Memahami Cara Pelatih Perlakukan Cristiano Ronaldo yang Mulai Menua

Kompas.com - 12/11/2019, 05:00 WIB
Cristiano Ronaldo memamerkan kostum berhiaskan angka 700 yang merefleksikan jumlah golnya sepanjang karier, jelang laga Juventus vs Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, 19 Oktober 2019. AFP/MARCO BERTORELLOCristiano Ronaldo memamerkan kostum berhiaskan angka 700 yang merefleksikan jumlah golnya sepanjang karier, jelang laga Juventus vs Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, 19 Oktober 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Tak ada yang bisa membantah bahwa Cristiano Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia.

Sudah lebih dari 700 gol dicetak pria Portugal itu di sepanjang kariernya.

Lebih hebat lagi, Ronaldo masih mampu bermain di level teratas dalam usianya yang sudah hampir menginjak 35 tahun.

Pasalnya, banyak pemain lain di usia tersebut, apalagi di posisi penyerang, yang susah tersingkir ke level lebih rendah atau bahkan memutuskan pensiun.

Di level internasional, banyak yang percaya Ronaldo masih akan memimpin timnas Portugal saat Piala Dunia di Qatar pada 2022 mendatang.

Meski kerap dipuji karena performanya yang dianggap masih stabil, pemain yang kini bermain di Juventus itu ternyata tetap tak bisa menghindari gejala penuaan pada dirinya.

Setidaknya hal itulah yang terpantau oleh salah satu pelatih kondang asal Italia, Fabio Capello.

Dari pengamatan Capello, Ronaldo sudah tidak pernah menggocek bola melewati lawan dalam tiga tahun terakhir.

Capello menyebut, pengamatannya itu dilakukan sejak masa-masa akhir Ronaldo di klub sebelumnya, Real Madrid.

Baca juga: Diganti, Ronaldo Tinggalkan Stadion Sebelum Juventus Vs AC Milan Usai

"Cristiano Ronaldo belum menggocek bola melewati lawan selama tiga tahun," kata Capello kepada Sky Sport Italia.

"Saya sering menjadi komentator pertandingan La Liga saat dia masih bisa mengambil langkah ganda dan meninggalkan pemain lawan di tempatnya berdiri," ujar Capello.

Capello menyampaikan hal tersebut seusai laga pekan ke-12 Serie A antara Juventus vs AC Milan, Minggu (10/11/2019).

Laga tersebut dimenangi Juventus dengan skor 1-0 lewat gol Paulo Dybala pada menit ke-77.

Namun, jangan berpikir Ronaldo berperan dalam kemenangan tersebut.

Pasalnya, Dybala adalah pemain yang menggantikan Ronaldo pada menit ke-55.

Dengan demikian, Juventus justru bisa memastikan kemenangan saat tak ada Ronaldo.

Cristiano Rolando berselebrasi seusai mencetak gol pada laga timnas Ukraina vs Portugal yang berakhir dengan skor 2-1 di Kualifikasi Euro 2020.AFP/ Genya Savilov Cristiano Rolando berselebrasi seusai mencetak gol pada laga timnas Ukraina vs Portugal yang berakhir dengan skor 2-1 di Kualifikasi Euro 2020.

Ini sudah kedua kalinya dalam sepekan terakhir bagi Juve bisa memastikan kemenangan saat Ronaldo ditarik keluar lapangan.

Sebelumnya, sang megabintang juga diganti pada menit ke-82 saat Juventus melawan Lokomotiv Moskwa dalam matchday keempat Liga Champions.

Juventus bisa memastikan kemenangan lewat gol Douglas Costa pada injury time dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1.

Dalam dua kasus pergantian yang dialaminya, Ronaldo seperti tidak mudah menerimanya.

Ia bahkan selalu menunjukan wajah kesal. Dalam laga melawan AC Milan, Ronaldo bahkan dilaporkan sudah meninggalkan stadion sebelum laga usai.

Pelatih Juventus Maurizio Sarri menyadari kemarahan Ronaldo. Namun, ia seperti yakin atas keputusan yang dilakukannya itu.

Lagipula, Sarri menyebut Ronaldo masih membutuhkan waktu untuk penyembuhan cedera lututnya.

Baca juga: Gejala Mulai Tua, Kemampuan Ronaldo Menurun dalam 3 Tahun Terakhir

Seperti Cara Zidane

Ronaldo tercatat sudah dua kali absen dan tidak sama sekali disertakan dalam tim di Serie A musim ini.

Ia absen saat Juventus hanya berhadapan dengan tim gurem selevel Brescia dan Lecce.

Dalam sebuah kesempatan, Sarri memang sempat mengatakan sang megabintang yang meminta untuk diistirahatkan.

Jika mundur ke belakang, saat bermain di Real Madrid, sang pelatih Zinedine Zidane juga pernah mengistirahatkan Ronaldo dalam laga-laga kurang penting.

Dalam banyak laga menghadapi tim-tim gurem La Liga, Ronaldo juga kerap ditarik keluar lebih awal, atau bahkan tak dimainkan.

Seperti yang kini dialami Sarri, Zidane juga pernah menjadi sasaran kemarahan Ronaldo.

Namun, Zidane juga sudah yakin cara yang dilakukannya itu tepat.

Dengan usia Ronaldo yang sudah berkepala tiga, Zidane menilai sang megabintang sudah tidak bisa diandalkan secara terus menerus.

Dengan tidak dimainkan di laga-laga ringan, maka Ronaldo punya tenaga untuk bisa dimaksimalkan untuk menghadapi pertandingan penting.

Baca juga: Saat di Madrid, Ronaldo Juga Sering Marah ke Zidane gara-gara Diganti

Selebrasi penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, setelah membobol gawang Bayern Muenchen, pada pertandingan pertama babak perempat final Liga Champions, 12 April 2017.  CHRISTOF STACHE / AFP Selebrasi penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, setelah membobol gawang Bayern Muenchen, pada pertandingan pertama babak perempat final Liga Champions, 12 April 2017.

Zidane sepertinya sudah membuktikan caranya itu benar lewat hattrick tiga gelar Liga Champions pada periode 2016-2018.

Pada tiga gelar juara Liga Champions beruntun yang diraih El Real, Ronaldo selalu punya peran penting dalam laga-laga krusial di babak knock out.

"Cristiano adalah seorang pemain yang sangat cerdas. Saya ingin dia tampil dalam seluruh pertandingan pada musim ini," ujar Zidane.

Ia menyampaikan itu menanggapi keputusannya tak memainkan Ronaldo saat melawan Sevilla di leg pertama 16 besar Copa del Rey, 4 Januari 2017.

"Kami bertanding 20 pertandingan dalam 60 hari ke depan. Jadi, dia sangat perlu diistirahatkan," ucap Zidane.

"Antara saya dan dia (Ronaldo) memiliki pandangan yang sama soal hal tersebut dan bukan menjadi suatu masalah berarti," ujar legenda sepak bola Perancis itu.

Baca juga: [VIDEO] Juventus Vs AC Milan, Drama Ronaldo Diganti pada Menit Ke-55

Target Liga Champions

Juventus sudah cukup lama tak pernah meraih gelar juara Liga Champions.

Kendati selalu menguasai Serie A dalam delapan musim beruntun, Juventus selalu kesulitan setiap tampil di Liga Champions.

Ronaldo adalah pemain yang dinilai bisa mengakhiri puasa Si Nyonya Besar meraih Si Kuping Besar.

Pada musim lalu, Ronaldo gagal melewati hadangan Ajax Amsterdam di perempat final.

Ketika itu, Juventus masih dilatih Massimiliano Allegri, pelatih yang tidak punya keberanian untuk tidak memainkan Ronaldo, kecuali dalam kondisi mendesak.

Hal itulah yang kemungkinan besar sudah dipelajar betul oleh Sarri.

Keputusan Sarri yang berani mengganti Ronaldo mendapat pujian dari Capello.

Capello menilai hanya pelatih berkepribadian kuat yang berani mengambil keputusan tak populer itu.

“Di dalam dirinya ada jiwa seorang super juara, yang terbaik dari semua pemain terbaik," ujar Capello menanggapi Ronaldo.

Sampai sejauh ini, Juventus sudah memastikan lolos ke 16 besar Liga Champions.

Juventus akan menjamu Atletico Madrid pada matchday kelima, 27 November mendatang.

Baca juga: Juventus Vs AC Milan, Sarri Ungkap Alasan Tarik Keluar Ronaldo

Ejekan Ronaldo Kala Juventus kepada fans Los Rodjibalcos kala menumbangkan Atletico Madird pada hari Minggu (13/3/2019)twitter Ejekan Ronaldo Kala Juventus kepada fans Los Rodjibalcos kala menumbangkan Atletico Madird pada hari Minggu (13/3/2019)

Meski sudah memastikan lolos, Juventus diprediksi masih mengincar kemenangan demi mengamankan status juara grup.

Dengan menjadi juara grup, Juve bisa menghindar berhadapan dengan lawan-lawan berat sedari awal.

Dengan demikian, jalan menuju juara dinilai lebih mudah.

Sebelum laga melawan Atletico, Juve akan berhadapan dengan Atalanta pada pekan ke-13 Serie A.

Baca juga: Gara-gara Curi Gol, Ramsey Sampai Minta Maaf ke Ronaldo

Belum diketahui pasti apakah Sarri akan mengisitirahatkan Ronaldo saat melawan Atalanta agar sang bintang bisa tampil maksimal menghadapi Atletico.

Namun, Sarri sempat berujar bahwa perlu manajemen waktu bermain yang tepat untuk bisa memaksimalkan kemampuan Ronaldo.

“Dengan Cristiano Ronaldo, kami sering berbicara. Bahkan kadang-kadang dia perlu istirahat, kami akan melihat kapan berdasarkan perasaannya," ucap Sarri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X