Videonya Viral, Gubernur Kalteng Terancam Dihukum Komdis PSSI

Kompas.com - 03/11/2019, 10:29 WIB
Situasi panas saat Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran (kaos merah) turun ke lapangan dan memprotes wasit saat pertandingan antara Kalteng Putra vs Persib berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (1/11/2019). Tribunkalteng.com/FaturahmanSituasi panas saat Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran (kaos merah) turun ke lapangan dan memprotes wasit saat pertandingan antara Kalteng Putra vs Persib berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (1/11/2019).
|

KOMPAS.COM - Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, Mochamad Iriawan, angkat bicara soal insiden yang terjadi pada pertandingan antara Kalteng Putra vs Persib Bandung di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (1/11/2019).

Gubernur Kalimatan Tengah, Sugianto Sabran, melakukan tindakan tidak terpuji saat menyaksikan laga tersebut.

Sugianto Sabran melakukan pelemparan botol ke arah lapangan untuk melampiaskan kekecewaannya pada menit ke-27.

Sugianto Sabran disebut-sebut kecewa terhadap keputusan wasit Abdul Rahman memberikan kartu merah kepada pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai. Pemain asal Papua itu mendapatkan kartu merah kerena menendang bek Persib, Achmad Jufriyanto.

Gubernur pun sampai turun ke lapangan untuk melakukan protes terhadap keputusan wasit itu.

Atas aksinya, Sugianto Sabran terancam mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Hal tersebut dikatakan Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan.

"Untuk pelemparan nanti Komdis yang akan menindaklanjuti. Kita sudah berkoordinasi," kata Iwan Bule di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bologna Vs Inter, Lukaku Samai Rekor Ronaldo

Dikutip dari Tribunnews, Sugianto Sabran mengaku kecewa dengan kinerja wasit.

“Saya kepinginnya melihat permainan yang cantik oleh kedua tim antara Kalteng Putra vs Persib. Saya kurang tahu menit keberapa. Tapi sejak awal wasit yang memimpin pertandingan tidak fair,” kata Sugianto.

Dia berpendapat wasit berlaku tidak adil karena sang pengadil lapangan hanya memberikan peringatan kepada pemain Persib apabila melakukan kesalahan.

"Tapi ketika Kalteng Putra langsung melakukan pelanggaran diberikan kartu kuning dan ini terjadi beberapa kali kali sampai pada akhirnya pemain Kalteng Putra diberikan kartu merah. Persib yang melakukan kesalahan kenapa kartu merah diberikan sepihak dan Kalteng Putra beberapa kali permainan dirugikan oleh wasit. Kalau nggak salah empat kali,” ujar Sugianto.

Sugianto pun menyatakan harapan agar aksi pelemparan botol olehnya tidak dijadikan polemik. Demikian pula soal video dirinya marah kepada AKBP Timbul Siregar.

“Mengenai Kapolres itu, beliau yang menunjuk dan meminta saya turun. Saya turun waktu itu. Sebetulnya nggak ada masalah. Saya kan bapaknya pak kapolres juga, jadi sangat bijak saya datangi dan meminta maaf. Tapi bukan karena saya salah,” ujarnya.

Sugianto menambahkan, inti dari peristiwa tersebut adalah wujud keprihatinannya terhadap kondisi persepakbolaan di Indonesia. Dia berharap masa depan sepak bola di Indonesia bisa lebih baik dan profesional.

“Prihatin dengan keadaan sepak bola Indonesia. Saya berpikir pemerintah daerah capek-capek mengurus bola, oknum di PSSI dan wasitnya tidak pernah berubah,” jelas Sugianto.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melakukan aksi lempar botol minuman saat menyaksikan pertandingan sepakbola. Peristiwa ini terjadi di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat (1/11) malam. Saat itu sedang berlangsung laga Liga 1 putaran kedua Kalteng Putra versus Persib Bandung. Dalam video yang beredar, Sugianto Sabran, yang mengenakan kaus warna oranye dan topi warna hitam, melempar botol air mineral dari tribun VVIP. Tidak lama dia terlihat marah-marah sambil menunjuk-nunjuk sebelum turun dari tribun VVIP ke pinggir lapangan. Dalam video, Sugianto terlihat menghampiri AKBP Timbul Siregar. Keduanya tampak terlibat cekcok. Tidak terdengar jelas apa yang dipersoalkan oleh Sugianto. Dihubungi detikcom, AKBP Timbul Siregar membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebut peristiwa itu terjadi karena Sugianto tidak terima ditegur olehnya. "Mungkin pas Gubernur emosional sama wasit tiba-tiba dia ngelempar botol ke lapangan. Begitu dia lempar botol ke lapangan, akhirnya para penonton ngelemparin botol. Ngelihat situasi itu, Gubernur masih melempar, saya tegur untuk tidak lakukan pelemparan," ucapnya. "Ngelihat situasi itu, ya Gubernur masih melempar, saya tegur untuk tidak lakukan pelemparan. Mungkin nggak berkenan, dia negur. Dia turun dari tribun utama," sambung AKBP Timbul Siregar. ????????? ? sumber postingan ? @detikcom

A post shared by ???????????????????????? ???????????????? ???????????????????????? ???????????????????????????????????? (@polantasindonesia) on Nov 2, 2019 at 5:03am PDT



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X