Muncul Wabah Polio Jelang SEA Games 2019, Atlet Indonesia Divaksin

Kompas.com - 29/10/2019, 15:40 WIB
Lifter putri Indonesia Putri Aulia Andriani berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATLifter putri Indonesia Putri Aulia Andriani berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina.

KOMPAS.com - Atlet Indonesia yang akan tampil dalam ajang SEA Games 2019 akan divaksinasi menyusul adanya penyebaran wabah virus polio di Filipina.

Rencana pemberian vaksin polio kepada atlet diungkapkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia ( KOI), Raja Sapta Oktohari, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga RI ( Kemenpora) pada Selasa (28/10/2019) kemarin.

Menurut Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, pemberian vaksin polio akan dilakukan KOI melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sekarang ada masalah epidemi polio di Filipina sehingga semua yang berangkat akan divaksinasi," kata Okto kepada para awak media.

Baca juga: Cabor Panahan Ditargetkan 4 Medali Emas pada SEA Games 2019

Okto menyebut bahwa sebelumnya tidak ada rencana vaksinasi sehingga hal itu tidak masuk anggaran SEA Games 2019.

Namun, Okto memastikan bahwa anggaran vaksinasi untuk atlet bisa ditambah demi keselamatan atlet dan ofisial selama SEA Games 2019.

Raja Sapta Oktohari resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Raja Sapta Oktohari resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023.

"Ini jadi perhatian. Nanti ada koordinasi dengan Kemenkes dan akan bersurat secara resmi. Saran apa yang diberikan, itulah yang akan kami lakukan," ucap Okto.

KOI sendiri sempat mengajukan dana Rp 64 miliar kepada Kemenpora untuk SEA Games 2019.

Namun, pihak Kemenpora hanya bisa mengucurkan dana sebesar Rp 47 miliar.

Untuk jumlah Rp 17 miliar sisanya masih dicari solusinya oleh kedua belah pihak agar dapat terpenuhi.

SEA Games 2019 sendiri akan berlangsung di berbagai kota di Filipina pada 22 November hingga 11 Desember mendatang.

Baca juga: Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Pada 16 Oktober 2019 lalu, melalui situs resmi, Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) sudah merilis peringatan soal wabah virus polio di Filipina.

Peringatan itu dipublikasikan setelah keluarnya rilis Kemenkes Filipina terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio VDPV Tipe 2 pada 19 September 2019.

Baca juga: 4 Alasan Sirkuit Mandalika Jadi Tumpuan Harapan

Adanya penyebaran wabah polio ini membuat Kemenlu di antaranya memerintahkan Dinas Kesehatan se-Indonesia untuk meningkatkan cakupan imunisasi polio.

Selain itu, Kemenlu juga meminta peningkatan pengawasan dan kesiapsiagaan terhadap penyakit polio di seluruh pintu masuk bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas negara.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila pun sudah menyatakan bahwa Departemen Kesehatan Filipina sudah memberikan arahan agar Pemerintah Indonesia berupaya mengantisipasi wabah penyebaran polio.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya