Memahami Cara Pelatih Perlakukan Cristiano Ronaldo yang Mulai Menua

Kompas.com - 12/11/2019, 05:00 WIB
Cristiano Ronaldo memamerkan kostum berhiaskan angka 700 yang merefleksikan jumlah golnya sepanjang karier, jelang laga Juventus vs Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, 19 Oktober 2019. AFP/MARCO BERTORELLOCristiano Ronaldo memamerkan kostum berhiaskan angka 700 yang merefleksikan jumlah golnya sepanjang karier, jelang laga Juventus vs Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Allianz, 19 Oktober 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

Juventus sudah cukup lama tak pernah meraih gelar juara Liga Champions.

Kendati selalu menguasai Serie A dalam delapan musim beruntun, Juventus selalu kesulitan setiap tampil di Liga Champions.

Ronaldo adalah pemain yang dinilai bisa mengakhiri puasa Si Nyonya Besar meraih Si Kuping Besar.

Pada musim lalu, Ronaldo gagal melewati hadangan Ajax Amsterdam di perempat final.

Ketika itu, Juventus masih dilatih Massimiliano Allegri, pelatih yang tidak punya keberanian untuk tidak memainkan Ronaldo, kecuali dalam kondisi mendesak.

Hal itulah yang kemungkinan besar sudah dipelajar betul oleh Sarri.

Keputusan Sarri yang berani mengganti Ronaldo mendapat pujian dari Capello.

Capello menilai hanya pelatih berkepribadian kuat yang berani mengambil keputusan tak populer itu.

“Di dalam dirinya ada jiwa seorang super juara, yang terbaik dari semua pemain terbaik," ujar Capello menanggapi Ronaldo.

Sampai sejauh ini, Juventus sudah memastikan lolos ke 16 besar Liga Champions.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X