Soal PPLP Disabilitas, Jawa Barat Ingin Susul Lima Provinsi Ini

Kompas.com - 12/11/2019, 15:12 WIB
Pada Asian Para Games lalu, sebanyak 325 media yang terdiri dari 175 media nasional dan 150 media asing memberitakan perhelatan olahraga terbesar se-Asia bagi atlet disabilitas ini Jalu Wirajati/Kompas.comPada Asian Para Games lalu, sebanyak 325 media yang terdiri dari 175 media nasional dan 150 media asing memberitakan perhelatan olahraga terbesar se-Asia bagi atlet disabilitas ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Jawa Barat menginginkan adanya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) khusus untuk pembinaan atlet pelajar disabilitas.

Adalah pelatih kontingen Jawa Barat pada Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) Mamud Muhammad yang mengatakan hal itu.

Laman antaranews.com menulis, sedikitnya ada lima provinsi yang sudah memiliki PPLP Disabilitas.

Baca juga: Keajaiban Olahraga di Tangan Atlet Disabilitas

Kelima provinsi itu antara lain Sumatra Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Tengah.

"Mudah-mudahaan ke depan, kami bisa punya PPLP Disabilitas seperti provinsi lain," tutur Mamud.

Atlet difabel Lempar Cakram Indonesia beraksi saat test event Para Games Invitational Tournament di Stadion Madya Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Atlet difabel Lempar Cakram Indonesia beraksi saat test event Para Games Invitational Tournament di Stadion Madya Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

Mamud mengatakan PPLP Disabilitas di provinsi akan mendorong pembinaan dan pelatihan yang lebih terukur.

"Ini juga mempermudah proses perekrutan atlet berpotensi untuk tampil di tingkat nasional," kata Mamud.

Ni Made Aryanti Putri (22) atlet disabilitas cabor lari raih dua medali perak Asian Para Games 2018, saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Ni Made Aryanti Putri (22) atlet disabilitas cabor lari raih dua medali perak Asian Para Games 2018, saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018).

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) giat mendorong kehadiran PPLP, Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM), dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di tingkat daerah dan provinsi.

Atlet difabel Indonesia, Jaenal Aripin memacu kursi roda balap saat test event Para Games Invitational Tournament di Stadion Madya Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Atlet difabel Indonesia, Jaenal Aripin memacu kursi roda balap saat test event Para Games Invitational Tournament di Stadion Madya Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

Tujuannya untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi dan bisa bersaing dengan klub olahraga yang juga membina atlet sejak usia dini.

Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia juga punya harapan sama.

Nurmala, atlet difabel cabang olahraga atletik asal Sumut KOMPAS.com / MEI LEANDHA Nurmala, atlet difabel cabang olahraga atletik asal Sumut

Apalagi saat mendapatkan kenyataan prestasi para atlet disabalitas pada Asian Para Games 2018.

NPC Indonesia menaruh harapan penuh pada PPLP Disabilitas yang dibentuk di setiap provinsi.

Ini menjadi hal penting untuk menemukan atlet-atlet disabilitas tingkat nasional dan Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X