Iwan Bule Menang, Kongres Luar Biasa PSSI Dinilai Sarat Kejanggalan

Kompas.com - 02/11/2019, 13:39 WIB
Raihan suara yang diperoleh Mochamad Iriawan saat pemilihan Ketua Umum PSSI dalam kongres luar biasa yang digelar, di Jakarta, Sabtu (11/2/2019). DOK. MEDIA PSSIRaihan suara yang diperoleh Mochamad Iriawan saat pemilihan Ketua Umum PSSI dalam kongres luar biasa yang digelar, di Jakarta, Sabtu (11/2/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dinilai sarat kejanggalan.

Dari 10 calon ketua umum PSSI, tujuh di antaranya menarik diri dari kongres yang digelar di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Salah satu caketum yang sudah meninggalkan arena kongres adalah Fary Djemy Francis.

Ia menjelaskan ada dua hal yang janggal dari KLB PSSI kali ini. Pertama, ketiadaan debat dan penyampaian visi misi dari para caketum beberapa hari sebelumnya.

Fary menyebut, pada awalnya debat dan penyampaian visi misi dari para caketum bahkan akan disiarkan di televisi nasional.

"PSSI berjanji untuk mempertemukan caketum, calon wakil ketua umum dan calon exco. Tapi apa yang terjadi? Batal dan pada hari ini ditetapkan kongres," kata Fary di luar arena kongres

Baca juga: Profil Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Ketua Umum PSSI 2019-2023

Fary menilai PSSI hanya bisa menuntut kewajiban dari para calon ketua umum. Namun, di sisi lain ia menilai PSSI tak bisa memenuhi kewajibannya sendiri.

Fary kemudian mencontohkan dirinya yang sempat dinyatakan dicoret dari bursa ketua umum.

Namun, karena mau mengajukan banding dan mengurus persyaratan yang belum lengkap, Fary akhirnya mampu masuk sebagai calon.

"Janji PSSI tidak dipenuhi. Janji kalau sudah tidak ditepati bagaimana nanti hasil kongres ini," ucap Fary.

"Saya sudah empat kali ikut kongres, selalu budayanya sama. Kami hanya jadi pengantin tanpa ada hak suara untuk mempresentasikan konsep kami," kata dia.

Selain menyoroti tidak adanya debat dan penyampaikan visi misi, Fary juga menyayangkan penetapan pemilik suara (voters) yang dinilainya tidak jelas.

Baca juga: Menpora Minta Jangan Ada Kecurigaan Terkait Mundurnya 7 Caketum PSSI

Ia menuding banyak voters yang tidak memiliki legitimasi. Fary menganggap besar kemungkinan hasil kongres akan gampang digugat dan ditolak pihak lain yang merasa KLB kali ini tidak sah.

"Tidak ada kepastian terhadap voters. FIFA sudah mempertanyakan jika kongres tanggal 2 (November), votersnya mana? Kompetisi belum rampung," ujar Fary.

"Ada 6 tim degradasi dan satu tim suspend, masa masih punya hak di pemilihan. Saya khawatir siapa pun yang terpilih tidak legitimate," kata dia lagi.

Sampai berita ini ditulis, proses pemungutan suara untuk jabatan ketua umum sudah dilakukan.

Hasilnya, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule terpilih dengan meraih 82 suara dari total 86 pemilik suara.

Sisanya, tiga voters, abstain dan satu voters tidak ikut pemilihan, yakni Persis Solo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X