Deputi Pemuda Kemenpora Kunjungi Peserta Pertukaran Pemuda di Australia

Kompas.com - 28/11/2019, 10:50 WIB
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh (kiri), berkunjung ke kampung homestay yang dijadikan tempat tinggal peserta Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), Rabu (27/11/2019). Dok. Deputi Pengembangan Pemuda KemenporaDeputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh (kiri), berkunjung ke kampung homestay yang dijadikan tempat tinggal peserta Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), Rabu (27/11/2019).
|

KOMPAS.com - Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh, berkunjung ke "kampung" homestay yang dijadikan tempat tinggal peserta Indonesia Youth Exchange Program ( AIYEP).

Hal itu dilakukan untuk bertemu dan menyaksikan langsung kondisi para pemuda dan aktivitasnya, sekaligus menyupervisi manfaat program tersebut.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya ucapkan terima kasih karena telah menjadi orangtua bagi pemuda Indonesia dalam program AIYEP," ujar Niam kepada keluarga pasangan suami istri Sara dan David Wallace di 17 Minto Crescent Arana Hills Brisbane, Negara Bagian Queensland, Australia, (27/11/2019), dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Kunjungan Niam ke homestay kali ini didampingi oleh Marcella, warga berkebangsaan Argentina, yang menjadi penanggung jawab program untuk di Australia.

Baca juga: PSSI Diminta Lebih Bersinergi dengan Kemenpora

Niam berharap peserta dapat belajar banyak dalam pergaulan multikultural di dunia internasional dan menjadi duta bangsa dalam pergaulan internasional, terutama dengan Australia yang menjadi negara tetangga.

Hesti, salah satu peserta AIYEP dari Palembang, sangat senang telah dipilih salah satu duta Indonesia, dan terpilih untuk dikunjungi Deputi.

Ia bercerita kesannya memperkenalkan budaya dan mengajar bahasa Indonesia di Primary School Brisbane.

"Alhamdulillah program ini sangat bermanfaat untuk saya sebagai peserta untuk Indonesia dan juga untuk warga Australia di sini," ucap delegasi pemuda perwakilan Sumatera Selatan ini.

"Saya di sini mengajar bahasa Indonesia di sekolah dan mengenalkan budaya Indonesia pada murid. Orangtua angkat saya juga sangat mendukung. Bahkan, anaknya ingin belajar di Indonesia," kata Hesti.

Baca juga: Kemenpora Beri Bonus Rp 200 Juta bagi Atlet Peraih Emas di SEA Games

Suasana hangat penuh kekeluargaan sangat terasa saat kunjungan ini. Peserta menyatu dengan keluarga dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari dan menghormati hal-hal yang bersifat khusus, termasuk urusan ibadah dan pangan halal.

"Saya merasakan suasana hangat, bahagia, penuh kekeluargaan. Sangat natural, tidak dibuat-buat. Para peserta menyatu dengan keluarga di sini, saling berbagi, dan saling respek satu dengan yang lain," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X