Atlet Berkuda Ivana Putri Santosa Berpeluang Tembus Ajang AEF 2020

Kompas.com - 09/11/2019, 14:10 WIB
Atlet berkuda Indonesia, Ivana Putri Santosa. Dok. PribadiAtlet berkuda Indonesia, Ivana Putri Santosa.

KOMPAS.com - Atlet berkuda Indonesia, Ivana Putri Santosa, mendapatkan kesempatan untuk tampil pada ajang Asian Equestrian Federation (AEF) U-21 pada tahun 2020.

Meski demikian, sebelum menembus ajang tersebut, Ivana harus terlebih dulu lolos kualifikasi yang bakal berlangsung di Pulomas, Jakarta, pada pertengahan Desember 2019.

Pada tahun 2018 lalu, Ivana sukses mengikuti AEF yang digelar di Qatar. Kala itu, dia mampu tampil hingga ke babak final.

Baca juga: Direnovasi, Stadion Markas Barito Putera Ditarget Selesai 2021

Berbekal pengalaman tersebut, remaja berusia 15 tahun itu kini lebih matang. Ia juga terus mengasah diri dengan berlatih hampir setiap hari.

"Ini sudah kali kedua, jadi saya sudah tahu harus seperti apa. Pelajaran yang dipertik dari tahun lalu adalah jangan terlalu percaya diri," ucap Ivana saat konferensi pers yang berlangsung Jumat (8/11/2019).

Saat AEF 2018, waktu persiapan Ivana juga terbilang sempit, sehingga dia belum mampu tampil optimal. 

Ivana sendiri nantinya akan turun di kelas dressage. Ia menunggangi kuda black peony dan terus mengasah kemampuannya di bawah pelatih James Octavianus.

"Tahun lalu, saya masuk di pre eliminary. Namun, dua minggu sebelum Porda ada pemberitahuan kalau ada beberapa nama yang terpilih untuk ikut kualifikasi. Nah, masalahnya yang dipertandingkan itu kelas di atas pre eliminary."

"Untungnya kuda saya itu memang sudah disiapkan untuk naik kelas. Jadi, kudanya seperti ngajarin, lalu pelatih juga menyarankan untuk meninggalkan Porda dulu," tutur Ivana.

Pada AEF 2018, Ivana menempati peringkat ke-14. Turun di nomor dressage, ia sempat mengalami kendala saat ada di Qatar.

"Dari 15 peserta kan ada 15 kuda, tetapi jurinya memutuskan tidak menggunakan delapan kuda karena tidak lolos kualifikasi," ucap Ivana.

"Sementara itu, kuda saya itu yang paling mending, tetapi parah. Jadi di antara kuda yang jelek, kuda saya paling bagus," cerita Ivana.

Olahraga mahal

Atlet asal Semarang, Jawa Tengah itu sudah memiliki sederet prestasi nasional mulai dari usia 12 tahun.

Kedua orangtua memberikan dukungan yang begitu besar terhadap karier Ivana di dunia equestrian.

Di Semarang, orangtuanya sampai membuatkan stable (tempat equestrian) untuk menunjang latihan Ivana.

Olahraga equestrian ini memang bukanlah olahraga murah.

Kuda yang dipakai Ivana untuk latihan sehari-hari pun tak murah. Ia mengaku bisa membeli kuda dari Belanda dengan nilai Rp 800 juta hingga 1 miliaran.

Baca juga: UEFA Berencana Gelar Final Liga Champions 2024 di New York

"Kuda yang bisa saya pakai ini memang mahal. Paling murah saja itu kisaran Rp 600 juta," kata Ivana.

Dari segi perlengkapan, equestrian memang terbilang mahal. Dari helm, jaket, baju, kaos khusus saja bisa memakan biaya sampai Rp 60 juta.

Belum lagi biaya operasional perawatan kuda yang setiap bulannya bisa mencapai Rp 10 juta.

Meski demikian, orangtua Ivana tetap memberikan dukungan agar sang anak bisa mencapai cita-citanya menjadi atlet equestrian andalan Indonesia.

"Mimpi tertinggi itu bisa mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional seperti Asian Games atau single event lainnya," kata Ivana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajax Vs Valencia, Los Che Dinilai Sudah Lakukan Keajaiban

Ajax Vs Valencia, Los Che Dinilai Sudah Lakukan Keajaiban

Liga Champions
BWF World Tour Finals 2019, Drama Rubber Game, Anthony Ginting Kalah

BWF World Tour Finals 2019, Drama Rubber Game, Anthony Ginting Kalah

Olahraga
Final SEA Games 2019, Apakah Lawan Sengaja Mencederai Evan Dimas?

Final SEA Games 2019, Apakah Lawan Sengaja Mencederai Evan Dimas?

Liga Indonesia
Link Live Streaming Persela Vs PSS Sleman, Kic-koff 15.30 WIB

Link Live Streaming Persela Vs PSS Sleman, Kic-koff 15.30 WIB

Liga Indonesia
BWF World Tour Finals 2019, Hendra/Ahsan Atasi Wakil Malaysia

BWF World Tour Finals 2019, Hendra/Ahsan Atasi Wakil Malaysia

Olahraga
Final SEA Games 2019, Orangtua Evan Dimas Sempat Khawatir

Final SEA Games 2019, Orangtua Evan Dimas Sempat Khawatir

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Vietnam, Garuda Muda Dinilai Sudah Lebih Baik

Timnas U23 Indonesia Vs Vietnam, Garuda Muda Dinilai Sudah Lebih Baik

Liga Indonesia
Persela Vs PSS Sleman, Tuan Rumah Tanpa 2 Stopper Andalan

Persela Vs PSS Sleman, Tuan Rumah Tanpa 2 Stopper Andalan

Liga Indonesia
Inter Milan Gagal Lolos 16 Besar, Luke Shaw Sindir Romelu Lukaku

Inter Milan Gagal Lolos 16 Besar, Luke Shaw Sindir Romelu Lukaku

Liga Champions
BWF World Tour Finals 2019, Praveen/Melati Ingin Jaga Momentum

BWF World Tour Finals 2019, Praveen/Melati Ingin Jaga Momentum

Olahraga
Borneo FC Vs Persib, Terens Puhiri Ingin Menangi Laga Kandang Terakhir

Borneo FC Vs Persib, Terens Puhiri Ingin Menangi Laga Kandang Terakhir

Liga Indonesia
Persebaya Vs Arema FC, Bajul Ijo Tak Mau Jemawa di Derbi Jatim

Persebaya Vs Arema FC, Bajul Ijo Tak Mau Jemawa di Derbi Jatim

Liga Indonesia
Borneo FC Vs Persib, Robert Rene Alberts Tolak Anggapan Persib Inkonsisten

Borneo FC Vs Persib, Robert Rene Alberts Tolak Anggapan Persib Inkonsisten

Liga Indonesia
Borneo FC Vs Persib, Pesut Etam Jadi Ujian Besar Maung Bandung

Borneo FC Vs Persib, Pesut Etam Jadi Ujian Besar Maung Bandung

Liga Indonesia
Borneo FC Vs Persib Bandung, Tekad Maung Amankan 3 Poin demi 5 Besar

Borneo FC Vs Persib Bandung, Tekad Maung Amankan 3 Poin demi 5 Besar

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X