Pelatih Persija Peringatkan Pengurus Baru PSSI soal Mutu Liga

Kompas.com - 04/11/2019, 12:50 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares (kiri), memberi arahan kepada Marko Simic (kanan) saat pertandingan Persija vs Semen Padang FC, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares (kiri), memberi arahan kepada Marko Simic (kanan) saat pertandingan Persija vs Semen Padang FC, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019).

KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Edson Araujo Tavares, mengingatkan kepada pengurus baru PSSI periode 2019-2023 bahwa kondisi klub punya peranan yang signifikan terhadap kualitas tim nasional.

Pernyataan itu disampaikan Tavares seusai laga Persija Jakarta vs PS Tira-Persikabo di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/11/2019) malam.

"Jika klub-klub di suatu negara lemah, kualitas timnasnya pun hanya omong kosong," ujar Tavares dikutip dari Antara.

Menurut pelatih asal Brasil itu, salah satu cara untuk menghasilkan klub berkualitas tinggi adalah dengan membuat jadwal liga yang terstruktur dan memperhatikan kondisi fisik pemain.

Baca juga: Klasemen Liga 1, Persija Keluar Zona Degradasi dan Persipura Tembus 3 Besar

Di Indonesia, lanjut pria yang memulai karier sebagai pelatih sejak tahun 1982 itu, jadwal liga dinilai terlalu padat.

Akibat padatnya jadwal Liga 1, para pemain mudah kelelahan dan cedera, ditambah pula jarak lokasi pertandingan yang berjauhan.

"Tidak mungkin pemain itu berlaga sekali dalam empat hari. Bagaimana bisa di Indonesia menjalani delapan pertandingan setiap bulannya? Pemain yang menderita di lapangan," katanya.

"Kalau terjadi sesuatu dengan mereka, federasi paling meminta maaf atau menyebutnya hanya ketidakberuntungan," kata Tavares yang pernah menangani timnas Yordania, Haiti, Vietnam, dan U-19 Oman itu.

Selain itu, Tavares juga menilai pemusatan latihan (TC) timnas senior terlalu lama. Hal itulah yang membuat para pelatih di klub sulit untuk mengembangkan kemampuan skuadnya.

Baca juga: Persija Vs PS Tira Persikabo, Macan Kemayoran Keluar dari Zona Degradasi

Pemain-pemain yang dipanggil timnas pun harus kembali ke klub dalam kondisi kelelahan sehingga tidak bisa memperlihatkan performa maksimal dan rawan cedera.

Pria berusia 63 tahun itu memberikan contoh ketika dia masih menjadi pelatih timnas Vietnam pada tahun 1994-1995 dan 2004.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X