial, Filipina.

Pertandingan tersebut menjadi laga kedua skuad Garuda Muda di pentas SEA Games 2019 setelah mengalahkan Thailand di laga perdana.

Baca juga: Indonesia Vs Singapura, Kondisi Cedera Rafli dan Firza Terus Dipantau

Sepasang gol tim Merah Putih dicetak pada babak kedua melalui Osvaldo Haay pada menit ke-64 dan Asnawi Mangkualam pada menit ke-74.

Dengan kemenangan ini, Indonesia mengumpulkan enam poin pada babak penyisihan Grup B SEA Games 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai laga, pelatih Singapura Fandi Ahmad memberikan komentar terkait kekalahan timnya atas timnas U-23 Indonesia.

Fandi Ahmad mengeluhkan keterbatasan stok penyerang di lini depan sehingga kesulitan membongkar pertahanan Indonesia.

"Kami punya satu, dua striker, negara-negara lain memiliki lima, enam, atau tujuh," kata Fandi, dikutip BolaSport dari Straitstimes.

Baca juga: Indonesia Vs Singapura, Pujian untuk Performa Nadeo Argawinata

"Saya tidak berpikir kami memiliki banyak bakat di Singapura. Kami memiliki jumlah, tetapi tidak benar-benar besar seperti negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengaku harus memaklumi keterbatasan yang dimiliki oleh Singapura dan menilai usaha anak asuhnya sudah berada pada titik maksimal.

"Para pemain kami kebanyakan paruh waktu, pelajar, sehingga kami tidak bisa meminta lebih," ujar pelatih berusia 57 tahun itu.

"Kami harus menunggu mereka berlatih pukul enam atau tujuh malam karena tidak ada kesempatan bagi mereka berlatih. Ini yang kami miliki, kami harus terus berjalan," katanya.

Baca juga: Indonesia Vs Singapura, Indra Komentari Keributan pada Akhir Laga

Kalah dari Indonesia, Fandi Ahmad pun mengaku kecewa dengan hasil itu.

Meski demikian, dia memberi apresiasi lebih pada timnas U-23 Indonesia yang memiliki pengalaman lebih baik dibandingkan Singapura.

"Kami sangat kecewa dengan hasilnya. Indonesia mematahkan kami melalui kecermerlangan individu, kemampuan teknis, jadi angkat topi (hormat) untuk mereka," kata Fandi. (Metta Rahma Melati)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.