Kekecewaan Pelatih PSG Ketika Tahu Neymar Menuju Madrid

Kompas.com - 22/11/2019, 19:40 WIB
Paris Saint-Germains Brazilian forward Neymar reacts after missing an opportunity to score during the French L1 football match between Paris Saint-Germain (PSG) and OGC Nice at the Parc des Princes stadium in Paris on May 4, 2019. - Neymar is to stay at Paris Saint-Germain after seeing his desire to transfer back to Barcelona fail, according to press reports on September 1, 2019. Se queda, Spanish for hes staying, read the LEquipe headline on its front page with a photo of the Brazilian. (Photo by Anne-Christine POUJOULAT / AFP) AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULATParis Saint-Germains Brazilian forward Neymar reacts after missing an opportunity to score during the French L1 football match between Paris Saint-Germain (PSG) and OGC Nice at the Parc des Princes stadium in Paris on May 4, 2019. - Neymar is to stay at Paris Saint-Germain after seeing his desire to transfer back to Barcelona fail, according to press reports on September 1, 2019. Se queda, Spanish for hes staying, read the LEquipe headline on its front page with a photo of the Brazilian. (Photo by Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

KOMPAS.com – Pelatih Paris Saint-Germain ( PSG), Thomas Tuchel, mengaku kecewa dengan keputusan Neymar yang pergi ke Madrid. Padahal, klubnya tengah bersiap menjalani Ligue 1, kasta tertinggi Liga Perancis.

Neymar memang diketahui tengah berada di Madrid untuk menyaksikan turnamen tenis Davis Cup.

Kondisi Neymar baru saja pulih dari cedera paha dan diperkirakan bisa bermain pada pertandingan antara PSG melawan Lille dalam Ligue 1 akhir pekan ini.

Akan tetapi, saat rekan setimnya sudah kembali ke Paris dan melakukan persiapan, Neymar malah memutuskan untuk absen pada sesi latihan.

Baca juga: Kylian Mbappe dan Neymar Kompak Tolak Kontrak Baru di PSG

Dilansir BolaSport dari Bleacher Report, Jumat(22/11/2019), Thomas Tuchel mengaku hanya bisa pasrah atas keputusan Neymar.

Dirinya mengaku kecewa atas sikap tidak disiplin sang pemain serta hal tersebut dapat memperkeruh suasana ruang ganti PSG.

"Apa yang bisa saya lakukan, saya juga bukan ayahnya. Saya bukan polisi. Saya hanya pelatihnya," ucap Tuchel.

"Jelas sebagai pelatih saya tidak menyukainya, tetapi saya tidak akan kehilangan akal sehat untuk itu. Semua berjalan baik, dia bisa bermain melawan Lille," kata Tuchel menambahkan.

Baca juga: Demi Barcelona, Neymar Tolak Perpanjang Kontrak di PSG

Neymar telah pulih dari cedera paha yang dia derita sejak pertengahan Oktober 2019.

Cedera tersebut dia dapat ketika bermain untuk timnas Brasil dalam pertandingan persahabatan melawan timnas Nigeria di Singapura pada 13 Oktober lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X