Conte Beri 110 Persen untuk Tuai Sejarah di Inter Milan

Kompas.com - 13/11/2019, 10:22 WIB
Inter Milans Italian head coach Antonio Conte gives instuctions during the Italian Serie A football match Inter vs Lazio on September 25, 2019 at the San Siro stadium in Milan. (Photo by Marco Bertorello / AFP) AFP/MARCO BERTORELLOInter Milans Italian head coach Antonio Conte gives instuctions during the Italian Serie A football match Inter vs Lazio on September 25, 2019 at the San Siro stadium in Milan. (Photo by Marco Bertorello / AFP)

KOMPAS.com - Tuntutan pelatih Inter MilanAntonio Conte, di pentas Liga Italia tak main-main.

Conte pun siap untuk membuktikan diri dan mampu menulis sejarah bagus di klub berjulukan Nerrazzuri tersebut untuk kembali berjaya di pentas Serie A, liga kasta tertinggi Italia.

Melawan digdaya Juventus yang meraih scudetto berturut-turut dalam delapan musim terakhir bukan hal yang mudah.

Pelatih kelahiran Lecce, Italia, itu tak segan memberi seluruh jiwa raganya untuk membuat sejarah baru.

"Saya harus menjadi orang pertama yang memberikan contoh baik dan memberikan bukan 100 persen tetapi 110 persen," kata Conte dikutip Football Italia.

Baca juga: Inter Milan Vs Verona, Kebangkitan Penting Anak Asuh Antonio Conte

"Setelah Anda mulai mentransmisikan ini setiap hari, jelas bahwa Anda juga meningkatkan standar bagi mereka yang bekerja dengan Anda, para pemain Anda," ujar Conte.

Tuntutan yang Conte dapat dari pihak Inter Milan memang berat.

Namun, eks pelatih Juventus dan Chelsea ini enggan membuat tuntutan menjadi beban.

Sebaliknya, hal tersebut menjadi tantangan dengan memberikan semua yang dia miliki.

"Tuntutan harus menjadi tinggi bagi kami semua jika kami ingin menulis sejarah atau dalam pengertian kami, memenangkan sesuatu," ungkap Conte.

Baca juga: Inter Milan Vs Verona, 3 Poin Bawa Nerazurri Gusur Juventus

"Itu karena pemenang menulis sejarah untuk klub yang mereka wakili. Saya sadar bahwa saya sangat menuntut dan begitu banyak orang yang berjuang dengan saya," ungkapnya.

"Ketika Anda tiba di klub baru, tidak semua orang terbiasa dengan kecepatan yang Anda bawa dan Anda berisiko meninggalkan seseorang karena mereka tidak tahan terhadap seberapa banyak Anda menghidupkan mesin," beber dia.

Terbukti, Inter Milan hanya sekali kalah dari 12 pertandingan di pentas Liga Italia musim ini. Sisanya, mereka meraih 10 kemenangan dan satu kali imbang.

Inter Milan saat ini bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Serie A. Mereka menempel juara bertahan, Juventus.

Baca juga: Diganti, Ronaldo Tinggalkan Stadion Sebelum Juventus Vs AC Milan Usai

Inter Milan hanya terpaut satu poin dengan Juventus yang mengoleksi 34 poin.

Namun, lanjut Conte, jika ambisi untuk menang, menorehkan dan menulis sejarah maka tidak bisa dihindari untuk bertanya begitu banyak pada diri sendiri dan orang lain.

“Ini cara bekerja untuk unggul dan mencoba untuk menang," tegas pelatih berusia 50 tahun ini.

"Bukan suatu kenyataan bahwa kami pada akhirnya akan menang, tetapi yang penting adalah bahwa, pada akhir musim, Anda tahu Anda telah melakukan segala yang mungkin dalam hal bekerja untuk mencapai hasil maksimal," tutup Conte.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X