5 Hal Menarik dari Laga Liverpool Vs Manchester City

Kompas.com - 11/11/2019, 04:20 WIB
Andy Robertson (kiri) dan Sergio Aguero (kanan) berduel untuk merebut bola pada laga Liverpool Vs Man City di Stadion Anfield dalam lanjutan pekan ke-12 Liga Inggris, Minggu, 10 November 2019. AFP/ PAUL ELLISAndy Robertson (kiri) dan Sergio Aguero (kanan) berduel untuk merebut bola pada laga Liverpool Vs Man City di Stadion Anfield dalam lanjutan pekan ke-12 Liga Inggris, Minggu, 10 November 2019.

KOMPAS.com - Sejumlah fakta menari tersaji pada pertandingan Liverpool vs Manchester City

Pertandingan Liverpool vs Man City di Stadion Anfield, Minggu (10/11/2019), berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah. 

Liverpool langsung memimpin dua gol cepat lewat Fabinho (6') dan Mohamed Salah (13'). The Reds menambah gol ketiga melalui sundulan jarak dekat Sadio Mane pada menit ke-51.

Manchester City baru dapat mengecilkan skor pada menit ke-78 lewat sepakan Bernardo Silva.

Baca juga: Liverpool Vs Man City, The Reds Menang Meyakinkan di Anfield

Berikut adalah lima laga menarik dari partai menghibur dan penuh drama antara Liverpool vs Man City di Stadion Anfield tersebut.

1. Harus ada Solusi untuk Kisruh VAR

Kemenangan Liverpool dibuka oleh gol sangat kontroversial. Tangan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, tampak mengenai bola di kotak penaltinya sendiri. Sergio Aguero begitu yakin bola mengenai tangan bek Liverpool tersebut sampai mengejar wasit Michael Oliver beberapa meter.

Akan tetapi, wasit meneruskan pertandingan dan Liverpool mencetak gol di ujung gawang satunya lewat tembakan artileri Fabinho. Video Assistant Referee (VAR) melakukan cek dan gol tersebut dianggap sah.

"Saya pikir tangan Trent Alexander-Arnold tak berada di posisi natural, ia bocah yang beruntung. Seharusnya itu penalti," ujar pandit BBC, Chris Sutton.

"Bagi saya, tangannya menjauh dari badan. Michael Oliver ada di situ tetapi sudutnya mungkin tidak tepat untuk mengambil keputusan. Ia wasit top tetapi keputusannya ini mungkin salah," tutur Peter Beagrie, mantan pemain Man City yang jadi pandit MolaTV.

Baca juga: Julio Cesar Chavez Jr: Saya Banyak Melakukan Hal Bodoh

Kejadian di Anfield merupakan insiden VAR terbesar musim ini dan terjadi menyusul gol Sheffield United yang dianulir karena offside tipis kontra Tottenham sehari sebelumnya.

Mike Riley, bos dari asosiasi wasit di Premier League, akan mengadakan pertemuan di London dengan ke-20 perwakilan tim EPL untuk membicarakan isu VAR. mantan wasit top di Liga Inggris ini harus segera mencari solusi agar membantu para juniornya di lapangan.

Adalah keputusan Mike Riley sendiri pada awal musim untuk tidak menyertakan monitor VAR di pinggir lapangan. Menurutnya, keberadaan monitor tersebut hanya akan menyebabkan penundaan tambahan. Akan tetapi, ia bisa jadi berubah pikiran melihat apa yang terjadi sejauh ini.

2. Mohamed Salah Raja Anfield

Berkat golnya ke gawang Claudio Bravo, Mohamed Salah kini telah terlibat dalam 52 gol dari hanya 44 penampilan di Anfield pada ajang Premier League.

Salah mencatatkan 38 gol dan 14 assist dari laga-laga tersebut. Gol pada mega partai papan atas Liga Inggris ini datang dpada saat tepat bagi sang penyerang.

