Kompas.com - 04/11/2019, 21:40 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares saat jumpa pers sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (27/10/2019) Persija.idPelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares saat jumpa pers sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu (27/10/2019)

KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, ikut angkat bicara terkait terpilihnya Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI yang baru.

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 setelah memperoleh 82 suara dari total 86 pemilik suara pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Seusai terpilihnya Iwan Bule, Edson Tavares memberikan pesan khusus kepada mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Baca juga: Jadi Ketua Umum PSSI, Iwan Bule Akan Bentuk Direktorat Pembinaan Suporter

Pelatih asal Brasil itu lebih menyoroti semrawutnya jadwal Liga Indonesia, khususnya Liga 1.

"Jika kami mengirimkan surat tentang hal ini ke FIFA, FIFA akan berikan sanksi ke federasi (PSSI)," ucap Edson Tavares, dilansir BolaSport.

"Bagaimana kalian bermain selama delapan pertandingan setiap bulan? Pemain menderita di lapangan, tetapi federasi hanya bilang 'Maaf' atau 'Tidak beruntung'," kata mantan pelatih timnas Vietnam itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadwal liga yang rapi, kata Edson, adalah kunci terbentuknya klub-klub yang kuat.

"Mereka tidak menyadari, tidak ada timnas yang kuat tanpa klub yang kuat. Jika tim tak kuat, timnas itu omong kosong," tuturnya menegaskan.

Lebih lanjut, dihimpun dari Antara, Edson menilai pemusatan latihan (TC) timnas senior terlalu lama.

Itu yang membuat para pelatih di klub sulit untuk mengembangkan kemampuan skuadnya.

Baca juga: Di Hadapan Menpora, Iwan Bule Berharap PSSI Punya Kantor Sendiri

Pemain-pemain yang dipanggil timnas pun harus kembali ke klub dalam kondisi kelelahan sehingga tidak bisa memperlihatkan performa maksimal dan rawan cedera.

Pelatih 63 tahun itu memberikan gambaran apa yang terjadi di Vietnam ketika ia menjadi pelatih timnas Vietnam pada kurun waktu 1994-1995 dan 2004.

Timnas Vietnam selalu kewalahan ketika berjumpa Indonesia.

Namun, pada akhirnya Vietnam berbenah dan saat ini menjadi tim yang memiliki pamor di kawasan Asia.

"Vietnam mendengarkan masukan dari saya dan pelatih berpengalaman lain seperti Alfred Rield," kata Edson.

Selama kompetisi tidak mendapatkan perhatian penuh dan perbaiknya di banyak aspek, Edson menegaskan bahwa dirinya tidak bisa berharap apa-apa terhadap kepengurusan PSSI yang baru.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.