Guardiola: Jika Liverpool Juara, Saya ...

Kompas.com - 25/11/2019, 09:20 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberi instruksi kepada para pemainnya pada pertandingan Liverpool vs Man City dalam Community Shield 2019 di Stadion Wembley, 4 Agustus 2019. AFP/IAN KINGTONPelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberi instruksi kepada para pemainnya pada pertandingan Liverpool vs Man City dalam Community Shield 2019 di Stadion Wembley, 4 Agustus 2019.

KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui Liverpool adalah kandidat terkuat juara Liga Inggris musim ini.

Hal ini tidak lepas dari dominasi Liverpool yang belum terkalahkan hingga pekan ke-13 Liga Inggris.

Liverpool kini memimpin dengan koleksi 34 poin, unggul sembilan angka atas Man City di urutan keempat.

Melihat papan klasemen saat ini, Guardiola mengakui bahwa peluang Man City untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris sangat kecil.

"Liverpool terlihat sangat sulit dihentikan saat ini. Saya tahu ini masih awal musim. Man City masih akan mencoba mengejar, tapi kami tetap mengakui jika ada tim lain yang lebih bagus," kata Guardiola dikutip dari The Guardian.

"Jika Liverpool juara, saya tidak akan pensiun. Tapi saya pasti akan sangat kecewa," ujar Guardiola menambahkan.

Baca juga: Hasil Liga Inggris, Man City Kalahkan Chelsea, Liverpool Jaga Tren Positif

Lebih lanjut, Guardiola mengakui tekanan yang dimiliki Man City masih sangat besar meskipun Liverpool saat ini yang memimpin.

Guardiola seperti heran karena Man City dituntut untuk selalu tampil sempurna di setiap musim.

"Saat ini, semua orang beranggapan jika juara dalam dua musim terakhir, maka kami harus mempertahankannya sebanyak tujuh kali berturut-turut. Persaingan juara tidak terjadi seperti itu," kata Guardiola.

"Jika kami gagal juara, kami akan kembali mencoba musim depan. Ini bukan kali pertamanya dalam 100 tahun sejarah klub Man City kalah dalam persaingan juara," ujar Guardiola menambahkan.

Jarak sembilan poin antara Liverpool dan Man City sebenarnya juga terjadi musim lalu. Saat itu, Liverpool juga tidak terkalahkan hingga pekan ke-21 Liga Inggris.

Namun, penurunan performa di bulan Januari dan Februari 2019 membuat perolehan poin Liverpool terkejar oleh Man City.

Pada akhirnya, Man City keluar sebagai juara dengan koleksi 98 poin unggul hanya satu angka dari Liverpool di urutan kedua.

Baca juga: Sterling Tunda Perpanjangan Kontrak di Man City

Bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang di musim ini. Liga Inggris yang masih menyisakan 25 laga lagi membuat peluang Man City mengejar ketertinggalan sembilan angka dari Liverpool masih sangat terbuka.

Selain itu, kedalaman skuad dan konsistensi Liverpool akan benar-benar diuji pada bulan Desember mendatang.

Dalam sebulan, Liverpool akan bermain di empat kompetisi dengan total delapan laga yang harus dimainkan.

Jumlah laga tersebut masih bisa bertambah satu jika Liverpool lolos ke final Piala Dunia Antarklub.

Padatnya jadwal kompetisi membuat pelatih Liverpool, Juergen Klopp, harus memutar otak agar timnya bisa tetap kompetitif.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X