Baca juga: Jelang Liverpool Vs Man City, Lampu Siaga Mohamed Salah

Gol non penalti terakhirnya di Liga Inggris datang kontra Newcastle United pada 14 September 2019 yang terjadi lewat kerjasama apik bersama Roberto Firmino.

Bahkan, penyerang asal Mesir ini hanya sekali mencetak gol non penalti (saat bertandang ke Genk) dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

3. Liverpool Punya Masalah Menghadapi Set Piece

Sebelum mencetak gol kedua mereka, Liverpool beberapa kali dibuat kelimpungan oleh set piece Manchester City. The Reds beruntung Raheem Sterling dan Sergio Aguero tak bisa melakukan kontak sempurna dengan bola dari jarak dekat. 

Kelemahan ini tampak menyerupai apa yang terjadi pada musim 2016-2017 dan 2015-2016 saat Liverpool kebobolan masing-masing 13 dan 15 gol dari situasi bola mati sebelum kedatangan Virgil van Dijk untuk merapihkan lini pertahanan.

Musim ini, Manchester City telah mencetak enam gol dari 56 set piece, peningkatan signifikan dari hanya 12 dari 148 set piece musim lalu. Faktor utama perubahan ini adalah kedatangan pelatih khusus Nicolas Jover dari Brentford dan analis Dylan Jones.

4. Sergio Aguero Kering Gol di Anfield

Sergio Aguero memiliki 173 gol dari 243 laga di Premier League. Akan tetapi, tak satu pun gol tersebut datang dari 11 penampilannya di Anfield.

Pada babak pertama, ia sempat menguji Alisson lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti. Aguero lalu melepas tembakan yang melebar hanya empat menit sebelum babak pertama berakhir.

Kesempatan besar pertama Aguero pada babak kedua muncul pada menit ke-67 ketika Kevin De Bruyne melepas umpan silang datar ke arahnya. Namun, Aguero yang tak terjaga di garis 6 yard tak bisa menjangkau si kulit bundar. 

Baca juga: Pemberontakan di Napoli, Fans Kejar Insigne dan Ancelotti Terancam

"Di stadion lain di seluruh dunia, Aguero akan mencetak gol tersebut," tutur komentator pertandingan, Peter Drury. "Statistik yang benar-benar sungguh aneh," lanjutnya saat membicarakan jumlah laga Aguero buntu di Anfield.

Sebelum ditarik keluar pada menit ke-71, Sergio Aguero mencatatkan dua tembakan tepat sasaran. Angka ini menyamai catatan sang bomber pada tujuh kunjungan terakhirnya ke Anfield.

5. Hasil ini Membuka Pintu Bagi Dua Tim Biru Lain untuk Bersaing Menuju gelar

Kemenangan Liverpool membuat mereka kini unggul 8 poin di puncak Liga Inggris.

Namun, kekalahan Manchester City membuka peluang bagi para penantang The Reds lain di puncak klasemen.

Kedua kubu yang berpeluang terbesar adalah tim-tim yang juga memakai jersey biru, Leicester dan Chelsea. Dwi klub tersebut kini mengoleksi 26 poin sementara hasil di Anfield membuat Man City terjebak di angka 25.

Menariknya, baik Leicester dan Chelsea punya koneksi dengan Manchester City dan Liverpool.

Leicester dilatih oleh mantan bos Liverpool terakhir sebelum Juergen Klopp yang membawa mereka mendekati titel liga, Brendan Rodgers.

The Foxes merah panas setelah memenangi empat laga terakhir termasuk menghancurkan Southampton 9-0 di kandang lawan dan 2-0 saat menjamu Arsenal.

Sementara, Chelsea dilatih oleh Frank Lampard, yang pernah bermain bagi Manchester City. Pasukan Lampard juga merah panas dengan memenangi enam laga terakhir mereka di Liga Inggris.

"Selamat kepada Leicester CIty dan Chelsea yang menjadi dua tim entertainer di Liga Inggris," tutur Jim Beglin.

Man City akan langsung punya kesempatan untuk membuktikan bahwa hanya mereka yang layak mengejar Liverpool. Pertandingan berikut The Citizens adalah kontra Chelsea.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X