Jalan Panjang Menjadi Pemain Dunia seperti Kevin Sanjaya

Kompas.com - 21/11/2019, 22:41 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat melawan ganda putra China, Li Jun Hui dan Liu Yu Chen dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya menang dengan skor 21-9 21-13. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat melawan ganda putra China, Li Jun Hui dan Liu Yu Chen dalam babak semifinal Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ganda putra Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya menang dengan skor 21-9 21-13.

KOMPAS.com - Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan para atlet muda bulu tangkis nasional masih memiliki jalan yang panjang meski sudah mendapatkan beasiswa PB Djarum.

Ajang pencarian bakat bibit-bibit muda bulu tangkis nasional yang diselenggarakan PB Djarum, sudah memasuki tahap final.

Ajang yang bernama Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis itu bertempat di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2019) hingga Jumat (22/11/2019).

Untuk tahap final tahun ini, total ada 133 peserta yang berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulu tangkis dari PB Djarum.

Para atlet harus melalui beberapa tahapan guna mendapatkan beasiswa. Mulai dari tahap seleksi yang telah digelar di lima kota (Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, Kudus), tahap final, hingga fase karantina.

“Pada fase karantina ini, kami akan memperhatikan kegigihan para peserta dalam menjalani proses pembinaan. Kemudian yang kedua adalah kemampuan untuk beradaptasi,” ujar Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi.

Baca juga: Yang Berbeda dari Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Tahun Ini

Setelah fase karantina, PB Djarum akan mengumumkan siapa saja peserta yang berhasil menerima beasiswa.

Fung menambahkan, para peserta yang mendapatkan beasiswa bakal dibina di asrama GOR Djarum Jati selama minimal satu tahun. Mulai dari jadwal dan menu latihan, hingga hal detail seperti menu makanan, akan diperhatikan.

Setelah itu, para atlet belia itu akan dinilai apakah layak meneruskan beasiswa PB Djarum.

"Kami baru bisa mendalami atlet itu dua hingga tiga bulan," tutur Fung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X