Hasil Sidang Komdis PSSI, Persib Kena Denda Rp 150 Juta

Kompas.com - 25/11/2019, 22:41 WIB
Suporter Persib Bandung, Bobotoh. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHASuporter Persib Bandung, Bobotoh.

KOMPAS.com - Komisi Disiplin (Komdis) induk sepak bola Indonesia, PSSI, mengeluarkan sanksi terbaru setelah melakukan sidang pada 21 dan 22 November 2019.

Total, ada enam poin yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI dari tiga laga di pentas Liga 1 2019.

Jika dirinci, lima tim mendapatkan sanksi yang diakibatkan oleh para pemain, ofisial hingga suporter klub.

Persela Lamongan menjadi tim paling banyak kena denda, yakni Rp 200 juta dan larangan tanpa penonton pada saat laga home dan away sampai akhir musim.

Angka itu tak lepas dari ulah suporter yang membakar spanduk, perusakan gawang, perusakan board serta masuk ke lapangan saat pertandingan Persela Lamongan vs Perseru Badak Lampung di Stadion Surajaya, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Timnas U-23 Harus Main Rileks Lawan Thailand dalam Laga Perdana SEA Games 2019

Selain itu, laga tersebut juga sempat terhenti selama 55 menit akibat suporter yang melakukan aksi pengejaran terhadap pemain Persela Lamongan.

Sementara itu, laga akbar Persib Bandung vs Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat pada Selasa (12/11/2019) juga menuai sanksi untuk kedua tim.

Persib mendapat hukuman denda Rp 150 juta karena suporter melakukan pelemparan botol dan penyalaan flare.

Sedangkan dari kubu Arema FC, bek Alfin Tuasalamony mendapat larangan bermain satu laga karena provokasi terhadap suporter lawan.

Berikut hasil lengkap sidang Komdis PSSI pada 21 dan 22 November 2019:

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber PSSI
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X