Seperti Iwan Bule, Ratu Tisha Juga Minta Hentikan Ujaran Kebencian

Kompas.com - 03/11/2019, 13:00 WIB
Ekspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.COM/FERRIL DENNYSEkspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - KLB PSSI 2019 yang berlangsung hari Sabtu (2/11/2019) di Shangri-La Hotel, Jakarta, sempat diwarnai berbagai kejadian. 

Salah satunya adalah keluarnya 6 caketum PSSI dari arena Kongres Luar Biasa PSSI 2019. 

Menyoroti beberapa hal yang terjadi, Sekjen PSSI, Ratu Tisha mengatakan bahwa setiap kongres memiliki aturan yang sudah ditetapkan. 

Ia mengatakan bahwa semuanya berjalan berdasarkan aturan kongres yang ada. 

"Pokoknya semuanya berdasarkan tata tertib. Kongres itu memiliki tata tertib yang telah diatur dari tahun ke tahun. Ada tata tertibnya," ucap Ratu Tisha.

Baca juga: VIDEO - Gubernur Kalteng Sugianto Lempar Botol Saat Kalteng Vs Persib

Sekjen PSSI tersebut juga meminta semua masyarakat untuk mulai melihat segala sesuatu dari dua sisi. Sama halnya seperti melihat keadaan PSSI saat ini. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ratu Tisha mengatakan bahwa dibalik orang-orang yang pesimis akan federasi sepak bola Indonesia tersebut, beberapa orang lainnya melihat itu sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki PSSI. 

"Jadi kita kan melihat segala suatu hal dari 2 sisi. Ketika kita pesimis melihat sepak bola kita, ada seseorang yang melihat itu sebagai opportunity dan itu bisa mengembangkan (PSSI) dengan baik," ujar perempuan kelahiran 1985 tersebut. 

Ia juga meminta agar semua pihak rukun dan meminta untuk berhenti memberikan ujaran kebencian atas nama sepak bola. 

"Jadi itulah sekali lagi, yang penting ayo kita rukun, apa yang kurang mohon kritik dan saran, sampaikan secara langsung dengan baik-baik," tuturnya. 

"Tapi jangan kita mengujar kebencian di atas nama sepak bola yang seharusnya menjani makna persahabatan," lanjut Ratu Tisha. 

Baca juga: Soal Sekjen PSSI, Ratu Tisha Tunggu Keputusan Ketum PSSI

Tidak hanya meminta untuk menghentikan ujaran kebencian, Ratu Tisha juga minta seluruh elemen mendukung tugas-tugas PSSI yang akan segera dijalankan setelah ini. 

Salah satunya adalah persiapan Piala Dunia U-20 di Indonesia Mei-Juni 2021 mendatang.

Sekjen PSSI tersebut mengatakan bahwa saat ini, PSSI menjadi garda terdepan yang dipercaya FIFA untuk perhelatan Piala Dunia U-20. 

Menurutnya, Indonesia harus berbangga karena dipercaya untuk menjadi tuan rumah kejuaraaan yang termasuk ke dalam 3 besar perhelatan FIFA. 

"Sekarang PSSI menjadi garda terdepan yang dipercaya oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Ini 3 besarnya perhelatan FIFA. kalau kita federasi yg kardus tidak mungkin FIFA mempercayakan kita," ungkapnya. 

Wanita lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat sepak bola Indonesia untuk bersatu dan membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Sports
Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di 'PSS for Humanity'

Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di "PSS for Humanity"

Liga Indonesia
Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Badminton
Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Sports
Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton
Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama '2020' meski Digelar 2021?

Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama "2020" meski Digelar 2021?

Sports
Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Badminton
Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Liga Lain
Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Sports
Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Badminton
Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sports
Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Sports
Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Badminton
Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Badminton
Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X