RI Kirim Nota Protes ke Malaysia soal Penganiayaan terhadap Suporter Indonesia

Kompas.com - 22/11/2019, 23:00 WIB
Suporter Indonesia memberi dukungan kepada timnas Indonesia U-22 yang bertanding melawan timnas Vietnam U-22  babak penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Bermain dengan 10 orang setelah Hanif Sjahbandi diusir wasit pada menit ke-63, Indonesia menahan imbang Vietnam dengan skor 0-0. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ASuporter Indonesia memberi dukungan kepada timnas Indonesia U-22 yang bertanding melawan timnas Vietnam U-22 babak penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Bermain dengan 10 orang setelah Hanif Sjahbandi diusir wasit pada menit ke-63, Indonesia menahan imbang Vietnam dengan skor 0-0.

KOMPAS.com - Insiden kerusuhan suporter yang terjadi saat laga Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019), menimbulkan reaksi keras dari pihak Indonesia.

Sebelumnya, diberitakan bahwa saat laga tersebut berlangsung, suporter Malaysia melemparkan flare (suar) ke arah tribune pendukung Indonesia.

Tidak hanya di dalam stadion, beberapa oknum suporter juga diduga melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap beberapa pendukung Indonesia.

Kejadian tersebut pun sempat menjadi perbincangan di dunia maya.

Baca juga: PSSI Sudah Laporkan Insiden Kericuhan dalam Laga Malaysia Vs Indonesia

Terkait insiden tersebut, Kemenpora Republik Indonesia, mengirimkan nota protes kepada pemerintah Malaysia.

Dalam nota tertanggal 22 November 2019, bernomor 11.22.12/SET/XI/2019 itu, Kemenpora menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi.

Sebab, hal tersebut bertentangan dengan esensi diterimanya permohonan maaf Menpora saat itu, Imam Nahrawi, pada tanggal 6 September 2019.

Permohonan maaf itu diajukan melalui surat nomor S.9.6.1/MENPORA/IX/2019.

Baca juga: Malaysia Vs Indonesia, 14 Suporter Indonesia Ditahan Polisi Malaysia

Selain melalui surat, Imam Nahrawi juga bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, untuk meminta maaf secara langsung.

Untuk itu, dalam nota yang juga ditandatangani oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto itu, pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan sikap kekecewaan yang sangat mendalam.

Selain itu, pemerintah bersama seluruh masyarakat Indonesia meminta pemerintah Malaysia untuk menyikapi insiden tersebut, sebagaimana tertuang dalam dua poin tuntutan di bawah ini:

1. Melakukan proses hukum atas terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia secara prosedural obyektif dan transparan.

Baca juga: Malaysia Vs Indonesia, Yeyen Puji Pahlawan Kemenangan Harimau Malaya

2. Menyampaikan permohonan maaf secepatnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, karena ketika insiden serupa terjadi di Stadion GBK pada tanggal 5 September 2019, maka langsung besok paginya Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf.

Itikad baik permohonan maaf ini sesungguhnya pernah dilakukan oleh Menteri Sukan dan Belia Malaysia Khairy Jamaluddin pada tanggal 20 Agustus 2017 langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia saat berlangsung SEA Games 2017 di Kuala Lumpur akibat insiden bendera yang terbalik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X