Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional, Aceh Bidik 11 Medali

Kompas.com - 05/11/2019, 17:07 WIB
Atlet penyandang disabilitas angkat besi Ni Nengah Widiasih. Perempuan kelahiran Karangasem, Bali pada 12 Desember 1989 itu mencatatkan namanya sebagai peraih medali perunggu pada pergelaran Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Kompas.com/Josephus PrimusAtlet penyandang disabilitas angkat besi Ni Nengah Widiasih. Perempuan kelahiran Karangasem, Bali pada 12 Desember 1989 itu mencatatkan namanya sebagai peraih medali perunggu pada pergelaran Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pada perhelatan Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional (Peparpenas) XI, Provinsi Aceh membidik 11 medali.

Peparpenas XI tulis laman antaranews.com berlangsung mulai Jumat (8/11/2019) sampai dengan Rabu (13/11/2019).

Secara rinci, kata Kepala Bidang Pembibitan Atlet Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Faisal Wali, medali yang diincar adalah 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Baca juga: Impian M Fadli Raih Tiket ke Paralimpiade Tokyo 2020

"Kami optimistis target itu terpenuhi," ujarnya.

Atlet Paralimpiade cabang atletik menaiki bus setelah mengikuti klasifikasi di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Atlet Paralimpiade cabang atletik menaiki bus setelah mengikuti klasifikasi di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.

Faisal Wali mengatakan, pada kejuaraan nasional di Surakarta, pekan lalu, atlet-atlet paralimpiade Aceh mampu meraih medali.

Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC), Majid Rashed (kiri), saat menyampaikan sambutan pada Upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.com/Andreas Lukas Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC), Majid Rashed (kiri), saat menyampaikan sambutan pada Upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Saat itu, para atlet meraih 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Peparpenas adalah ajang kompetisi olahraga bagi para atlet pelajar penyandang disabilitas.

Pada Peparpenas XI, Aceh mengirim 17 atlet.

Atlet Paralimpiade cabang atletik setelah mengikuti latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Atlet Paralimpiade cabang atletik setelah mengikuti latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.

Mereka mengikuti 4 dari 6 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Empat cabang yang diikuti adalah atletik, bulutangkis, catur, dan tenis meja.

"Kami sudah membina para atlet sejak setahun terakhir," ujar Faisal Wali sembari menambahkan bahwa para atlet akan diberangkatkan ke Jakarta pada Kamis (7/11/2019).

Atlet Paralimpiade cabang atletik setelah mengikuti latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Atlet Paralimpiade cabang atletik setelah mengikuti latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan para atlet berdasarkan jenis dan tingkat disabilitasnya. Dalam Asian Para Games 2018, atlet dikelompokkan menjadi tiga, yaitu physical impairment (PI) untuk atlet tunadaksa, visual impairment (VI) bagi atlet tunanetra, dan intellectual impairment (II) untuk atlet tunagrahita.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X