Soal Kongres PSSI, Kemenpora Sampaikan 6 Hal

Kompas.com - 21/10/2019, 15:22 WIB
Logo PSSI. DOK. PSSILogo PSSI.

KOMPAS.com - Jelang Kongres PSSI yang dijadwalkan pada 2 November mendatang, Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) memberi tanggapannya.

Hal itu terkait pandangan Kemenpora soal pengaturan waktu pelaksanaan yang dianggap tidak sesuai arahan FIFA.

Sebelumnya, FIFA memberi arahan agar kongres digelar pada Januari 2020.

Namun, PSSI rencananya bakal menggelar kongresnya lebih cepat. Induk sepak bola di Tanah Air tersebut ingin menggelarnya pada 2 November 2019.

Menanggapi hal tersebut, Kemenpora menyurati PSSI dengan enam poin penting.

Baca juga: FIFA dan AFC Akan Pantau Langsung Jalannya Kongres Luar Biasa PSSI

1. Kemenpora mengambil sikap bahwa rencana PSSI mengadakan Kongres mendatang adalah sepenuhnya ranah dan kewenangan PSSI untuk menentukan baik waktu, tempat dan agenda yang akan dibahas, karena Kemenpora tidak ingin melakukan intervensi, yang bisa dianggap bertentangan dengan Statuta FIFA.

Khususnya Pasal 14 butir (i) yang menyebutkan bahwa member associations have the following obligations: to manage their affairs independently and ensure that their own affairs are not influenced by any third parties in accordance with art.

Pasal 19 ayat (1) yang menyebutkan bahwa each member association shall manage its affairs independently and without undue influence from third parties.

2. Namun demikian, mengingat bidang keolahragaan telah diatur ketentuannya dalam UU SKN, di mana menteri yang bertanggung jawab bidang olahraga adalah Menpora, maka sudah pada posisinya bagi Kemenpora untuk meminta penjelasan dari PSSI terkait dengan rencana Kongres PSSI.

Baca juga: Soal Pembinaan, PSSI Disebut Berada dalam Jalur Tepat

Ini bukan bentuk intervensi, karena pengalaman tahun 2016 pernah terjadi bahwa PSSI harus mengadakan Kongres pada tanggal 10 November 2016 setelah Kemenpora menerima konfirmasi langsung dari FIFA pada tanggal 14 Oktober 2014 melalui email yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Fatma Samoura kepada Deputi IV Kemenpora, yang menyebutkan bahwa Kongres PSSI harus diadakan pada tanggal 10 November 2016 di Jakarta.

Permintaan konfirmasi itu dikirimkan oleh Kemenpora saat itu karena sebelumnya ada perselisihan antara Kemenpora dengan PSSI tentang masalah waktu dan tempat penyelenggaraan Kongres.

3. Berdasarkan informasi resmi dari PSSI yang disampaikan oleh Sekjen PSSI pada tanggal 19 Oktober 2019 pagi dengan menunjukkan dokumen resmi terbaru dari FIFA, bahwa FIFA tidak keberatan PSSI mengadakan Kongres pada tanggal 2 November 2019.

Baca juga: Rumor Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia, Ini Tanggapan PSSI

Konfirmasi ini perlu diperoleh Kemenpora, karena semula FIFA hanya menghendaki Kongres diadakan pada Januari 2020. Namun sudah diubah berdasarkan info terbaru.

4. Kemenpora juga telah meminta PSSI untuk sesegera mungkin menyampaikan laporan rencana pelaksanaan Kongres PSSI kepada Menpora.

5. Info tersebut sudah cukup bagi Kemenpora, dan berharap seluruh hal yang terkait dengan persiapan dan pelaksanaan Kongres harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku baik aturan statuta FIFA maupun UU SKN dan juga Statuta PSSI.

6. Kemenpora tidak dalam posisi mengunggulkan siapa pun yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Anggota ExCo PSSI, karena semua tergantung pilihan para voter yang berhak.

Baca juga: Ketum PSSI Terpilih Diharapkan Mampu Kawal Inpres No 3 Tahun 2019

Hanya saja, bagi yang terpilih, diminta Kemenpora untuk bertanggung jawab sepenuhnya bagi perbaikan tata kelola dan prestasi PSSI yang masih jauh dari harapan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X