Pep Guardiola Diharapkan Jadi Presiden Catalonia

Kompas.com - 21/10/2019, 20:52 WIB
Ekspresi Manajer Manchester City, Josep Guardiola, saat laga Premier League kontra Burnley, di Stadion Etihad, Senin (2/1/2017). OLI SCARFF/AFPEkspresi Manajer Manchester City, Josep Guardiola, saat laga Premier League kontra Burnley, di Stadion Etihad, Senin (2/1/2017).

KOMPAS.com - Josep Guardiola belum lama ini diminta untuk pulang kembali ke kampung halamannya.

Namun, bukan untuk kembali melatih klub sepak bola Barcelona, melainkan untuk maju di pemilihan Presiden Pemerintahan Catalonia.

Permintaan itu disampaikan dua mantan Presiden Pemerintahan Catalan, Artur Mas and Carles Puigdemont.

Presiden Pemerintahan Catalonia adalah pemimpin pemerintah daerah otonom di wilayah yang jadi bagian dari negara Spanyol itu.

Pemilihan Presiden Pemerintahan Catalonia melibatkan partai-partai lokal di wilayah tersebut.

Pep Guardiola sendiri diharapkan bisa maju melalui Catalan European Democratic Party (PDeCAT).

Sebab Guardiola dinilai bisa menjadi harapan bagi kaum gerakan nasionalis Catalonia.

Baca juga: Isu Keamanan Hantui El Clasico Pasca-vonis Pemimpin Separatis Catalan

Ia diharapkan bisa mengalahkan Pere Aragones yang maju melalui Republican Left of Catalonia (ERC).

Artur Mas dan Carles Puigdemont, bersama dengan beberapa pengusaha Catalonia disebut-sebut siap membantu pemenangan Guardiola.

Sebagai informasi, Puigdemont adalah salah satu tokoh gerakan separatis Catalonia yang kini melarikan diri ke Belgia.

Ia merupakan salah satu inisiator referendum sepihak yang dilakukan pada Oktober 2017.

Referendum yang diadakan menghasilkan kemerdekaan untuk Catalonia, yang kemudian direspons Pemerintah Spanyol dengan pengerahan pasukan dan penangkapan terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Rekan-rekan Puigdemont lainnya belum lama ini dijatuhkan hukuman penjara oleh Mahkamah Agung Spanyol.

Vonis tersebut memicu ketegangan baru di Catalonia.

Baca juga: Guardiola Angkat Bicara soal Referendum Catalonia

Keinginan agar Guardiola maju di pemilihan Presiden Pemerintahan Catalonia kemungkinan sulit terealisasi.

Pasalnya, ia masih terikat kontak di Manchester City.

Ia tidak akan bisa kembali ke Catalonia setidaknya sampai akhir musim ini yang jatuh pada Juni 2020.

Guardiola merupakan mantan pemain dan pelatih yang sukses memberikan prestasi untuk klub Barcelona, yang kerap jadi simbol perlawanan terhadap pemerintah Spanyol.

Dalam beberapa kesempatan, Guardiola juga tak malu-malu menyatakan dukungannya untuk kemerdekaan Catalonia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Marca
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X