Induk Organisasi Olahraga Berkuda Mencari Ketua Umum Periode 2020-2024

Kompas.com - 20/11/2019, 10:20 WIB
Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum PP Pordasi periode 2020-2024. Dok. PP PordasiTim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum PP Pordasi periode 2020-2024.

KOMPAS.com - Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) sedang melakukan persiapan untuk penjaringan bakal calon (balon) ketua umum periode 2020-2024.

Sebelumnya, Mohammad Chaidir Saddak sudah menjabat sebagai Ketua Umum PP Pordasi selama dua periode, yaitu 2011-2015 dan 2015-2019.

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua Umum PP Pordasi 2020-2024 diketuai oleh Alex Asmasoebrata.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Minta Maaf ke Juventus dengan Mengadakan Makan Malam

Menurut Alex, adanya TPP dalam pemilihan calon Ketua Umum PP Pordasi baru kali pertama dilakukan.

Keputusan adanya TPP ditentukan pada Rakernas Pordasi tahun 2019 Nomor 03/Rakernas/2019 tanggal 31 Juli, tentang hasil sidang Komisi A Bidang Organisasi.

Pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua Umum PP Pordasi 2020-2024 terhitung mulai 18 November 2019 hingga 3 Januari 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Musyawarah Nasional (Munas) akan dilaksanakan pada akhir Januari 2020.

Setiap calon harus mendapatkan dukungan minimal 5 Pengurus Provinsi (Pengprov) melalui surat yang harus ditandatangani oleh Ketua Pengprov.

"Satu Pengprov hanya boleh memberikan dukungan kepada satu calon," ujar Alex ketika ditemui di kawasan Cikajang, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Sejauh ini, terdapat 25 Pengprov Pordasi yang terdaftar. Namun, hanya 19 yang terdata aktif dalam kepengurusan.

Apabila tidak ada calon ketua umum yang mendaftarkan diri, maka ketua umum periode sebelumnya bisa kembali diangkat secara aklamasi.

Baca juga: Joachim Loew Pesimistis Timnas Jerman Juara Euro 2020

Menurut Alex, hal tersebut sebetulnya tidak tertera dalam peraturan PP Pordasi. Aturan itu diambil dari KONI Pusat.

Akan tetapi, hal itu dinilai sulit terealisasi. Pasalnya, jika ada satu voters yang tak sepakat, nantinya KONI Pusat akan menunjuk ketua umum sementara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.