Kongres PSSI, Satu Calon Mundur Sebelum Pemilihan

Kompas.com - 02/11/2019, 10:18 WIB
Bernhard Limbong saat pemaparan visi dan misinya sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10/2019). KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANABernhard Limbong saat pemaparan visi dan misinya sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu calon Ketua Umum PSSI, Bernhard Limbong, mundur dari pencalonan sebelum pemilihan belum dimulai.

Bernhard Limbong menyampaikan keputusan tersebut di arena Kongres Luar Biasa PSSI.

Bernhard mengaku, memilih mundur karena memiliki banyak kesibukan, baik di luar Jakarta maupun luar negeri.

"Saya tidak bisa menjadi satpam atau hansip setelah pensiun dari TNI. Karena kesibukan saya itu, saya harus mundur," kata purnawirawan TNI ini.

Bernhard menilai jabatan Ketua Umum PSSI harus diemban oleh orang yang bisa mencurahkan sepenuh waktunya untuk berkecimpung di sepak bola.

Baca juga: Kongres PSSI, Vijaya Minta Maaf karena Sindir Iwan Bule

"Karyawan saya juga sangat banyak. I'm very busy. Saya tidak bisa full time. Tidak ada waktu untuk mengurus PSSI," kata dia.

KLB PSSI digelar pada Sabtu (2/11/2019) pagi WIB di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat.

Agenda KLB PSSI kali ini adalah pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, serta 12 anggota Komite Eksekutif (Exco).

Dengan mundurnya Bernhard, maka caketum PSSI yang tersisa tinggal sembilan orang.

Sebelum Bernhard, La Nyalla Mahmud Mattalitti juga lebih dulu menyatakan mundur dari pencalonan sebagai calon Ketua Umum PSSI.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X