Kompas.com - 03/11/2019, 11:40 WIB
Kompas TV Pertandingan dalam Liga 1 antara Kalteng Putra vs Persib Bandung berakhir ricuh. Tak terima pesepak bola Kalteng Putra diberi kartu merah Gubernur Sugianto Sabran melempar botol dan turun ke lapangan. Aksi luapan kekecewaan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ini viral. Di tengah pertandingan antara Kalteng Putra dan Persib Bandung gubernur yang berada di tribun VVIP Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya terlihat kesal dan melempar botol air mineral ke arah lapangan. Sugianto kemudian mengaku kesal dengan perilaku wasit yang dianggap tidak adil dan malah memberikan kartu merah pada pemain kalteng putra Patrich Wanggai. Kekecewaan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran terhadap keputusan wasit di tengah pertandingan yang dilampiaskan dengan melempar botol sempat ditegur oleh Kapolres Palangkaraya. Pasalnya aksi itu diikuti para suporter lain yang ikut melempar botol kepada petugas. Gubernur pun sempat cek cok dengan kapolres. Namun permasalahan ini sudah terselesaikan dengan damai. #SugiantoSabran #GubernurKalimantanTengah #PelemparanBotol
Penulis Alsadad Rudi
|

"Untuk pelemparan nanti Komdis yang akan menindaklanjuti. Kita sudah berkoordinasi," kata Iwan Bule di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Dikutip dari Tribunnews, Sugianto Sabran mengaku kecewa dengan kinerja wasit.

“Saya kepinginnya melihat permainan yang cantik oleh kedua tim antara Kalteng Putra vs Persib," ujarnya.

"Saya kurang tahu menit keberapa. Tapi sejak awal wasit yang memimpin pertandingan tidak fair,” kata Sugianto.

Dia berpendapat wasit berlaku tidak adil karena sang pengadil lapangan hanya memberikan peringatan kepada pemain Persib apabila melakukan kesalahan.

Sugianto pun menyatakan harapan agar aksi pelemparan botol olehnya tidak dijadikan polemik. Demikian pula soal video dirinya marah kepada AKBP Timbul Siregar.

Baca juga: 5 Terpopuler: Gubernur Kalteng Nikahi Gadis 25 Tahun dan Penikahan Rp 5 M Vicky Presetyo-Angel Lelga

“Mengenai Kapolres itu, beliau yang menunjuk dan meminta saya turun. Saya turun waktu itu. Sebetulnya nggak ada masalah. Saya kan bapaknya pak kapolres juga, jadi sangat bijak saya datangi dan meminta maaf. Tapi bukan karena saya salah,” ujarnya.

Sugianto menambahkan, inti dari peristiwa tersebut adalah wujud keprihatinannya terhadap kondisi persepakbolaan di Indonesia.

Dia berharap masa depan sepak bola di Indonesia bisa lebih baik dan profesional.

“Prihatin dengan keadaan sepak bola Indonesia. Saya berpikir pemerintah daerah capek-capek mengurus bola, oknum di PSSI dan wasitnya tidak pernah berubah,” jelas Sugianto.

Berikut video lengkap aksi Sugianto Sabran:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X