Kompas.com - 12/11/2019, 11:10 WIB
Fabio Quartararo, Rookie of the Year 2019. (Photo by PETER PARKS / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE -- PETER PARKSFabio Quartararo, Rookie of the Year 2019. (Photo by PETER PARKS / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE --
|

KOMPAS.com - Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengatakan bahwa seri balapan terakhir MotoGP di Valencia bakal menjadi bonus buat dirinya pada musim ini.

Hal ini berkaca pada penampilannya yang tampil baik, bahkan bisa bersaing dengan beberapa pebalap papan atas meskipun Quartararo berada di tim satelit.

Pernyataan tersebut tidaklah berlebihan sebab Fabio Quartararo menjalani musim perdana yang hebat pada MotoGP 2019 ini.

Enam podium yang berhasil diamankannya hingga berakhirnya MotoGP Malaysia beberapa waktu lalu seakan menjadi bukti sahih kepiawaian Quartararo menunggangi kuda besi.

Baca juga: Valentino Rossi Dinilai Sulit Jadi Juara Dunia MotoGP Lagi, tetapi...

Tak heran, pebalap sekaliber Marc Marquez yang notabene adalah juara MotoGP musim ini turut memberikan apresiasi setinggi langit kepada Quartararo.

Hanya, kali ini pebalap berjuluk El Diablo tersebut akan datang ke Valencia tidak dengan modal positif.

Di Sirkuit Phillip Island, Quartararo mengalami crash saat mengarungi putaran pertama. Adapun di Sirkuit Sepang dia hanya mampu finis ketujuh kendati meraih pole position.

Dikutip Bolasport dari GPOne, Selasa (12/11/2019), Quartararo menuturkan perasaannya seusai melakoni dua balapan yang cukup berat.

Baca juga: Jelang MotoGP Valencia, Valentino Rossi Bicara Kelemahan Motor

"Memang, dua pekan kemarin cukup berat. Namun, saya tidak mau terlalu memikirkannya,” ujar El Diablo saat ditemui pada ajang EICMA pekan lalu.

"Namun, saya bersyukur bahwa sekarang saya sudah bisa berlatih kembali untuk mempersiapkan diri menuju MotoGP Valencia," ucap Quartararo.

Quartararo pun mengaku bahwa dia tidak mau ambil pusing dengan hasil yang didapatnya di Valencia besok.

"Saya pikir musim ini tidak akan berubah hanya oleh hasil yang saya dapat di Valencia," tutur Quartararo.

Baca juga: Menyongsong Gelaran MotoGP Mandalika 2021

"Balapan nanti menjadi sebuah bonus untuk saya. Saya tentu akan senang kalau hasilnya bagus. Namun, kalau tidak pun, tidak ada masalah," katanya.

Menurut pebalap berusia 20 tahun tersebut, pengalaman yang didapatnya dari melakoni 18 seri balapan selama ini telah membuatnya belajar banyak hal.

Itulah mengapa Quartararo terkesan tenang dalam menyambut MotoGP Valencia akhir pekan ini.

Sirkuit Ricardo Tormo dikenal sebagai sirkuit yang tidak terlalu cocok untuk para rider Yamaha seperti Quartararo.

Statistik menunjukkan bahwa pebalap Yamaha terakhir yang mampu mengunci kemenangan di sirkuit tersebut ialah Jorge Lorenzo (2016).

Pebalap Honda masih menjadi raja di sirkuit yang memiliki panjang trek 4 kilometer ini dengan mengemas sembilan kemenangan di kelas utama.

Menurut jadwal, rangkaian MotoGP Valencia akan dimulai pada Jumat (15/11/2019) mendatang dengan dua sesi latihan bebas. (Agustinus Rosario)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Tim Mundur dari European Super League, Klub Inggris Rontok!

Daftar Tim Mundur dari European Super League, Klub Inggris Rontok!

Liga Champions
European Super League Kolaps, Andrea Agnelli Lepas Jabatan Presiden Juventus?

European Super League Kolaps, Andrea Agnelli Lepas Jabatan Presiden Juventus?

Liga Italia
6 Tim Premier League Mundur dari ESL karena 'Disogok' UEFA?

6 Tim Premier League Mundur dari ESL karena "Disogok" UEFA?

Liga Inggris
Man City Resmi Mundur dari European Super League, Presiden UEFA Girang

Man City Resmi Mundur dari European Super League, Presiden UEFA Girang

Liga Inggris
5 Ragam Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit

5 Ragam Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit

Sports
'Big Six' Liga Inggris Mundur, European Super League Bubar?

"Big Six" Liga Inggris Mundur, European Super League Bubar?

Liga Inggris
Barcelona Juga Berpeluang Mundur dari European Super League

Barcelona Juga Berpeluang Mundur dari European Super League

Liga Spanyol
Klasemen Liga Inggris, Chelsea ke Empat Besar Usai Diimbangi Brighton

Klasemen Liga Inggris, Chelsea ke Empat Besar Usai Diimbangi Brighton

Liga Inggris
Final Piala Menpora Persib Vs Persija - Sejarah Lebih Berpihak kepada Maung Bandung

Final Piala Menpora Persib Vs Persija - Sejarah Lebih Berpihak kepada Maung Bandung

Liga Indonesia
Hasil Chelsea Vs Brighton - Imbang Lawan 10 Pemain, The Blues Tembus Empat Besar

Hasil Chelsea Vs Brighton - Imbang Lawan 10 Pemain, The Blues Tembus Empat Besar

Liga Inggris
Pelopori European Super League, Juventus Masih Bidik Liga Champions

Pelopori European Super League, Juventus Masih Bidik Liga Champions

Liga Italia
Gara-Gara European Super League, Pelatih Sassuolo Ogah Hadapi AC Milan

Gara-Gara European Super League, Pelatih Sassuolo Ogah Hadapi AC Milan

Liga Italia
Ed Woodward Mundur dari Man United di Tengah Kisruh European Super League

Ed Woodward Mundur dari Man United di Tengah Kisruh European Super League

Liga Inggris
Gantikan Jose Mourinho di Tottenham, Ryan Mason Langsung Cetak Rekor

Gantikan Jose Mourinho di Tottenham, Ryan Mason Langsung Cetak Rekor

Liga Inggris
Piala Menpora 2021 - Pujian Pelatih Persib untuk Ketajaman Ezra Walian

Piala Menpora 2021 - Pujian Pelatih Persib untuk Ketajaman Ezra Walian

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X